Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Sinusitis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. Sinus adalah rongga kecil berisi udara yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi. Sinusitis termasuk penyakit umum yang bisa menjangkiti orang-orang pada segala umur. Beberapa tipe sinusitis berdasarkan lamanya perjalanan penyakit, antara lain:

  • Sinusitis akut.
  • Sinusitis Subakut.
  • Sinusitis Kronis.
  • Sinusitis Kambuhan.

Secara umum, gejala pada sinusitis adalah:

  • Sakit kepala
  • Demam dengan suhu 38°Celcius atau lebih
  • Hidung tersumbat atau keluar cairan kuning kehijauan
  • Nyeri pada bagian wajah dan terasa sakit ketika ditekan
  • Kehilangan indera penciuman
  • Napas berbau (halitosis)

Letak Sinus Pada Bagian Tubuh Manusia

Sinus merupakan ruangan-ruangan kecil yang saling berhubungan melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Rongga sinus membuka lubang pada hidung.Terdapat empat pasang sinus di dalam kerangka kepala manusia yaitu di belakang dahi, di kedua sisi dari batang hidung, di belakang mata, serta di belakang tulang pipi.

Lendir atau mukus yang dihasilkan oleh sinus berfungsi membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru. Lendir ini mengalir ke hidung melalui saluran-saluran kecil. Saluran ini bisa terhalang jika sinus terinfeksi atau mengalami peradangan.

Penyebab Utama dan Faktor Pemicu Kemunculan Sinusitis

Penyebab sinusitis yang paling umum pada orang dewasa adalah karena pembengkakan dinding dalam hidung. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh virus flu atau pilek yang disebarkan sinus dari saluran pernapasan atas. Faktor pemicu sinusitis pada orang dewasa selain infeksi virus adalah infeksi jamur, infeksi gigi, serta kebiasaan merokok. Biasanya setelah terjadi pilek atau flu, infeksi bakteri sekunder bisa terjadi. Ini akan menyebabkan dinding dari sinus mengalami peradangan atau inflamasi.

Pada anak-anak sinusitis disebabkan oleh alergi, tertular penyakit dari anak-anak lain di sekitarnya, kebiasaan menggunakan dot ataupun minum dari botol dalam keadaan berbaring, dan tinggal di lingkungan yang penuh asap.

Langkah-langkah Mendiagnosis Sinusitis

Diagnosis sinusitis bisa dilakukan oleh dokter dengan melihat gejala yang terjadi, misalnya hidung tersumbat atau beringus dengan rasa nyeri pada wajah. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada hidung pasien. Jika sinusitis yang diderita sudah parah atau muncul kembali, Anda disarankan untuk menemui dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan). Dokter spesialis ini akan mencoba mencari penyebab utama dari sinusitis yang terjadi. CT scan juga bisa digunakan untuk mencari tahu penyebab sinusitis.

Obat-obatan Untuk Mengatasi Sinusitis

Kebanyakan penderita sinusitis tidak perlu menemui dokter, karena kasus yang disebabkan virus akan hilang dengan sendirinya. Sinusitis butuh waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk sembuh sepenuhnya. Kondisi ini lebih lama dibandingkan pilek. Jika Anda menderita sinusitis ringan, obat-obatan pereda rasa sakit dan dekongestan akan membantu mengurangi gejala yang timbul.

Periksakan pada dokter jika gejala tidak membaik setelah seminggu memulai pengobatan, kondisi makin memburuk atau terus-menerus kembali. Dalam kasus seperti ini, antibiotik dan steroid semprot atau tetes mungkin akan diresepkan oleh dokter.

Untuk kasus sinusitis yang parah, ada kemungkinan dibutuhkan operasi untuk meningkatkan fungsi sinus dan juga fungsi drainase-nya. Operasi hanya disarankan jika pengobatan sinusitis lainnya gagal memberikan hasil.

Penyakit-penyakit yang Bisa Muncul Akibat Komplikasi Sinusitis

Penderita sinusis akut yang tidak diobati dengan benar akan mengalami komplikasi, yaitu sinusitis kronis.

Bila sinusitis kronis tidak juga ditangani dengan baik, maka juga akan terjadi komplikasi antara lain:

  • Jika infeksi menyebar ke dinding otak, bisa menyebabkan meningitis.
  • Kerusakan indera penciuman sebagian atau seluruhnya.
  • Masalah dalam penglihatan. Penglihatan berkurang atau bahkan buta.
  • Memicu munculnya infeksi kulit atau tulang.

Gejala sinusitis dapat dibagi menjadi empat kelompok menurut lamanya berlangsung yaitu:

  • Sinusitis akut. Memiliki gejala yang timbul mendadak dan bertahan hingga 14 hari, bahkan sebulan. Beberapa gejalanya adalah munculnya mukus atau lendir berwarna kuning atau hijau dari hidung, sakit kepala, nyeri pada wajah terutama sekitar mata, pipi, hidung, dan dahi yang terasa lebih hebat bila membungkuk, terganggunya indera penciuman, batuk, hidung beringus, demam, nafas berbau, kelelahan, dan sakit gigi. Sinusitis biasanya muncul setelah infeksi saluran pernapasan atas, misalnya karena pilek dan flu.
  • Sinusitis Subakut. Peradangan sinus yang bertahan selama 1 sampai 3 bulan.
  • Sinusitis Kronis. Beberapa gejalanya adalah hidung beringus atau justru terasa tersumbat, nanah di rongga hidung dan cairan hidung berubah warna, demam, wajah terasa penuh, dan demam. Kondisi sinusitis dikatakan buruk bila nyeri, kemerahan, dan bengkak di sekitar mata dan dahi, sakit kepala hebat, demam tinggi, penglihatan ganda, leher kaku, dan kebingungan. Gejala peradangan sinus yang muncul bertahan hingga 3 bulan atau lebih.
  • Sinusitis Kambuhan. Biasanya akan kambuh beberapa kali dalam satu tahun.

Sinusitis Pada Anak-anak

Anak-anak dengan sinusitis akan merasa mudah kesal, tidak selera makan, dan bernapas melalui mulut. Suara mereka akan terdengar sengau. Mereka seolah-olah mengalami pilek berat karena sinusnya tertutup. Jika muncul gejala seperti itu, bawalah anak Anda untuk menemui dokter.

Ada banyak hal yang bisa mengakibatkan sinus mengalami peradangan dan tersumbat. Penyebab yang paling umum dari sinusitis akut adalah flu, yang merupakan hasil dari infeksi virus. Namun pada beberapa kasus, sinusitis akut juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Sedangkan penyebab sinusitis kronis tidak diketahui dengan jelas, tapi ada beberapa hal yang diduga terkait sebagai pemicu sinusitis kronis, yaitu:

  • Polip hidung. Jaringan tumbuh ini bisa menghalangi saluran hidung.
  • Tetap merokok.
  • Kondisi medis lainnya. Komplikasi dari kondisi medis yang membuat kekebalan tubuh menurun, contoh HIV/AIDS.
  • Alergi seperti hay fever, asma, dan rinitis alergi, dapat menyebabkan terhalangnya saluran sinus.
  • Deviasi septum hidung. Septum hidung adalah dinding antara lubang hidung. Septum bisa menghalangi saluran sinus.

Peningkatan Risiko Munculnya Sinusitis

Ada beberapa faktor yang membuat sinus Anda lebih rentan untuk terserang infeksi.

  • Alergi: rinitis (radang selaput hidung), asma dan hayfever (alergi serbuk sari).
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh.
  • Penyempitan saluran hidung: ini bisa disebabkan karena kelainan struktur tulang hidung sejak lahir seperti deviasi septum hidung atau karena trauma luar yang mengakibatkan luka di wajah. Adanya tumor ataupun polip, yaitu jaringan yang tumbuh membentuk massa di dalam hidung juga akan menyebabkan penyempitan saluran hidung. Jika mukus atau ingus mengumpul di daerah yang menyempit, ini bisa menyebabkan infeksi sinus.
  • Kebiasaan merokok.
  • Cystic fibrosis atau fibrosis kistik: kelainan genetik di mana lendir yang kental dan lengket tertumpuk dan menyumbat saluran di dalam tubuh, meningkatkan risiko infeksi.

Kebanyakan kasus sinusitis akut yang disebabkan infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk meringankan gejala-gejalanya, penderita hanya perlu melakukan beberapa langkah penanganan yaitu:

  • Semprotan hidung saline. Penderita disarankan untuk menyemprotkan semprotan hidung saline beberapa kali dalam sehari ke hidung mereka untuk membersihkan saluran hidung. Semprotan hidung ini merupakan campuran air matang 400 mililiter, garam satu sendok teh, dan soda bikarbonat satu sendok teh.
  • Pereda rasa sakit.
  • Dekongestan. Konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi dekongestan. Obat ini tidak bisa digunakan lebih dari seminggu.
  • Kortikosteroid hidung, berfungsi untuk mencegah dan menangani peradangan.

Jika sinusitis akut disebabkan oleh alergi, maka penderita biasanya juga memerlukan imunoterapi untuk membantu mengurangi reaksi tubuh terhadap zat yang membuat penderita alergi.

Sedangkan pengobatan sinusitis kronis biasanya ditujukan untuk mengurangi peradangan sinus, menjaga saluran hidung tetap kering, menghilangkan penyebab, mengurangi serangan sinusitis.

Beberapa penanganan untuk meredakan gejala-gejala sinusitis kronis adalah:

  • Saline nasal irrigation, mampu mengurangi berkumpulnya cairan dan membersihkan zat penyebab iritasi dan alergi.
  • Kompres hangat, membantu mengurangi rasa nyeri di rongga sinus dan hidung.
  • Dekongestan semprot dan tetes hidung, ikuti pentunjuk dokter untuk jangka waktu pemakaiannya.

Kadang pemberian antibiotik diperlukan jika penyebab sisnusitis adalah infeksi bakteri. Sama seperti sinusitis akut, dokter akan memberikan imunoterapi jika sinusitus disebabkan reaksi alergi.

Jika pengobatan dan penanganan tidak juga membuat kondisi sinusitis kronis membaik, biasanya karena adanya kelainan struktur sinus tidak sempurna sehingga saluran keluar sinus tersumbat. Maka dokter juga bisa mengambil langkah pembedahan sinus atau BSEF. Operasi ini sangat efektif dalam mengurangi gejala yang muncul.

Prosedur operasi akan dilakukan di bawah pengaruh bius umum bagi pasien, tapi operasi ini juga bisa dilakukan dengan bius lokal. Hidung pasien akan dijadikan mati rasa.

Ketika operasi, dokter bedah akan memasukkan endoskop ke dalam hidung. Endoskop adalah selang kecil dengan lensa kamera di ujungnya untuk memperbesar tampilan dari dalam hidung. Dokter bisa melihat bagian terbuka dari saluran drainase sinus. Setelah ini, dokter bedah akan melakukan:

  • Pengangkatan jaringan, misalnya polip hidung yang mennyumbat saluran sinus yang terpengaruh.
  • Pemompaan balon kecil untuk membuka saluran drainase dari sinus. Proses ini lebih dikenal sebagai dilatasi kateter balon.

Operasi ini bertujuan meningkatkan drainase sinus Anda dan membantu sinus berfungsi dengan normal kembali. Dokter bedah juga akan memasukkan implan yang akhirnya bisa larut dengan sendirinya. Implan ini akan menjaga sinus tetap terbuka dan bisa menyalurkan steroid mometasone langsung ke dinding sinus.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT