Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Septic Arthritis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Septic arthritis adalah radang sendi yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Penyakit ini umumnya menyerang sendi. Septic arthritis biasanya diderita oleh anak-anak dan lansia.

Septic arthritis dapat terjadi karena selaput sendi (synovium) tidak bisa melindungi sendi dari infeksi sehingga tubuh bereaksi dengan menimbulkan peradangan pada sendi. Infeksi berlangsung dengan cepat dan dapat merusak tulang muda serta tulang lain dalam sendi. Oleh karena itu, penanganan segera sangat diperlukan guna mengatasi gejala yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya.

Gejala Septic Arthritis

Gejala septic arthritiscenderung berkembang dengan sangat cepat selama beberapa jam atau hari. Beberapa gejala yang dapat dirasakan adalah:

  • Sendi yang terinfeksi bengkak, merah dan terasa hangat.
  • Demam.
  • Nyeri sendi, terutama saat sendi digerakkan.
  • Lelah dan lemah.
  • Kesulitan menggerakkan tungkai pada sendi yang terinfeksi.

Penyebab Septic Arthritis

Septic arthritis dapat disebabkan bakteri, jamur, atau virus. Bakteri yang umumnya menyebabkan septic arthritis pada orang dewasa dan anak-anak adalah Staphylococcus, Haemophilus influenza, dan Streptococcus. Bakteri ini dapat menyebar melalui peredaran darah hingga mencapai sendi. Umumnya, infeksi bakteri berasal dari luka terbuka, suntikan obat, atau operasi di daerah dekat sendi. Sedangkan septic arthritis yang disebabkan oleh jamur (misalnyaHistoplasma, Coccidiomuces, atauBlastomyces) biasanya berkembang lebih lambat dibanding infeksi bakteri. Sementara itu, jenis-jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit septic arthritis di antaranya adalah virus herpes, adenovirus, virus mumps, hepatitis A, B, C, serta HIV.

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu septic arthritis adalah:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga memudahkan terjadinya infeksi.
  • Mengalami cedera sendi dan masalah pada sendi, seperti osteoarthritis, lupus, atau rheumatoid arthritis.
  • Kondisi kulit yang mudah pecah dan sulit sembuh. Kondisi ini memudahkan bakteri masuk ke dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko septic arthritis.
  • Menggunakan obat-obatan suntik.
  • Baru menjalani operasi sendi.
  • Baru pulih dari cedera sendi.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Diagnosis Septic Arthritis

Guna menetapkan diagnosis septic arthritis, perlu dilakukan prosedur arthrocentesis,pemeriksaan darah, dan foto Rontgen.

Arthrocentesis merupakan prosedur pengambilan sampel cairan sendi dengan menggunakan jarum khusus guna diperiksa di laboratorium. Dari pemeriksaan laboratorium tersebut, dokter dapat mengetahui tanda-tanda infeksi dari jumlah sel darah putih pada cairan sendi yang tinggi, serta dapat menentukan jenis mikroorganisme penyebab infeksi.

Berbeda dari arthrocentesis, pemeriksaan darah dipakai untuk memonitor tanda-tanda peradangan akibat infeksi. Sedangkan pemindaian dengan foto Rontgen dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa parah kerusakan sendi yang terjadi.

Pengobatan Septic Arthritis

Dalam mengobati septic arthritis, dokter akan mengombinasikan obat-obatan antibiotik dengan pengeringan cairan sendi.

Pemberian antibiotik bertujuan untuk mengobati infeksi, serta mencegah penyebaran infeksi secara lebih luas. Pemilihan antibiotik ini tergantung dari jenis mikroba penyebab infeksi. Pada tahap awal, antibiotik akan diberikan dalam bentuk suntikan ke dalam pembuluh vena. Setelah itu, pengobatan dilanjutkan dengan antibiotik oral. Lama terapi antibiotik bisa mencapai waktu 2 hingga 6 minggu. Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual, muntah, diare, atau reaksi alergi.

Pemberian antibiotik harus diikuti dengan pengeringan cairan dari dalam sendi yang terinfeksi. Tindakan ini bertujuan untuk membersihkan infeksi hingga tuntas. Pengeringan cairan dapat dilakukan dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam rongga sendi atau dengan menggunakan artroskopi. Artroskopi merupakan alat berbentuk selang yang dilengkapi kamera pada ujungnya. Alat ini dimasukkan ke sendi melalui sayatan kecil untuk menyedot dan mengeringkan cairan infeksi.

Keberhasilan pengeringan cairan tergantung dari lokasi sendi yang terinfeksi. Prosedur ini kadang-kadang sulit dilakukan pada sendi tertentu, misalnya sendi panggul. Sebagai solusi, biasanya dokter akan menganjurkan bedah terbuka untuk mengeringkan cairan sendi yang terinfeksi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT