Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Sindrom Metabolik

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 18 kali

Sindrom metabolik adalah istilah kedokteran untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia (kadar kolesterol tinggi), dan obesitas, yang dialami secara bersamaan. Karena itu, seseorang tidak dianggap mengalami sindrom ini apabila hanya menderita salah satu kondisi tersebut.

Kondisi-kondisi yang terdapat di dalam sindrom metabolik merupakan faktor risiko untuk mengalami penyakit yang serius. Contohnya, serangan jantung dan stroke.

Gejala Sindrom Metabolik

Meski sebagian besar sindrom metabolik tidak menunjukkan gejala spesifik, ada sejumlah tanda klinis yang patut diwaspadai. Di antaranya adalah:

  • Lingkar pinggang yang melebihi batas normal, yaitu di atas 80 cm untuk wanita dan 90 cm untuk pria.
  • Tekanan darah yang senantiasa berkisar di 140/90 mmHg atau lebih.
  • Kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah (kurang dari 40 mg/dL untuk pria dan 50 mg/dL untuk wanita).
  • Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah, yaitu 150 mg/dL atau lebih.
  • Kadar gula darah puasa yang tinggi, yaitu 100 mg/dL ke atas.
  • Rentan mengalami peradangan, seperti pembengkakan dan iritasi.
  • Peningkatan risiko penggumpalan darah, contohnya deep vein thrombosis atau DVT .

Pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan jika seseorang memiliki tanda-tanda klinis tersebut guna mendapatkan penanganan.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Metabolik

Penyebab utama sindrom metabolik adalah berat badan yang berlebihan dan pola hidup yang kurang aktif. Kondisi ini juga berhubungan dengan kecenderungan munculnya resistensi insulin pada beberapa orang.

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Usia. Risiko terjadinya sindrom metabolik akan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Komplikasi diabetes. Jika pernah mengalami diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan) atau memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, risiko seseorang untuk terkena sindrom metabolik juga akan meningkat.
  • Penyakit lain, contohnya sindrom ovarium polikistik.

Diagnosis Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik sangat jarang menyebabkan gejala yang mengganggu. Satu-satunya indikasi fisik yang dapat terlihat adalah ukuran lingkar pinggang yang melebihi batas normal.

Dalam mendiagnosis sindrom ini, dibutuhkan serangkaian pemeriksaan yang umumnya meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, serta pemeriksaan darah guna mendeteksi kadar gula darah sekaligus kolesterol pasien.

Penanganan dan Pencegahan Sindrom Metabolik

Terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menangani sekaligus mencegah sindrom metabolik. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Rutin berolahraga.
  • Menurunkan berat badan hingga batas ideal.
  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang.

Apabila kondisi penderita belum mengalami perubahan meski sudah memperbaiki pola hidup dengan langkah-langkah tersebut, dokter umumnya akan memberikan obat-obatan untuk mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, serta tekanan darah.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT