Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Sirosis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Sirosis adalah kondisi terbentuknya jaringan parut di hati akibat kerusakan hati jangka panjang (kronis). Penyakit ini berkembang secara perlahan dan mengakibatkan jaringan yang sehat digantikan oleh jaringan parut. Jaringan parut akan menghambat aliran darah yang melewati hati sehingga kinerja hati menjadi terganggu atau bahkan terhenti.

Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas dan menyebabkan hati tidak bisa berfungsi dengan baik. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung selama bertahun-tahun. Umumnya, penanganan dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya.

Hati adalah organ padat paling besar yang berada di dalam tubuh manusia. Hati memiliki banyak fungsi penting bagi tubuh, berikut ini beberapa fungsi hati di dalam tubuh.

  • Menyimpan nutrisi berlebih dan mengembalikan sebagian nutrisi ke dalam aliran darah.
  • Memproduksi protein dalam darah untuk membantu penggumpalan, pengiriman oksigen, dan fungsi kekebalan tubuh.
  • Membantu menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  • Menyingkirkan unsur berbahaya dalam aliran darah, termasuk di antaranya minuman keras dan obat-obatan.
  • Menghancurkan lemak jenuh dan menghasilkan kolesterol.
  • Memproduksi cairan empedu, yaitu unsur yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.

Pada dasarnya, hati adalah organ yang sangat tangguh karena dapat terus bekerja meski dalam keadaan rusak. Hati akan berusaha memperbaiki dirinya sendiri hingga organ ini benar-benar rusak dan tidak bisa berfungsi lagi.

Gejala Sirosis

Sirosis pada tahap awal hanya memunculkan sedikit gejala, tapi ketika fungsi hati sudah berkurang secara signifikan akan muncul gejala-gejala seperti:

  • Kehilangan selera makan.
  • Keletihan, kekurangan energi, dan mudah mengantuk.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau edema.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
  • Demam dan menggigil.
  • Sesak napas.
  • Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice).
  • Mual dan muntah.
  • Muntah darah.
  • Perubahan warna pada urine dan tinja (kadang disertai darah).
  • Kulit mengalami gatal-gatal.

Penyebab Sirosis

Sirosis disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya akibat virus hepatitis B, virus hepatitis C, mengonsumsi minuman keras berlebihan, dan beberapa kondisi lain yang bisa merusak jaringan hati.

Diagnosis Sirosis

Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendiagnosis sirosis, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan mengamati perubahan fisik yang terjadi pada pasien.
  • Tes darah. Sampel darah diambil untuk mengetahui tingkat fungsi hati dan kerusakan jika ada.
  • Pencitraan. CT scan, MRI, ultrasound, dan beberapa prosedur pencitraan lain mungkin diperlukan untuk melihat kondisi hati.
  • Biopsi. Pengambilan sampel jaringan dari hati.

Pengobatan Sirosis

Sirosis tidak bisa disembuhkan. Pengobatan dilakukan untuk menghambat perkembangan penyebab dasar yang mengakibatkan munculnya sirosis sejak awal. Selain itu, pengobatan dilakukan untuk memperlambat kerusakan jaringan hati, serta menangani gejala dan juga komplikasi yang muncul akibat sirosis.

Misalnya, mengonsumsi obat antivirus untuk mengatasi hepatitis C akan membantu mencegah sirosis bertambah parah. Kemudian Anda akan diminta untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman keras, serta menurunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas.

Jaringan rusak akibat sirosis bisa menyebabkan fungsi hati berhenti jika sudah memasuki tahapan lanjutan. Pada kondisi ini, satu-satunya pilihan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan transplantasi hati.

Pencegahan Sirosis

Pencegahan sirosis yang disebabkan oleh konsumsi minuman keras yang berlebihan dapat dilakukan dengan membatasi diri dalam mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu, sirosis bisa disebabkan oleh penyakit hepatitis. Hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman, sehingga memastikan kebersihan makanan dan minuman merupakan langkah pencegahan yang paling tepat. Hepatitis B dan C adalah penyakit menular yang bisa diderita melalui hubungan seks yang tidak aman atau berbagi jarum suntik di antara sesama pengguna narkotika suntik. Agar tidak terjangkit hepatitis B dan C, sebaiknya Anda menggunakan kondom saat berhubungan seks bebas atau tidak berbagi jarum suntik. Vaksinasi juga tersedia untuk mencegah penyakit hepatitis B, tapi belum tersedia vaksin untuk hepatitis C.

Gejala yang muncul pada sirosis tergantung pada tingkat keparahannya. Pada tahap awal, gejala yang muncul hanya sedikit atau bahkan penderita tidak merasakan gejala apapun. Ketika sirosis bertambah parah, maka gangguan yang muncul akan makin dirasakan dengan jelas. Hati tetap bisa berfungsi meski dalam keadaan rusak, tapi pada akhirnya akan berhenti berfungsi saat kerusakan jaringan sudah menyebar luas. Berikut adalah beberapa gejala sirosis yang umum terjadi.

  • Kehilangan selera makan.
  • Keletihan atau kekurangan energi.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki dan perut atau edema.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
  • Mudah berdarah dan memar, seperti gusi berdarah dan mimisan.
  • Area di sekitar hati akan terasa sakit saat ditekan.
  • Pembuluh darah kapiler akan terlihat pada kulit di atas wilayah pinggang.
  • Demam dan serangan menggigil.
  • Rambut rontok.
  • Kulit dan putih mata berwarna kuning atau sakit kuning (jaundice).
  • Mual dan muntah.
  • Kulit terasa gatal.
  • Ensefalopati. Kondisi di mana racun memengaruhi otak karena hati tidak bisa menghilangkannya dari tubuh manusia. Gejala yang muncul seperti perubahan kepribadian, kesulitan tidur atau insomnia, penurundan daya ingat, kebingungan, dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Jika Anda didiagnosis dengan sirosis, di bawah ini ada beberapa gejala yang cukup serius dan harus segera mendapat pertolongan medis apabila Anda mengalaminya, yaitu:

  • Serangan demam dan tubuh menggigil.
  • Muntah darah.
  • Tinja berwarna gelap.
  • Sesak napas.
  • Mudah mengantuk.
  • Mengalami kebingungan.

Muntah darah dan tinja berwarna gelap bisa terjadi ketika sirosis sudah memasuki stadium akhir. Hal ini terjadi karena darah tidak bisa mengalir dengan benar menuju hati. Kondisi ini menyebabkan tekanan darah meningkat terutama pada pembuluh darah yang membawa darah dari sistem pencernaan menuju hati. Darah terpaksa melintasi pembuluh darah yang lebih kecil dan lebih rapuh yang berada di perut dan kerongkongan. Hal ini terjadi akibat meningkatnya tekanan darah.

Pembuluh darah yang kecil dan rapuh ini bisa pecah jika tekanan darah cukup tinggi. Akibatnya akan terjadi pendarahan dalam dan kondisi ini akan terlihat ketika muncul darah saat muntah atau buang air besar.

Hati yang sehat berfungsi membuang racun dari dalam tubuh. Ketika hati rusak dan racun tidak bisa terbuang, organ-organ lain yang berhubungan tidak akan bekerja dengan baik dan bisa menyebabkan kematian.

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan sirosis. Penyebab sirosis yang umum adalah karena konsumsi alkohol yang berlebihan, serta penyakit hepatitis B dan C. Terkadang, sirosis tidak memiliki penyebab yang jelas. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sirosis.

Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada hati. Sirosis akan muncul apabila hepatitis tidak ditangani dan hati akan rusak serta kehilangan fungsinya setelah bertahun-tahun. Penyebab yang umum adalah hepatitis B dan C.

Konsumsi Minuman Keras Secara Berlebihan

Alkohol adalah salah satu jenis racun yang bisa diproses dan dihancurkan hati, tapi alkohol dapat merusak dan melukai sel-sel hati jika dikonsumsi secara berlebihan. Reaksi dan kemampuan masing-masing orang dalam memproses alkohol berbeda-beda. Namun secara umum, rekomendasi yang disarankan adalah tidak lebih dari 2 unit alkohol per hari. Dua unit alkohol ini sederhananya sama dengan kurang lebih 1.5 kaleng bir atau 1.5 gelas anggur (wine). Perlu diingat bahwa masing-masing minuman keras memiliki kadar alkohol yang berbeda, sehingga jumlahnya pun harus disesuaikan agar tidak melebihi batas maksimal per hari.

Sirosis yang disebabkan oleh ketergantungan pada minuman keras biasanya mulai berkembang setelah kecanduan miras selama sepuluh tahun atau lebih. Namun, beberapa orang lebih mudah mengalami kerusakan hati. Wanita juga lebih rentan terserang kerusakan organ hati dibandingkan pria.

Tiga tahapan perkembangan sirosis pada orang yang mengonsumsi minuman keras secara berlebihan akan dijelaskan pada keterangan di bawah ini.

  • Tahap pertama. Pada tahap ini akan terjadi pembengkakan hati atau fatty liver. Pengonsumsi miras berlebihan kemungkinan besar akan mengalami kondisi ini. Kondisi ini adalah efek samping dari hati yang sedang menghancurkan alkohol. Setelah konsumsi alkohol dikurangi, kondisi bisa menghilang.
  • Tahap kedua. Pada tahap ini akan terjadi hepatitis alkoholik, kondisi ketika hati mengalami inflamasi. Jika memburuk, hepatitis alkoholik bisa menyebabkan gagal hati dan mengakibatkan kematian.
  • Tahap ketiga. Sekitar satu dari sepuluh orang yang mengonsumsi minuman keras secara berlebihan mencapai tahapan ini. Pada tahap terakhir ini, terjadi sirosis.

Disarankan untuk melakukan pembatasan konsumsi alkohol seperti yang dijelaskan di atas untuk menurunkan risiko terkena sirosis atau hepatitis alkoholik.

Perlemakan Hati Non-alkoholik

Perlemakan hati non-alkoholik adalah penyakit hati parah yang bisa mengakibatkan munculnya sirosis. Kondisi ini diawali dengan penimbunan lemak berlebihan di hati. Lemak yang menumpuk akan menyebabkan inflamasi dan kerusakan dan akhirnya menjadi sirosis. Orang yang mengalami kondisi ini tidak menyadari hingga munculnya sirosis dan fungsi hati sudah terkena dampaknya. Perlemakan hati non-alkoholik biasanya terjadi pada kelompok orang-orang:

  • Penderita diabetes.
  • Penderita obesitas.
  • Penderita kelesterol tinggi.
  • Penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Penyakit Hati Autoimun

Kondisi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan atau organ tubuh yang sehat. Pada umumnya, sistem kekebalan tubuh manusia akan menyerang bakteri maupun virus ketika terjadi infeksi. Jika Anda memiliki penyakit hati autoimun, jaringan hati yang sehat akan diserang oleh sistem kekebalan tubuh. Salah satu contoh penyakit hati autoimun adalah sirosis bilier primer.

Sindrom Budd-Chiari

Kondisi ketika darah menggumpal dan menghalangi pembuluh darah yang seharusnya mengalirkan darah dari organ hati.

Penyakit Keturunan

Hemokromatosis, penyakit Wilson, dan fibrosis kistikmerupakan penyakit yang muncul karena faktor genetika. Hemokromatosis adalah penimbunan zat besi pada hati dan juga bagian lain dari tubuh manusia. Sedangkan penyakit Wilson adalah penimbunan tembaga pada organ hati dan bagian tubuh lainnya.

Fibrosis kistik adalah kondisi yang memengaruhi semua kelenjar tubuh yang memproduksi lendir dan keringat. Fibrosis kistik dapat menyebabkan lendir atau mukosa menjadi kental dan lengket.

Selain kondisi-kondisi di atas, sirosis juga bisa disebabkan oleh kanker saluran empedu dan kanker pankreas. Kedua kondisi tersebut menyebabkan terhambatnya saluran empedu pada tubuh. Cairan empedu yang dihasilkan oleh hati akan menumpuk dan akhirnya menyebabkan inflamasi dan sirosis. Beberapa obat-obatan juga bisa menjadi penyebab munculnya sirosis, meski hal ini cukup jarang terjadi. Contoh obat-obatan yang bisa menyebabkan sirosis adalah amiodarone dan methotrexate.

Riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter ketika dia mencurigai Anda menderita siriosis. Hal ini dilakukan untuk mencari gejala-gejala dan tanda-tanda apakah terdapat penyakit hati kronis. Jika terdapat kemungkinan organ hati Anda rusak, beberapa tes akan dilakukan untuk memastikan diagnosis penyakit yang Anda alami. Beberapa prosedur yang dilakukan adalah:

  • Tes darah. Sampel darah diambil untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati. Tes ini dilakukan dengan mengukur kerusakan dan fungsi organ hati Anda. Tes ini akan menghitung tingkat enzim alanine transaminase atau ALT dan enzim aspartate transferase atau AST di dalam darah. ALT juga dikenal sebagai SGT dan AST sebagai SGOT. Jika terjadi peradangan pada hati, tingkat kedua enzim akan meningkat. Kondisi ini disebut sebagai hepatitis.
  • Pencitraan. CT scan, MRI, dan ultrasound dilakukan untuk memeriksa kondisi organ hati Anda. Pencitraan ini dilakukan untuk memeriksa apakah terdapat luka atau kerusakan pada organ hati.
  • Biopsi. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari organ Hasil dari biopsi ini akan memastikan diagnosis sirosis dan bisa memberikan informasi lebih banyak tentang penyebabnya.
  • Endoskopi. Sebuah alat khusus akan dimasukkan ke kerongkongan. Tampilan gambar kerongkongan dan lambung akan terlihat dari sebuah monitor untuk melihat apakah terdapat pembuluh darah yang membengkak sebagai tanda terdapatnya sirosis.

Pemeriksaan Lanjutan Sirosis

Ketika hasil dari tes diagnosis sirosis sudah dapat dipastikan, dokter akan melakukan penilaian dengan metode Child-Pugh, yaitu prosedur lanjutan untuk mengetahui tingkat keparahan sirosis yang diderita pasien.Prosedur ini akan menentukan apakah Anda menderita sirosis ringan, menengah, atau parah.

Selain metode Child-Pugh, ada metode alternatif yang bisa dilakukan, yaitu model of end-stage liver disease (MELD). Sama seperti metode pertama, metode ini juga menggunakan hasil tes darah untuk memastikan kondisi pasien. Dari pemerikasaan itu akan diketahui apakah pasien harus melakukan transplantasi hati atau tidak.

Penderita sirosis berisiko mengalami kanker hati. Meski peningkatan risikonya kecil, tapi akan terus naik seiring berjalannya waktu. Jenis kanker hati yang paling umum pada penderita sirosis adalah hepatocellular carcinoma atau HCC. Disarankan bagi penderita sirosis untuk melakukan pemeriksaan kanker ini secara rutin. Pemeriksaan bisa dilakukan enam bulan sekali dengan ultrasound dan tes darah.

Pengobatan yang dilakukan pada sirosis bertujuan memperlambat kerusakan yang sudah terjadi pada jaringan hati dan juga mencegah atau mengobati gejala-gejala yang muncul serta mengatasi komplikasi dari sirosis.

Sirosis tidak bisa disembuhkan karena hati telah mencapai tingkat kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi. Namun, penyebab dasar munculnya penyakit hati dapat diketahui dan ditangani. Penanganan dilakukan agar sirosis yang sudah terjadi tidak bertambah parah.

Untuk membantu meredakan gejala yang muncul akibat sirosis, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Menggunakan krim untuk mengatasi rasa gatal yang muncul.
  • Mengonsumsi menu makanan rendah sodium dan tablet diuretik untuk menurunkan jumlah cairan di dalam tubuh.
  • Menggunakan tablet untuk menurunkan hipertensi di pembuluh darah yang mengirimkan darah ke hati. Selain itu, obat ini bisa digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi yang terjadi.

Obat-obatan untuk Sirosis

Obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi penyebab dasar dari munculnya kerusakan pada organ hati berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya. Obat yang akan diresepkan dokter adalah:

  • Obat antivirus akan diberikan jika Anda menderita hepatitis virus.
  • Obat steroid (kortikosteroid) atau imunosupresan akan diberikan jika Anda menderita hepatitis autoimun.

Perubahan Gaya Hidup untuk Menghambat Sirosis

Apabila Anda didiagnosis menderita sirosis, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mencegah agar sirosis tidak bertambah parah. Beberapa cara berikut ini bisa dilakukan untuk mengurangi risiko berkembangnya sirosis hingga memunculkan komplikasi atau penyakit lain.

  • Menghindari minuman keras. Apa pun penyebab dasar penyakit sirosis Anda, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi minuman keras. Mengonsumsi minuman keras atau alkohol dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit sirosis.
  • Berolahraga. Tubuh tidak mampu menyimpan glikogen (karbohidrat yang memberikan energi jangka pendek) dengan baik saat jaringan hati rusak. Saat kondisi ini terjadi, pada masa setelah dan sebelum makan, tubuh akan menggunakan jaringan ototnya sebagai sumber energi. Kondisi ini akan menyebabkan otot melemah dan jumlahnya berkurang. Olahraga secara teratur bisa menurunkan risiko pelemahan otot.
  • Menurunkan berat badan. Apabila memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, Anda disarankan untuk menurunkan berat badan.
  • Pola makan sehat. Penderita sirosis sering mengalami mala Sangat penting bagi Anda yang mengalami sirosis untuk mengonsumsi menu makanan yang sehat dan seimbang. Menghindari makanan asin atau garam pada makanan akan mengurangi risiko Anda mengalami pembengkakan kaki dan perut yang disebabkan penimbunan cairan dalam tubuh.
  • Menu penambah energi. Penurunan jumlah otot dan kelemahan otot dapat ditangani dengan mengonsumsi camilan sehat di antara jam makan. Hal ini dapat menambahkan asupan kalori dan protein yang dibutuhkan tubuh. Daripada mengonsumsi satu atau dua kali makan besar, lebih baik mengonsumsi tiga hingga empat kali makan dalam porsi kecil tiap harinya.
  • Gaya hidup bersih. Menjalani gaya hidup bersih akan menghindarkan Anda dari bahaya infeksi virus maupun bakteri.
  • Vaksinasi. Terdapat beberapa program vaksinasi untuk mencegah terjadinya infeksi yang terjadi, baik oleh virus maupun bakteri. Tanyakan kepada dokter tentang program vaksinasi yang tersedia sebagai langkah pencegahan.
  • Konsumsi obat bebas. Sirosis dapat memengaruhi tubuh Anda dalam memproses obat-obatan. Sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan yang bisa dibeli secara bebas, sebaiknya tanyakan pada dokter atau apoteker tentang interaksi obat tersebut dengan sirosis.

Transplantasi Hati

Jika jaringan organ hati mengalami kerusakan parah, maka organ tersebut berpotensi untuk tidak bekerja sama sekali. Pada kasus seperti ini, satu-satunya pilihan penanganan yang tersedia adalah transplantasi organ hati. Organ hati Anda yang sudah rusak akan digantikan oleh organ hati baru yang sehat dari pendonor.

Prosedur ini bisa membutuhkan waktu lama. Pasalnya, lebih banyak pasien ingin mendapatkan donor hati daripada orang yang ingin mendonorkan organ hatinya. Tes lanjutan yang lebih mendetail diperlukan sebelum pelaksanaan transplantasi hati. Tes ini berfungsi memastikan kandidat penerima organ hati memiliki kondisi kesehatan yang baik sebelum menjalani operasi transplantasi.

Sirosis dan Diabetes

Pasien yang mengidap penyakit diabetes tipe 2dan menderita sirosis pada waktu yang sama harus lebih waspada karena diabetes yang dialami bisa bertambah parah. Sebab, sirosis bisa meningkatkan resistansi tubuh terhadap insulin yang digunakan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Bicarakan dengan dokter jika Anda menderita gejala sirosis saat menderita diabetes.

Komplikasi dan Penanganannya

Kasus sirosis yang cukup parah dapat menimbulkan komplikasi dan kondisi ini harus ditangani secara serius. Berikut ini beberapa komplikasi dan penanganan yang bisa dilakukan pada sirosis.

Penimbunan cairan pada perut dan kaki

Komplikasi paling umum dari sirosis yang cukup parah adalah ascites dan edema. Ascites adalah penumpukan cairan di sekitar area perut, sedangkan edema adalah penumpukan cairan di bagian tubuh seperti sekitar kaki dan pergelangan kaki. Kedua kondisi ini harus ditangani secepat mungkin. Jika terjadi penumpukan cairan sebanyak 20-30 liter pada bagian perut, Anda akan kesulitan untuk makan dan bahkan untuk bernapas.

Ascites dan edema bisa diatasi dengan menghindari garam di dalam menu makanan. Selain itu, Anda perlu mengonsumsi tablet diuretik, seperti spironolactone dan furosemide. Jika cairan dalam perut terinfeksi, Anda perlu mengonsumsi antibiotik. Apabila ascites yang diderita sudah sangat parah, cairan pada perut mungkin perlu dikeringkan dengan menggunakan pipa.

Pembengkakan varises

Jika terdapat pembengkakan pembuluh darah di dalam esofagus atau kerongkongan, maka Anda akan mengalami muntah darah atau buang air besar disertai darah. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah varises esofagus. Anda harus segera ke instalasi gawat darurat atau IGD untuk mendapatkan pertolongan secepatnya karena ini adalah kondisi yang serius.

Untuk mengurangi risiko perdarahan dan tingkat keparahan perdarahan yang muncul, obat penghambat beta (misalnya propranolol) akan diberikan. Selain obat-obatan, terdapat beberapa prosedur lain yang bisa dilakukan untuk menghentikan perdarahan di kerongkongan.

Perdarahan

Fungsi organ hati dalam memproduksi protein yang dibutuhkan dalam penggumpalan darah akan terganggu akibat sirosis. Sirosis akan membuat darah menjadi encer dan Anda bisa mengalami perdarahan yang cukup parah apabila terjadi luka. Jika terjadi perdarahan, tekan bagian yang terluka dengan kuat. Vitamin K dan produk darah yang bernama plasma bisa diberikan dalam keadaan darurat. Beritahu dokter mengenai sirosis Anda sebelum melakukan prosedur kesehatan, termasuk operasi gigi.

Ensefalopati

Ensefalopati adalah penumpukan racun di dalam tubuh karena hati tidak bisa membersihkan racun dengan baik dan akhirnya memengaruhi fungsi otak. Kondisi ini biasanya akan ditangani dengan sirup laktulosa yang berfungsi sebagai laksatif atau obat pencahar. Obat ini akan membantu tubuh dalam membuang sisa racun yang menumpuk di dalam tubuh saat hati tidak bisa memprosesnya.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko terkena sirosis.

  • Membatasi konsumsi minuman keras. Cara terbaik untuk mencegah sirosis adalah dengan menghindari minuman keras atau setidaknya membatasi asupan alkohol ke dalam tubuh Anda. Standar batas konsumsi alkohol untuk orang dewasa per harinya adalah maksimal 2 unit atau 20 gram alkohol. Ukuran ini setara dengan 1.5 kaleng bir atau 1.5 gelas wine per hari.
  • Melindungi diri dari hepatitis. Penyakit menular seperti hepatitis B dan C dapat menyebabkan sirosis. Oleh karena itu, hindari hepatitis agar terhindar dari sirosis. Cara mencegah hepatitis adalah dengan memakaikondom saat berhubungan seksual dan jangan berbagi jarum suntik bagi pengguna narkoba. Anda juga bisa melakukan vaksinasi untuk mencegah terjangkit hepatitis B.
  • Menu makanan sehat. Makanan rendah lemak dalam sayuran dan buah-buahan akan membantu menurunkan lemak berlebih dalam tubuh. Lemak berlebih inilah yang bisa menyebabkan perlemakan hati dan akhirnya menjadi penyakit organ hati.
  • Berolahraga. Berolahraga dapat menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal untuk menghindari penumpukan lemak pada hati.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT