Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Sakit Tenggorokan

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Selain sakit saat menelan, sakit tenggorokan juga dapat disertai gejala-gejala berikut:

  • Sakit kepala
  • Pembesaran kelenjar pada leher
  • Tonsil/amandel yang membengkakakibat radang
  • Nyeri otot
  • Batuk
  • Hidung beringus
  • Iritasi
  • Gatal di tenggorokan
  • Sakit dan sulit menelan

Cara Mengurangi Gejala

Meski dapat sembuh tanpa obat-obatan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala:

  • Berkumur sampai ke tenggorokan (gargle) dengan obat kumur antiseptik yang mengandung povidone-iodine, dua sampai lima kali sehari. Larutan antiseptik yang mengandung povidone-iodine dapat membunuh bakteri penyebab beberapa gangguan di mulut dan tenggorokan
  • Minum cukup air putih, terutama jika Anda sedang demam. Dengan minum air putih yang cukup Anda dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda.
  • Tidak merokok dan hindari lingkungan yang penuh asap.
  • Hindari iritasi tenggorokan dengan tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan radang atau bengkak di tenggorokan.

Saat yang Tepat untuk Menemui Dokter

Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam beberapa hari tanpa konsumsi obat-obatan. Anda juga dapat mengonsumsi obat yang dijual bebas di Apotek seperti ibuprofen dan parasetamol, tapi sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter jika mengalami gejala, seperti sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah satu minggu yang disertai demam di atas 38°C.

Demam yang menyertai sakit tenggorokan sebaiknya segera diperiksakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi lebih serius, seperti:

  • Abses peritonsiler atau quinsy, yaitu pembengkakan bernanah antara langit-langit tenggorokan dan bagian belakang tonsil.
  • Epiglottitis, yaitu peradangan lipatan jaringan di belakang tenggorokan, di bawah lidah (epiglotis) yang bisa menghambat pernapasan jika tidak ditangani dengan baik.
  • Infeksi mononukleosis, yaitu infeksi virus Epstein Barr yang ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening, demam, dan sakit tenggorokan.

Sakit tenggorokan dapat disertai gejala-gejala seperti sakit saat menelan, sakit kepala, kelenjar yang membesar pada leher, radang yang menyebabkan tenggorokan sakit, dan perubahan warna tonsil menjadi merah. Sakit tenggorokan juga dapat disertai dengan gejala-gejala yang merujuk pada infeksi, antara lain:

  • Nyeri otot
  • Batuk
  • Hidung beringus
  • Bersin
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Kelelahan
  • Tenggorokan terasa kering dan serak

Umumnya sakit tenggorokan akan sembuh dalam 1 minggu tanpa konsumsi obat-obatan. Jika sakit tenggorokan dan demam tidak kunjung sembuh walau sudah diobati, Anda dianjurkan untuk segera berkonsultasi kepada dokter, terutama jika mengalami:

  • Suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu
  • Sering mengalami sakit tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Mengi
  • Lebih sering meneteskan air liur akibat sulit menelan
  • Sakit telinga
  • Terdapat darah pada ludah atau dahak
  • Terdapat benjolan pada leher

Faktor Risiko

Anak-anak, perokok berat, orang-orang yang memiliki alergi dan ketahanan tubuh yang rendah adalah mereka yang memiliki risiko terkena sakit tenggorokan lebih tinggi dibandingkan lainnya. Selain itu, kondisi berikut ini juga dapat memperburuk sakit tenggorokan:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang membuat kekebalan tubuh menjadi lebih lemah.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat penyakit HIV/AIDS atau diabetes.
  • Terpapar zat kimia yang memicu iritasi pada tenggorokan
  • Infeksi sinus yang parah

Sakit tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi, oleh virus atau bakteri yang menyebabkan pilek.

Beberapa penyakit virus berikut dapat menimbulkan sakit tenggorokan:

  • Virus influenza
  • Mononukleosis
  • Virus campak
  • Virus cacar air

Bakteri yang paling sering menyebabkan nyeri tenggorokan adalah kelompok bakteri Streptococcus pyogenes. Bakteri penyebab batuk pertusis dan difteri juga dapat menimbulkan sakit tenggorokan.

Infeksi biasanya terjadi di tempat atau fasilitas umumInfeksi menyebabkan peradangan pada tonsil di sisi kanan dan kiri tenggorokan Anda (tonsillitis) dan pada bagian belakang tenggorokan (faringitis).

Penyebab Lain

Dalam beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, sakit tenggorokan dapat timbul karena hal-hal selain virus dan bakteri, yaitu:

  • Ketegangan otot akibat berteriak-teriak dalam waktu lama.
  • Tumor yang mengandung kanker pada tenggorokan, lidah, atau laring.
  • Alergi pada serbuk sari atau spora yang disebut hayfever.
  • Penyakit asam lambung akibat refluks (GERD) atau naiknya asam lambung dari perut ke tenggorokan.
  • Iritasi yang disebabkan zat alkohol (minuman keras) atau rokok.
  • Udara yang kering.

Dokter akan mencoba melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menentukan penyebab timbulnya sakit tenggorokan yang Anda derita. Dengan menggunakan senter kecil, tenggorokan Anda akan diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi berupa kemerahan atau bercak putih. Dokter juga akan meraba leher untuk memeriksa pembesaran kelenjar dan mendengarkan suara pernapasan menggunakan stetoskop.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium berupa tes apusan tenggorokan dan tes darah. Dokter mungkin akan mengambil sedikit sampel cairan di belakang tenggorokan. Kemudian sampel ini akan dites untuk mengetahui apakah bakteri Streptocoocus merupakan penyebab sakit tenggorokan. Selain itu, tes darah mungkin akan dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab sakit tenggorokan disebabkan oleh virus atau bakteri.

Umumnya sakit tenggorokan dapat sembuh dalam kurang dari satu minggu. Beberapa tips dan obat-obatan dapat membantu memperingan gejala yang Anda alami.

Pertolongan pertama mengobati sakit tenggorokan

Anda disarankan melakukan beberapa hal berikut jika sedang terkena sakit tenggorokan:

  • Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak
  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok
  • Berkumurlah dengan air garam atau obat kumur antiseptik
  • Perbanyak konsumsi air minum
  • Pasien dewasa dapat mengisap es batu atau permen pelega tenggorokan
  • Hindari minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin karena dapat menyebabkan iritasi
  • Istirahat yang cukup, termasuk membatasi berbicara untuk sementara
  • Ciptakan udara yang nyaman agar tidak terlalu kering dan memicu iritasi pada tenggorokan
  • Isap permen pelega tenggorokan atau permen biasa untuk meningkatkan produksi air liur pencegah tenggorokan kering
  • Hindari zat pemicu iritasi, seperti asap rokok

Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh virus biasanya tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi penderita akan membaik dalam waktu 5-7 hari. Walau demikian, analgesik atau obat-obatan pereda sakit, seperti ibuprofen dan parasetamol, umumnya disarankan untuk menangani sakit tenggorokan, terutama jika disertai demam dan terjadi pada anak. Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsinya:

  • Selalu baca petunjuk penggunaan obat agar tidak kelebihan dosis.
  • Parasetamol merupakan alternatif terapi bagi anak-anak dan mereka yang tidak bisa mengonsumsi ibuprofen.
  • Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.

Penggunaan antibiotik

Antibiotik diberikan umumnya pada sakit tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Setiap antiobiotik yang diresepkan oleh dokter harus dihabiskan meski gejala sakit tenggorokan sudah membaik. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian lain tubuh yang dapat memperparah keadaan penderita. Jika hal ini terjadi pada anak-anak yang sakit tenggorokan akibat Streptocoocus, risiko terjadinya demam reumatik dan peradangan serius pada ginjal akan meningkat.

Kondisi Darurat

Sakit tenggorokan umumnya dapat ditangani di rumah, tapi Anda perlu berobat ke dokter secepatnya jika sakit tenggorokan Anda disertai gejala-gejala berikut ini:

  • Air liur mengalir tidak terkendali
  • Timbulnya suara seperti mendengkur (stridor)
  • Susah bernapas dan menelan
  • Ruam
  • Nyeri pada sendi
  • Darah pada air liur
  • Benjolan pada leher
  • Sakit pada telinga
  • Demam

Apa Saja Cara Mencegah Sakit Tenggorokan?

Walau sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh banyak hal, terdapat beberapa cara tertentu untuk mencegah timbulnya kondisi tersebut. Hal-hal berikut ini dapat mengurangi risiko infeksi:

  • Selalu cuci tangan dengan teratur, terutama setelah menggunakan fasilitas umum. Selalu bawa cairan antiseptik jika Anda jauh dari jangkauan keran air.
  • Bersihkan barang-barang yang sering digunakan bersama di rumah atau tempat kerja, seperti gagang telepon, gagang pintu, pengendali TV.
  • Hindari berbagi-bagi makanan, minuman, serta peralatan makan dan minum.
  • Hindari asap rokok.
  • Hindari sumber alergi atau iritasi lain yang dapat menjadi pemicu sakit tenggorokan, misalnya debu dan serbuk sari.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT