Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Striktur uretra

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Striktur uretra adalah kondisi di mana uretra menyempit sehingga bisa menghambat aliran urine. Hambatan aliran urine bisa menyebabkan munculnya berbagai masalah medis pada saluran urine, termasuk peradangan atau infeksi.

Uretra adalah saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh seseorang. Umumnya, penderita striktur uretra adalah kaum pria, karena wanita memiliki uretra lebih pendek dibanding pria.

Gejala Striktur Uretra

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Beberapa gejala yang umumnya dirasakan para penderita striktur uretra adalah:

  • Rasa nyeri dan panas saat buang air kecil.
  • Lemahnya aliran urine atau berkurangnya jumlah urine.
  • Ketidakmampuan mengontrol proses buang air kecil.
  • Keinginan buang air kecil yang lebih sering dan mendadak.
  • Keluarnya cairan selain urine dari uretra.
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil.
  • Munculnya darah pada cairan sperma atau urine.
  • Penis terasa nyeri dan bengkak.
  • Warna urine agak kegelapan.
  • Rasa nyeri dalam rongga panggul atau perut bagian bawah.

Penyebab Striktur Uretra

Striktur uretra biasanya disebabkan oleh proses peradangan dinding saluran atau adanya bekas luka pada jaringan dinding uretra. Bekas luka bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti pembedahan pada dinding uretra maupun pada prostat, infeksi saluran kemih yang berulang dan tidak terobati dengan baik, atau cedera akibat pemasangan kateter, implan penis dengan prosthetic penile, atau jatuh di atas sepeda.

Faktor selain peradangan dan bekas luka , kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya striktur uretra adalah:

  • Bayi yang terlahir dengan kondisi ini.
  • Radiasi.
  • Tumor yang berlokasi di dekat uretra atau tumor uretra itu sendiri.
  • Panggul retak atau cedera di area panggul.

Beberapa kondisi lain yang meningkatkan risiko seseorang terkena striktur uretra adalah:

  • Pembesaran prostat.
  • Baru-baru ini dipasangi kateter.
  • Terkena uretritis yang kemungkinan disebabkan infeksi dan penyakit menular seksual.

Diagnosis Striktur Uretra

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis striktur uretra adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian tubuh sekitar penis untuk mencari adanya tanda-tanda akibat striktur uretra. Misalnya terdapat bagian tubuh di area penis yang membengkak dan teraba keras.
  • Tes urine. Dokter akan mengukur laju aliran urine ketika buang air kecil serta memeriksa kandungan bakteri dan adanya darah pada urine.
  • Sistoskopi. Dokter akan memasukkan selang kecil berkamera ke dalam tubuh untuk memeriksa kandung kemih dan uretra.
  • Uretrogram retrograde. Pada prosedur ini, dokter akan mengambil pencitraan saluran uretra untuk memeriksa kondisinya.
  • Tes infeksi/penyakit menular seksual. Terutama untuk klamidia dan gonore.

Pengobatan dan Pencegahan Striktur Uretra

Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi striktur uretra yaitu:

  • Dilator uretra. Dokter akan memasukkan kabel kecil ke dalam uretra hingga ke kandung kemih untuk memulai prosedur melebarkan saluran uretra.
  • Kateter permanen. Dokter akan memasang kateter permanen jika striktur uretra sudah parah.
  • Pembedahan (Uretroplasti). Pada prosedur ini, dokter akan mengangkat jaringan dinding yang membuat uretra menyempit dan membentuk ulang uretra.
  • Membelokkan aliran urine. Dokter akan memasang kateter pada perut untuk membelokkan dan mengeringkan aliran urine di uretra yan sebenarnya.

Selain berbagai prosedur di atas, dokter juga bisa menyarankan resep antibiotik jangka panjang untuk mencegah infeksi urine. Obat ini akan terus diberikan hingga striktur uretra sudah bisa dilebarkan.

Segera berkonsultasi ke dokter untuk mengobati striktur uretra. Mengobatinya sedini mungkin akan mencegah seseorang mengalami komplikasi berbahaya. Komplikasi striktur uretra adalah retensi urine, artinya urine tidak bisa keluar dari tubuh. Akibatnya antara lain:

  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan kandung kemih.

Salah satu penyebab striktur uretra adalah penyakit menular seksual, oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan hubungan seksual yang aman sebagai langkah pencegahan utama dari striktur uretra.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT