Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Stroke

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Stroke adalah kondisi kesehatan yang serius yang membutuhkan penanganan cepat.

Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari. Jika Anda merasakan serangan stroke atau melihat orang lain terserang stroke, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.

Gejala stroke

Ingatlah gejala stroke berikut ini agar dapat melakukan tindakan yang tepat.

  • Cara bicara penderita tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walau mereka terlihat sadar
  • Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun
  • Lengan si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, karena itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu atau bahkan kedua lengannya

Segera hubungi rumah sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas.

Latar belakang terjadinya stroke

Otak dapat berfungsi dengan baik jika pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan darah mengalir dengan baik. Jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak, bahkan seseorang yang terkena stroke bisa meninggal.

Stroke menurut jenisnya

Jenis stroke jika dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi dua yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Ada juga yang disebut TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan. TIA terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat yang biasanya diawali dengan gejala pusing, penglihatan ganda, tubuh secara mendadak terasa lemas, dan sulit bicara.

Meski hanya sesaat, tetap harus ditangani secara serius. Karena hal ini biasanya merupakan peringatan akan datangnya serangan stroke berat.

Penyakit stroke di Indonesia

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 12 penderita stroke per 1000 penduduk Indonesia. Stroke juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.

Orang-orang yang usianya lebih dari 65 tahun paling berisiko terkena stroke. Namun dua puluh lima persen stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.

Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap stoke. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur atau fibrilasi atrium, dan diabetes, juga lebih rentan terhadap stroke.

Diagnosis stroke

Stroke umumnya didiagnosis melalui tanda-tanda fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak. Pencitraan otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.

Metode pengobatan stroke

Pengobatan stroke tergantung dari jenisnya, stroke iskemik atau hemoragik. Pengobatan juga disesuaikan pada area otak mana stroke terjadi. Pada umumnya stroke diobati dengan obat-obatan, termasuk obat pencegahan untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat kolesterol, dan menghilangkan pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, operasi diperlukan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke hemoragik atau menghilangkan lemak di arteri.

Dampak stroke terhadap kehidupan penderitanya

Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya spesifik dan tergantung pada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut. Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Diantaranya adalah, psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.

Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.

Pencegahan stroke

Stroke dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Risiko mengalami stroke akan berkurang jika Anda makan makanan sehat, berolahraga secara teratur, tidak merokok, dan minum alkohol sesuai takaran. Berusaha menurunkan tingkat kolesterol dan tekanan darah tinggi dengan obat-obatan juga bisa mengurangi risiko terkena stroke. Pada sebagian orang, obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah serta obat untuk menjaga kadar normal gula darah juga penting untuk mencegah terjadinya stroke.

Komplikasi stroke

Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai komplikasi, dan beberapa diantaranya dapat membahayakan nyawa si penderita. Contoh dari komplikasi tersebut diantaranya adalah hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal, disfagia atau kesulitan menelan, dan trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki.

Segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans jika Anda mengalami gejala stroke atau melihat orang lain terkena stroke. Setelah pemeriksaan awal, Anda mungkin perlu diperiksa lebih mendalam dan ditangani dokter spesialis di rumah sakit.

Jangan pernah menganggap enteng gejala stroke, meskipun gejala tersebut hilang dengan sendirinya. Gejala yang hilang bisa menandakan TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan dan Anda berisiko mengalami stroke berat pada tahap berikutnya.

Gejala dan tanda-tanda penyakit stroke yang harus Anda ketahui

Tiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda sehingga gejala stroke akan tergantung kepada bagian otak yang terserang dan juga tingkat kerusakannya. Gejala atau tanda-tanda stroke bervariasi pada tiap orang, namun umumnya muncul secara tiba-tiba.

Anda dapat mengingat hal-hal berikut ini untuk dapat mengenali gejala stroke dan melakukan tindakan pertolongan secara tepat.

  • Cara bicara penderita yang tidak jelas atau kacau, bahkan ada juga penderita yang tidak bisa bicara sama sekali walaupun mereka terlihat terjaga.
  • Mata dan mulut pada salah satu sisi wajah penderita terlihat turun.
  • Lengan si penderita mengalami kelumpuhan saat terserang stroke, maka dari itu mereka tidak mampu mengangkat salah satu atau bahkan kedua lengannya.

Segera hubungi rumah sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas.

Menyadari gejala atau tanda-tanda di atas adalah hal yang penting, terlebih lagi bagi mereka yang tinggal bersama orang yang berisiko tinggi terkena stroke, seperti manula, penderita diabetes, atau penderita tekanan darah tinggi. Selain itu, gejala atau tanda-tanda stroke lainnya meliputi:

  • Kesulitan menelan.
  • Masalah pada keseimbangan dan koordinasi.
  • Masalah komunikasi, seperti sulit bicara dan memahami ucapan orang lain. Dapat terjadi ketidakmampuan berbicara secara total.
  • Pusing dan pingsan.
  • Hilang penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan menjadi ganda.
  • Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher. Dapat terjadi sakit kepala berputar (vertigo).
  • Mual dan muntah.
  • Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh.
  • Baal pada salah satu sisi tubuh.
  • Penurunan kesadaran

Jangan pernah menganggap enteng gejala stroke meski kerap hilang dengan sendirinya karena hal itu bisa saja menandakan TIA. Sebagian kondisi pasien TIA, menyimpan risiko untuk mengalami stroke.

Jika mengalami TIA, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit setempat. Gejala TIA sama seperti stroke dan berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, kemudian menghilang. Jangan abaikan TIA karena kondisi tersebut bisa menjadi peringatan bahwa pasokan darah ke otak Anda bermasalah.

Sebagian besar penyebab stroke bisa dicegah dengan cara mengubah pola hidup Anda menjadi pola hidup sehat. Kendati begitu, ada beberapa risiko stroke yang tidak dapat diubah, dan mengenai hal tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

  • Jika Anda pernah mengalami TIA (Transient Ischemic Attack)atau stroke ringan dan serangan jantung, risiko Anda terkena stroke lebih tinggi.
  • Risiko Anda terkena stroke tinggi jika Anda memiliki anggota keluarga dekat yang pernah mengalami stroke.
  • Anda berisiko terkena stroke jika usia Anda lebih dari 65 tahun, meskipun seperempat kasus stroke terjadi pada usia yang lebih muda.
  • Menderita diabetes, tekanan darah tinggiatau mempunyai kolesterol yang tinggi.

Stroke iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti akibat terbentuknya gumpalan darah. Darah gampang menggumpal di pembuluh darah di mana terdapat timbunan kolesterol atau telah terjadi kerusakan pada dindingnya. Berikut adalah hal-hal yang berdampak buruk pada pembuluh darah sehingga dapat memicu terjadinya stoke iskemik:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Tingginya kadar kolesterol dalam darah.
  • Diabetes yang tidak terkontrol. Kadar gula darah yang tinggi berdampak buruk pada kesehatan dinding pembuluh darah.

Detak jantung yang tidak teratur atau fibrilasi atrium juga menjadi salah satu penyebab stroke iskemik. Dengan detak jantung yang tidak teratur, aliran darah penderita fribrilasi atrium terganggu. Hal ini pun membuat darahnya mudah menggumpal sehingga menyebabkan stroke iskemik.

Arteri juga bisa menyempit seiring bertambahnya usia, dan proses penyempitan arteri tersebut bisa bertambah cepat jika Anda:

  • Mengalami obesitas.
  • Mengonsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Merokok.
  • Memiliki tingkat kolesterol yang tinggi.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit jantung atau diabetes.

Pada usia yang lebih muda, risiko stroke iskemik dapat meningkat oleh karena penggunaan obat-obatan kontrasepsi, migrain, koagulopati (gangguan pembekuan darah), dan cedera kepala yang baru terjadi.

Stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan pendarahan. Sekitar lima persen pendarahan terjadi pada permukaan otak yang dikenal sebagai pendarahan subarachnoid. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama stroke hemoragik. Tekanan darah tinggi dapat melemahkan arteri di dalam otak sehingga rentan pecah.

Ada beberapa hal yang dapat memicu naiknya tekanan darah, diantaranya adalah merokok, kurang olahraga, stres, konsumsi alkohol yang berlebihan, dan kelebihan berat badan atau obesitas. Pernah mengalami TIA ataupun stroke juga dapat meningkatkan risiko terjadi stroke hemoragik. Penderita diabetes, aritmia (detak jantung tidak beraturan), dan penyakit katup jantung, juga mempunyai risiko lebih besar mengalami stroke hemoragik.

Stroke hemoragik juga bisa terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang menggelembung atau bengkak yang disebut aneurisma.

Trauma atau cedera pada kepala juga bisa menyebabkan stroke hemoragik. Meskipun begitu, ada beberapa kasus di mana terjadi pendarahan di dalam selaput otak tanpa adanya tanda-tanda trauma. Hal tersebut biasanya terjadi pada orang tua dan gejalanya mirip seperti stroke. Pendarahan yang terjadi dalam selaput otak dikenal sebagai hematoma subdural.

Orang-orang yang mengkonsumsi obat-obatan pencegah pembekuan darah atau antikoagulan juga harus hati-hati. Salah satu risiko dari penggunaan obat ini adalah stroke hemoragik. Obat antikoagulan membuat darah menjadi lebih susah menggumpal. Ini berarti, jika terjadi pendarahan, pendarahan itu akan lebih susah terhenti.

Stroke umumnya didiagnosis melalui tes fisik, serta melalui foto atau pencitraan otak. Pengambilan foto otak gunanya untuk menentukan apakah stroke disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau pembuluh darah yang pecah, adanya risiko serangan stroke iskemik, bagian otak mana yang terserang, dan seberapa parah stroke tersebut.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa penyebab stroke dengan memeriksa detak jantung, mengukur tekanan darah, dan melakukan tes darah untuk mengetahui tingkat kolesterol dan glukosa penderita.

Setiap jenis stroke membutuhkan penanganan berbeda. Pengobatan akan lebih mudah jika ditunjang dengan diagnosis yang cepat.

Diagnosis stroke dengan menggunakan CT scan dan MRI scan

Jenis pemindaian yang Anda jalani di rumah sakit tergantung pada gejala. Ada dua metode umum yang digunakan dalam pengambilan gambar otak, yang pertama adalah CT scan atau pemindaian tomografi komputer. Pemindaian ini sama seperti sinar X, namun memakai beberapa gambar untuk membentuk gambar tiga dimensi yang lebih rinci. Metode umum kedua adalah MRI scan atau pemindaian pencitraan resonansi magnetik. Pemindaian ini menggunakan medan magnet dan gelombang radio kuat untuk menghasilkan gambar bagian tubuh secara rinci.

CT scan cukup untuk mengidentifikasi apakah stroke disebabkan oleh pendarahan atau pembekuan. Jika Anda mengalami stroke besar, pemindaian ini cocok untuk Anda. Pemindaian ini lebih cepat daripada MRI scan dan dalam kasus-kasus tertentu, meningkatkan peluang pemberian obat secara cepat dan tepat.

Bagi pasien yang telah sembuh dari TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan dan bagi penderita yang memilki gejala lebih kompleks di mana lokasi dan tingkat kerusakan tidak diketahui, MRI scan lebih tepat. Pemindaian ini menghasilkan gambar jaringan otak yang lebih rinci, sehingga memungkinkan teridentifikasinya serangan stroke di bagian yang tidak biasa.

Proses pengambilan gambar pembuluh darah otak dan pembuluh darah leher yang diawali dengan menyuntikkan sebuah zat pewarna melewati pembuluh darah di lengan dinamakan sebagai CT atau MR angiography.

Pemindaian otak harus dijalani semua pasien yang diduga terserang stroke dalam kurun 24 jam. Namun beberapa pasien ada yang harus dipindai segera dalam kurun satu jam, terutama bagi mereka yang:

  • Memiliki tingkat kesadaran yang lebih rendah.
  • Sedang menjalani pengobatan antikoagulan.
  • Bergantung pada obat-obatan penghilang gumpalan seperti tPAatau yang baru menjalani pengobatan antikoagulan.

Tes darah untuk menunjang diagnosis

Disesuaikan dengan masing-masing pasien, tes darah pada stroke dapat meliputi tes darah lengkap (Complete Blood Count), penanda jatung, gula darah, pemeriksaan pembekuan darah, profil lipid, laju endap darah, tes kehamilan, dan lain-lain.

Tes menelan untuk mencegah infeksi paru-paru

Sepertiga orang mengalami masalah dalam menelan pasca stroke. Jika seseorang tidak dapat menelan dengan baik, maka paru-parunya berisiko kemasukan makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi pada paru-paru.

Tes menelan sangat penting dilakukan oleh orang yang pernah mengalami stroke. Tes ini cukup sederhana. Pasien hanya perlu meminum beberapa sendok air. Jika pasien mampu meneguk air tersebut tanpa tersedak dan batuk, mereka akan diminta meneguk setengah gelas air. Jika mereka tidak mampu meneguk, maka mereka akan dirujuk ke ahli terapi terkait untuk diperiksa secara lebih rinci.

Sebelum diperiksa ahli terapi, biasanya penderita dilarang menelan apa pun. Oleh karena itu, makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh harus melalui infus atau menggunakan selang nasogastrik melalui hidung.

Memastikan penyebab stroke dengan tes jantung dan pembuluh darah

Pemeriksaan pembuluh darah dan jantung akan dilakukan untuk memastikan penyebab stroke. Ada tiga jenis proses pemeriksaan, antara lain adalah echocardiogram, catheterangiography atau arteriography, dan ultrasound atau carotid ultrasonography.

Diagnosis stroke dengan Echocardiogram

Echocardiogram dapat digunakan dalam sejumlah kasus. Salah satu pemeriksaan ini disebut transthoracic echocardiogram, yaitu pemeriksaan dengan menggunakan sebuah alat ultrasound yang ditaruh pada dada untuk menghasilkan gambar jantung.

Yang kedua adalah transoesophageal echocardiography. Pemeriksaan ini menggunakan sebuah alat ultrasonik yang diturunkan ke saluran makanan dan biasanya pasien dibius terlebih dahulu. Karena tepat di belakang jantung, pemeriksaan ini menghasilkan gambar pembekuan darah dan kelainan lainnya secara jelas dan tidak dapat dilakukan oleh trasthoracic echocardiogram.

Diagnosis stroke dengan Ultrasound atau ultrasonografi karotis

Ini merupakan cara lain yang digunakan dokter untuk memeriksa apakah ada penyempitan atau penggumpalan di dalam arteri yang menuju ke otak. Alat yang digunakan adalah alat berbentuk tongkat atau dikenal sebagai transduser. Melalui alat tersebut, gelombang suara berfrekuensi tinggi dikirimkan ke dalam leher. Gelombang yang mengalir melalui jaringan tubuh ini kemudian akan membentuk gambar. Dari gambar itulah dokter akan mengetahui titik-titik penyempitan pada arteri bilamana ada.

Jika diperlukan, pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan dalam kurun 48 jam. Pemindaian ultrasound seperti ini juga memiliki istilah lain yang dikenal secara umum, yakni duplex scan atau doppler scan.

Diagnosis stroke dengan Angiografi kateter

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan pewarna melalui arteri tulang belakang atau karotis. Hasil yang diperoleh pemeriksaan ini lebih rinci dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dengan pemeriksaan ultrasound, CT scan, atau MR angiography.

Jika stroke ditangani secara efektif, selain dapat menyelamatkan nyawa, cacat jangka panjang juga dapat dicegah. Para ahli dan dokter spesialis telah menetapkan standar penanganan stroke, di antaranya adalah:

  • Dalam penanganan pertama, segera hubungi rumah sakit untuk meminta ambulans.
  • Bawa pasien ke rumah sakit yang menyediakan penanganan dari dokter spesialis.
  • Lakukan pemindaian segera, misalnya CT scan atau MRI scan.
  • Tempatkan pasien di unit penanganan khusus stroke.
  • Pemeriksaan dampak kerusakan stroke, salah satunya dengan tes menelan.
  • Bawa pasien untuk menjalani rehabilitasi stroke.
  • Selalu beri dukungan pasien stroke agar dia dapat kembali hidup normal di tengah-tengah masyarakat.

Pengobatan stroke iskemik

Penanganan awal stroke iskemik akan berfokus untuk menjaga jalan napas, mengontrol tekanan darah, dan pengembalian aliran darah.

Pengembalian aliran darah ini dapat melalui penyuntikan tPA (Tissue Plasminogen Activator) pada vena ataupun arteri. Akan tetapi tidak semua pasien cocok dengan pengobatan ini. Pemberian tPA hanya efektif jika diberikan pada empat setengah jam pertama setelah serangan stroke mulai. Jika lewat jangka waktu tersebut, obat ini tidak terbukti memiliki dampak yang positif. Pada dasarnya, peluang untuk sembuh semakin besar jika tPA semakin cepat diberikan.

Untuk mengurangi kemungkinan pembekuan darah, pasien juga bisa diberikan obat anti trombosit seperti aspirin karena aspirin dapat mengurangi kadar kelengketan dalam sel-sel darah. Pasien bisa diberikan obat anti-platelet lainnya jika alergi terhadap aspirin.

Untuk mencegah pembekuan darah, pasien dapat diberikan obat-obatan antikoagulan, seperti heparin dan warfarin, yang bekerja dengan cara mengubah komposisi darah. Obat antikoagulan sangat cocok diberikan pada penderita stroke dengan detak jantung tidak beraturan. Sedangkan untuk masalah stroke yang berkaitan dengan kolesterol tinggi, kemungkinan dokter akan merekomendasikan statin guna menghambat enzim penghasil kolesterol di dalam organ hati..

Salah satu cara mencegah stroke iskemik adalah dengan menurunkan tekanan darah. Jika tekanan darah seseorang terlalu tinggi, maka dokter akan memberikan obat antihipertensi untuk menurunkannya, seperti obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), obat penghambat alfa dan beta (alpha- and beta-blocker), thiazide, dan obat penghambat saluran kalium (calcium channel blocker).

Penyempitan pembuluh darah karotis

Karotis adalah arteri atau pembuluh darah di leher yang berfungsi sebagai penyalur darah ke otak. Beberapa stroke iskemik terjadi akibat adanya penumpukan lemak yang menyempitkan pembuluh darah karotis. Penyempitan ini dikenal juga sebagai stenosis karotis (carotid stenosis).

Terkadang operasi diperlukan untuk mencegah kambuhnya stroke iskemik, salah satunya adalah endarterektomi karotis. Melalui prosedur ini, tumpukan lemak yang menghambat arteri karotis dibuang oleh dokter dengan sebuah pembedahan di leher pasien. Arteri katoris merupakan arteri yang terdapat di setiap sisi leher yang menuju ke otak. Meski efektivitas operasi endarterektomi karotis dalam mencegah stroke iskemik cukup tinggi, namun prosedur ini tidak sepenuhnya aman dilakukan pada pasien yang juga menderita kondisi lainnya, terutama penyakit jantung.

Selain endarterektomi karotis, operasi serupa yang juga bertujuan melancarkan arteri karotis adalah angioplasti. Namun pada operasi ini sayatan tidak dibuat langsung di leher, melainkan di pangkal paha. Kateter yang membawa sebuah balon khusus dan stent kemudian dimasukkan ke dalam arteri pangkal paha untuk selanjutnya diarahkan ke arteri karotis. Setelah berada dalam arteri karotis, balon digelembungkan untuk memperluas arteri yang tersumbat lalu disangga dengan stent.

Pengobatan stroke hemoragik

Pada kasus stroke hemoragik, pengobatan yang sifatnya darurat difokuskan untuk menghentikan pendarahan di dalam otak dan mengurangi tekanan pada organ tersebut. Selain memberi obat penurun tekanan di dalam otak, dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk menurunkan hipertensi, mencegah kejang dan mencegah penyempitan pembuluh darah (vasospasme)

Pemberian obat-obatan untuk melawan efek pengenceran darah pada pasien yang mengonsumsi warfarin atau obat-obatan anti-platelet, juga mungkin akan dilakukan.

Selain dengan obat, stroke hemoragik juga bisa ditangani dengan operasi. Operasi dilakukan untuk memperbaiki pembuluh darah yang pecah dan membersihkan darah di otak. Prosedur operasi ini disebut sebagai kraniotomi. Selama kraniotomi, bagian kecil tengkorak kepala akan dibuka. Kemudian dokter akan memperbaiki pembuluh darah yang rusak dan memastikan tidak ada pembekuan darah. Tulang tengkorak yang dibuka tadi akan dipasang kembali setelah pendarahan berhenti.

Setelah operasi, pasien akan diberikan fasilitas ventilator untuk membantunya bernapas. Ventilator memberi waktu pada tubuh pasien untuk pulih dan mengontrol pembengkakan di otak. Biasanya selama pemulihan, pasien akan diberikan obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah terjadinya kembali serangan stroke.

Pengobatan TIA (Transient Ischemic Attack) atau stroke ringan

TIA dapat mengarah pada serangan stroke yang lebih besar. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka dokter akan memberikan obat sesuai dengan penyebab terjadinya TIA. Obat-obatan yang akan diberikan dapat meliputi obat antiplatelet dan obat antikoagulasi.

Jika TIA terkait kolesterol dan tekanan darah tinggi, maka dokter akan memberi obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor) atau statin, atau bahkan kombinasi keduanya. Dalam beberapa kasus, prosedur operasi carotid endartectomy diperlukan jika TIA terjadi akibat penumpukan lemak pada arteri karotis.

Stroke dapat berdampak pada kehidupan dan kesejahteraan Anda dalam berbagai aspek. Proses rehabilitasinya spesifik dan tergantung kepada gejala yang Anda alami dan seberapa parah gejala tersebut. Sejumlah ahli dan spesialis bisa membantu. Di antaranya adalah psikolog, ahli terapi okupasi, ahli terapi bicara, perawat dan dokter spesialis, serta fisioterapi.

Kerusakan akibat stroke bisa meluas dan berlangsung lama. Sebelum pulih seperti sedia kala, penderita harus melakukan rehabilitasi dalam periode panjang. Namun sebagian besar dari mereka tidak akan pernah pulih sepenuhnya.

Dampak fisik serangan stroke

Ada beberapa dampak fisik yang terjadi akibat serangan stroke, di antaranya adalah kelumpuhan pada salah satu bagian sisi tubuh dan terganggunya koordinasi serta keseimbangan tubuh. Beberapa orang juga akan mengalami kelelahan ekstrim di beberapa minggu pertama setelah stroke.

Kelumpuhan pada bagian tubuh sebaiknya diperiksa oleh ahli fisioterapi yang nantinya akan menyusun rencana pengobatan. Fisioterapi biasanya akan dimulai setelah kondisi kesehatan pasien stabil. Postur tubuh dan keseimbangan adalah hal utama yang akan diperbaiki oleh ahli fisioterapi. Setelah itu pasien akan menjalani sesi singkat yang berlangsung beberapa menit. Durasi sesi akan meningkat seiring pulihnya kendali dan kekuatan otot pasien.

Ada dua target yang dibuat ahli fisioterapi, target jangka pendek dan target jangka panjang. Dalam target jangka pendek, pasien akan dilatih untuk melakukan gerakan sederhana seperti mengambil sebuah objek. Sedangkan dalam target jangka panjang, pasien dilatih untuk berdiri dan berjalan.

Dalam prosesnya, ahli fisioterapi tidak hanya bekerja sendiri. Anggota keluarga pasien pun bisa dilibatkan. Gunanya agar anggota keluarga pasien tersebut mampu melatih pasien saat berada di rumah.

Lama pemulihan fisik relatif. Fisioterapi bisa berlangsung beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun dan biasanya terapi dihentikan jika kondisi pasien tidak lagi memperlihatkan kemajuan.

Dampak kognitif serangan stroke

Salah satu atau beberapa fungsi kognitif dapat terganggu akibat stroke. Fungsi kognitif sendiri merupakan istilah yang digunakan para ahli untuk menggambarkan kemampuan otak mengolah informasi. Fungsi kognitif meliputi:

  • Daya ingat.
  • Konsentrasi.
  • Komunikasi baik secara tulis maupun lisan.
  • Kesadaran akan posisi tubuh terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Kemampuan melakukan aktivitas fisik seperti mandi atau makan.
  • Kemampuan melakukan fungsi eksekutif, seperti memecahkan masalah, membuat rencana, dan mempertimbangkan situasi.

Sebelum rencana rehabilitasi dan pengobatan dibuat, seluruh fungsi kognitif pasien sebaiknya diperiksa.

Dalam rehabilitasi, pasien akan diajarkan berbagai teknik pemulihan fungsi kognitif, salah satunya adalah terapi untuk memulihkan berkomunikasi. Ada juga cara untuk mengganti fungsi kognitif yang hilang, salah satunya dengan pemasangan alat bantu ingatan. Sebagian fungsi kognitif akan pulih setelah rehabilitasi, meski tidak seratus persen.

Kerusakan otak akibat stroke juga bisa meningkatkan terjadinya demensia vaskular. Demensia vaskular bisa terjadi langsung atau beberapa waktu setelah serangan stroke.

Dampak psikologis serangan stroke

Setelah orang terkena stroke, mereka bisa mengalami dampak psikologis berupa depresi atau gangguan kecemasan. Merasa marah, cemas, bingung, depresi, dan frustrasi adalah hal yang wajar.

Psikolog dapat memberikan nasihat dan motivasi agar stroke tidak terlalu berdampak pada kehidupan pasien, seperti kehidupan keluarga atau kehidupan seksualnya.

Salah satu terapi psikologis setelah stroke adalah terapi tingkah laku kognitif. Terapi ini bertujuan membantu pasien berpikiran positif. Selain terapi dari psikolog, dukungan orang-orang terdekat juga sangat penting untuk mengembalikan kondisi jiwa si pasien seperti sedia kala.

Masalah pada kemampuan berkomunikasi

Masalah dalam berbicara, memahami, membaca, dan menulis banyak dialami orang-orang setelah terserang stroke. Hal itu disebut sebagai afasia atau disfasia. Afasia terjadi akibat rusaknya bagian otak yang mengatur kemampuan bicara atau rusaknya otot-otot yang mendukung kemampuan tersebut. Untuk memulihkan kemampuan komunikasi, pasien akan ditangani oleh ahli terapi terkait.

Masalah pada daya penglihatan

Kadang-kadang beberapa orang mengalami gangguan penglihatan setelah stroke, seperti buta pada salah satu mata. Hal tersebut disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang menerima, mengolah, dan menerjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.

Kehidupan seks pascastroke dan cara menyiasatinya

Meski beberapa bagian tubuh orang yang pernah terserang stroke mengalami kelumpuhan, namun mereka masih bisa menikmati saat-saat intim bersama pasangan mereka. Mereka dapat mencoba sejumlah posisi yang sesuai dengan keadaan mereka. Berhubungan intim tidak membuat penderita lebih berisiko terkena stroke lagi jadi penderita tidak dilarang untuk berhubungan intim.

Beberapa obat stroke dapat menurunkan libido, karena itu diharapkan pasien berkonsultasi dengan dokter jika mengalami masalah tersebut. Ada beberapa obat yang bisa mengatasi masalah tersebut.

Masalah pada kandung kemih

Stroke dapat menyerang bagian otak yang mengendalikan pembuangan urine. Karena itu orang yang pernah terserang stroke bisa mengompol tanpa dia sadari.

Mengemudi kendaraan pasca stroke

Biasanya setelah terserang stroke, orang tidak dianjurkan untuk mengemudi selama satu bulan. Cepat atau lambatnya seseorang boleh mengemudi kembali akan tergantung kepada kerusakan jangka panjang yang mereka alami dan kendaraan apa yang akan mereka kemudikan. Dokter bisa membantu memutuskan apakah penderita boleh mengemudi kembali atau sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan.

Bagi perawat penderita stoke

Ada banyak cara untuk mendukung keluarga atau teman yang pernah terserang stroke agar rehabilitasi mereka cepat mengalami kemajuan, di antaranya:

  • Membantu memotivasi penderita dalam mencapai target jangka panjang.
  • Beradaptasi dengan kondisi mereka, seperti berbicara perlahan jika mereka mengalami masalah komunikasi.
  • Ikut terlibat dalam latihan fisioterapi.
  • Memberikan dukungan moril dan keyakinan bahwa kondisi mereka akan pulih seiring waktu.

Rasa frustrasi dan kesepian kerap dialami mereka yang merawat orang yang pernah terserang stroke. Karena itu beberapa saran yang diuraikan di bawah ini diharapkan bisa membantu.

Siapkan hati untuk menghadapi perubahan perilaku

Kepribadian orang yang pernah terserang stroke kerap mengalami perubahan dan kadang-kadang perilakunya bisa tidak rasional. Contohnya mereka bisa menjadi pemarah dan pembenci. Hal tersebut disebabkan oleh dampak psikologis dan kognitif. Meski menjengkelkan, cobalah untuk tidak diambil hati. Ingat bahwa kepribadian asli mereka akan kembali setelah rehabilitasi mereka mengalami kemajuan.

Berusaha untuk tetap sabar dan berpikiran positif

Sikap sabar dan pikiran positif sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan orang yang pernah terserang stroke. Sering kali rehabilitasi berjalan lama dan membuat kita frustrasi. Namun percayalah, akan ada periode di mana kemajuan tercapai. Berusahalah untuk menyemangati dan memuji sekecil apa pun kemajuan karena dengan begitu, penderita akan terus termotivasi untuk mencapai target jangka panjang mereka.

Penting untuk sedikit meluangkan waktu untuk diri sendiri

Jangan abaikan kesehatan fisik maupun psikologis Anda sendiri, meski Anda sedang merawat orang yang pernah mengalami stroke. Bersosialisasi dengan teman-teman atau berekreasi dapat menjernihkan pikiran dan membantu Anda mengatasi situasi dengan lebih baik.

Peluang penderita stroke untuk dapat hidup normal kembali

Walaupun penderita telah menjalani pengobatan, stroke tidak bisa pulih sepenuhnya. Berikut adalah peluang yang dimiliki oleh seorang penderita stroke pada umumnya:

  • Sepertiga pasien stroke pulih sepenuhnya meski harus terus didukung agar dapat menjalani hidup normal.
  • Sepertiga pasien stroke pulih, tapi mengalami kelumpuhan. Mulai dari kelumpuhan ringan seperti perlu dibantu saat mandi, hingga kelumpuhan berat seperti tidak bisa bangun sama sekali.
  • Sepertiga pasien stroke tidak pulih sama sekali dan meninggal dalam kurun waktu satu tahun, bahkan sebagian besar dari mereka meninggal di rumah sakit pada beberapa minggu awal.

Cara terbaik mencegah stroke adalah dengan berolahraga secara teratur, makan makanan bergizi dan sehat, tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, tidak merokok, dan hindari atau atasi stres. Selain itu apabila Anda menderita penyakit yang bisa memicu stroke seperti diabetes, fibrilasi atrium di mana jantung berdetak secara tidak normal (aritmia), hipertensi atau tekanan darah tinggi, serta gangguan tidur yang disebut sleep apne, kontrol dan obati seluruh kondisi tersebut dengan baik.

Mencegah stroke melalui pola makan

Makanan yang buruk adalah penyebab utama seseorang terserang stroke. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan garam tinggi harus dihindari. Makanan-makanan tersebut bisa menyebabkan terjadinya penimbunan kolesterol di dalam arteri, obesitas, diabetes, dan darah tinggi yang semuanya merupakan pemicu stroke. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.

Makanan yang disarankan bagi kesehatan adalah makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Seluruh makanan tersebut bisa Anda peroleh pada sayur, buah, biji-bijian utuh, dan daging rendah lemak seperti dada ayam.

Berikut ini adalah daftar makanan yang sebaiknya Anda waspadai karena mengandung lemak jenuh yang tinggi:

  • Potongan daging berlemak.
  • Makanan atau minuman yang bersantan.
  • Krim.
  • Kue dan biskuit.
  • Makanan yang mengandung kelapa atau minyak sawit.
  • Keju.
  • Mentega.

Agar kadar kolesterol dalam tubuh Anda berkurang, maka diet Anda harus seimbang. Diet seimbang mencakup makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, di antaranya:

  • Buah avokad.
  • Minyak ikan.
  • Minyak zaitun, minyak nabati, minyak dari bunga matahari, serta biji rapa.
  • Kacang dan biji-bijian.

Mencegah stroke dengan olahraga

Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olah raga juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan serta tekanan darah pada tingkat yang sehat.

Tingkat kolesterol yang disarankan para ahli kesehatan adalah 5 milimol/liter darah, sedangkan tekanan darah yang sehat berada di kisaran 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Tekanan darah diukur menggunakan dua bilangan. Bilangan pertama mewakili tekanan jantung saat memompa darah ke seluruh tubuh atau dikenal sebagai tekanan sistolik. Sedangkan bilangan kedua mewakili tekanan jantung saat beristirahat untuk menunggu kontraksi atau detak jantung berikutnya dan ini dikenal sebagai tekanan diastolik.

Bagi Anda yang berusia 19-64 tahun, pastikan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit seminggu yang dibagi ke dalam beberapa hari, ditambah dengan latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu. Yang termasuk aktivitas aerobik intensitas sedang antara lain jalan cepat atau bersepeda. Adapun yang termasuk latihan kekuatan antara lain membawa beban berat (seperti belanjaan), yoga, latihan beban, ataupun push-up dan sit-up.

Namun bagi mereka yang baru sembuh dari stroke, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai kegiatan olahraga. Olahraga teratur biasanya mustahil dilakukan di beberapa minggu atau bulan pertama setelah stroke, namun Anda sudah bisa mulai berolahraga setelah rehabilitasi mengalami kemajuan.

Berhentilah merokok

Risiko stroke meningkat dua kali lipat jika Anda merokok karena rokok dapat mempersempit arteri dan membuat darah cenderung menggumpal. Dengan Anda tidak merokok, maka kesehatan Anda dapat meningkat serta terhindar dari masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.

Hindari konsumsi minuman keras

Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika minuman keras dikonsumsi secara berlebihan, maka Anda rentan terhadap berbagai penyakit pemicu stroke seperti diabetes,tekanan darah tinggi, dan penyumbatan pembuluh arteri. Konsumsi minuman keras berlebihan juga dapat membuat detak jantung menjadi tidak teratur.

Stroke dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah kesehatan lainnya atau komplikasi, dan sebagian besar komplikasi tersebut dapat membahayakan nyawa si penderita.

Selain kematian, komplikasi stroke meliputi:

  • Aritmia (detak jantung tidak beraturan) dan infark miokardial (kematian sel-sel jantung)
  • Pneumonia dan edema paru
  • Disfagia (kesulitan menelan) dan aspirasi
  • Trombosis vena
  • Infeksi saluran kencing, tidak dapat menahan kencing (inkontinensia urine), dan tidak dapat melakukan kegiatan seksual (disfungsi seksual)
  • Perdarahan di saluran cerna
  • Mudah jatuh sehingga mengalami patah tulang
  • Depresi

Berikut penjelasan lebih jauh mengenai komplikasi-komplikasi yang umumnya muncul.

Trombosis vena dalam atau penggumpalan darah pada kaki

Lima persen orang-orang akan mengalami penggumpalan darah di kaki mereka setelah terserang stroke. Kondisi tersebut dikenal sebagai trombosis vena dalam. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang-orang yang tidak mampu lagi menggerakkan kaki mereka secara normal. Dengan terhentinya gerakan otot kaki, maka aliran di dalam pembuluh darah kaki menjadi lebih pelan dan tekanan darah akan meningkat. Hal ini meningkatkan risiko untuk terjadinya penggumpalan darah.

Gejala-gejala trombosis vena dalam pada kaki antara lain:

  • Rasa sakit.
  • Pembengkakan.
  • Kaki terasa sakit saat ditekan.
  • Kulit kaki tampak berwarna kemerahan.
  • Kulit kaki terasa hangat.

Jika Anda mengalami trombosis vena dalam, maka Anda membutuhkan penanganan yang cepat karena pembekuan tersebut kemungkinan dapat beralih ke paru-paru. Kondisi tersebut dikenal sebagai emboli paru dan dapat mengakibatkan kematian.

Trombosis vena dalam dapat diobati dengan obat anti pembekuan. Dokter mungkin akan menyarankan Anda memakai stoking varises jika Anda berisiko terkena trombosis vena dalam di masa yang akan datang. Penggunaan stoking varises dimaksudkan untuk mengurangi tekanan darah pada kaki Anda.

Hidrosefalus atau tingginya produksi cairan serebrospinal

Sekitar sepuluh persen orang yang mengalami stroke hemoragik akan terkena hidrosefalus. Hidrosefalus adalah komplikasi yang terjadi akibat berlebihannya produksi cairan serebrospinal di dalam rongga otak. Produksi berlebihan tersebut disebabkan oleh dampak kerusakan stroke hemoragik. Gejalanya adalah mual dan muntah, kehilangan keseimbangan, dan sakit kepala.

Cairan serebrospinal berfungsi untuk melindungi otak dan saraf tulang belakang, serta berfungsi untuk mengangkat kotoran dari sel-sel otak. Cairan serebrospinal mengalir secara terus-menerus melalui seluruh bagian dalam dan permukaan otak, serta saraf tulang belakang. Sisa cairan serebrospinal biasanya dibuang dari otak untuk selanjutnya diserap oleh tubuh.

Hidrosefalus dapat diobati. Biasanya dokter akan memasang sebuah selang ke dalam otak untuk membuang kelebihan cairan tersebut.

Disfagia atau kesulitan menelan

Kerusakan yang disebabkan oleh stroke dapat mengganggu refleks menelan, akibatnya partikel-partikel makanan bisa masuk ke dalam saluran pernapasan. Masalah dalam menelan tersebut dikenal sebagai disfagia. Disfagia dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru dan dapat memicu pneumonia atau infeksi paru-paru.

Agar komplikasi yang berasal dari disfagia bisa dihindari, ketika makan, pasien stroke bisa dibantu dengan sebuah selang. Selang tersebut dimasukkan ke dalam hidung, lalu diteruskan ke dalam perut mereka. Namun adakalanya selang tersebut bisa juga langsung dihubungkan ke perut pasien melalui operasi. Lamanya pasien membutuhkan selang makanan bervariasi, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Namun jarang ada pasien yang harus menggunakan selang makanan selama lebih dari enam bulan.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT