Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Sengatan Lebah

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Sengatan lebah adalah keadaan di mana lebah menusuk dengan sengat tajam ke korban. Berbeda dengan lebah besar atau tawon yang mencabut kembali sengatnya setelah menyerang, lebah madu meninggalkan sengat beserta kantung racunnya di tempat yang tersengat. Pada sebagian kasus, seseorang yang terkena sengatan lebah dapat mengalami reaksi luka atau alergi serius dan akan membutuhkan tindakan pengobatan secepatnya.

Lebah atau tawon umumnya tidak menyengat kecuali berada di dalam situasi yang dianggap mengancam dirinya. Seseorang biasanya hanya mendapat satu atau beberapa sengatan dari seekor lebah. Namun jika menyangkut gangguan yang melibatkan sarang lebah atau jenis lebah tertentu, maka seseorang berisiko terkena sengatan lebah secara berkelompok.

Penyebab Sengatan Lebah

Sengatan lebah terjadi karena kandungan protein pada racun/bisa lebah memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan sel kulit sehingga menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di sekitar area sengatan. Seseorang yang pernah tersengat lebah dan/atau memiliki alergi terhadap racun/bisa lebah akan berisiko mengalami alergi yang lebih berat hingga syok anafilaksis. Anafilaksis adalah sebuah reaksi alergi pada tingkatan yang parah hingga bisa menyebabkan kematian bagi penderita.

Beberapa jenis lebah yang memiliki sengatan yang kuat, antara lain tawon Vespid dan lebah Raksasa Asia yang menyerang untuk melindungi sarangnya.

Reaksi dari sengatan lebah lebih besar dampaknya kepada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Faktor risiko lain dari sengatan lebah adalah lingkungan tempat tinggal yang memiliki populasi lebah atau sarang lebah yang aktif, dan memiliki pekerjaan atau hobi yang mengharuskan berada di luar ruangan.

Gejala Sengatan Lebah

Bentuk sengatan lebah pada kulit dapat ditandai dengan titik putih kecil di tengah benjolan yang muncul di area pusat sengatan. Gejala sengatan lebah bisa bermacam-macam dan bentuknya tidak selalu sama, mulai dari rasa sakit yang berlangsung sementara hingga reaksi alergi yang serius. Sebagian dari gejala serangan berikut dianggap umum terjadi, dimulai dari gejala yang ringan hingga serius.

  • Rasa sakit yang muncul seketika setelah seseorang tersengat lebah dan dapat mereda setelah beberapa jam.
  • Bilur merah di sekitar area sengatan. Pada sebagian kasus, bilur dapat berwarna merah tua.
  • Area di sekitar sengatan yang akan terlihat sedikit membengkak dibandingkan area lain dan biasanya kembali mengempis setelah beberapa jam. Pembengkakan dapat membesar secara bertahap hingga dua hingga tiga hari ke depan.
  • Reaksi dari sengatan yang kuat biasanya berlangsung selama 5-10 hari. Penderita reaksi yang kuat bukan berarti akan mengalami reaski alergi yang parah pada sengatan berikutnya. Walau demikian, biasanya penderita akan mendapat reaski yang sama kuatnya ketika disengat lebah kembali.

Walau sebagian besar kasus sengatan lebah tergolong ringan dan tidak memerlukan penanganan dokter, seseorang yang reaksi alerginya menjadi makin parah sebaiknya tetap waspada. Reaksi alergi yang parah dapat berkembang menjadi reaksi alergi anafilaksis yang akhirnya dapat membahayakan nyawa. Segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala anafilaksis yang mungkin dialami, antara lain:

  • Reaksi pada kulit berupa biduran yang gatal
  • Kulit yang pucat
  • Pembengkakan lidah dan tenggorokan
  • Sulit bernapas yang bisa diakibatkan oleh pembengkakan pada tenggorokan
  • Denyut nadi yang lemah dan tidak beraturan
  • Tekanan darah yang turun tiba-tiba
  • Mual, muntah, atau diare
  • Pusing atau pingsan
  • Hilang kesadaran

Seseorang yang berulang kali tersengat lebah juga kemungkinan akan merasa sakit akibat penumpukan racun/bisa di dalam tubuh. Begitu juga dengan seseorang yang mendapat sengatan lebah secara bertubi-tubi harus segera dibawa ke dokter. Kondisi ini bisa menjadi kasus gawat darurat terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan atau jantung. Gejala yang patut diwaspadai, antara lain:

  • Pusing
  • Merasa seperti berputar-putar atau vertigo
  • Mual, muntah, atau diare
  • Demam
  • Kejang
  • Pingsan

Diagnosis Sengatan Lebah

Beberapa jenis pemeriksaan yang umumnya digunakan untuk mendiagnosis reaksi gigitan atau alergi serangga adalah tes alergi pada kulit dan tes darah. Tes ini dapat digunakan juga untuk mendiagnosis reaksi alergi dari sengatan lebah (tawon) pada umumnya, termasuk lebah jenis lain, misalnya yellow jacket.

Tes kulit dilakukan dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil racun/bisa lebah di area lengan atau punggung bagian atas. Sebuah benjolan kecil akan muncul di area suntikan jika penderita terbukti memiliki alergi terhadap sengatan lebah.

Pada sisi lain, tes darah dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk kemudian dites dengan beberapa alergen yang memiliki kemungkinan menjadi penyebab alergi. Penderita dinyatakan alergi ketika terdapat jumlah antibodi yang signifikan di dalam darahnya.

Pengobatan Sengatan Lebah

Sengatan lebah umumnya bisa ditangani di rumah untuk meredakan sakit yang ditimbulkannya, namun bagi yang mendapat sengatan lebah secara berkali-kali dan memiliki alergi terhadap sengatan lebah (tawon), maka penderita harus segera mendapatkan tindakan darurat medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dokter dapat merekomendasikan epinefrin dalam bentuk suntik otomatis. Suntikan antialergi, atau imunoterapi yang diberikan secara berkala selama beberapa tahun juga mungkin dianjurkan untuk mengurangi reaksi alergi akibat racun/bisa dari sengatan lebah. Ketika serangan anafilaksis terjadi beberapa obat mungkin akan diberikan, yaitu:

  • Adrenalin (epinephrine) untuk mengatasi situasi anafilaksis dan mengurangi reaksi tubuh terhadap alergi.
  • Oksigen untuk melancarkan pernapasan yang terganggu akibat gejala alergi.
  • Obat dari kelompok beta-agonis untuk meringankan gejala yang berhubungan dengan gangguan pernapasan.
  • Infus obat kortison dan antihistamin untuk mengurangi peradangan pada saluran udara dan memperbaiki kondisi pernapasan.

Penderita alergi yang mengalami reaksi anafilaksis juga akan mendapatkan bantuan resusitasi jantung paru (CPR) terlebih dulu dari tenaga medis sebagai tindakan darurat medis pertama. Gelang peringatan bisa digunakan untuk menginformasikan orang-orang di sekeliling Anda tentang alergi atau kondisi kesehatan tertentu yang dimiliki dan apa yang harus dilakukan jika terjadi situasi darurat medis.

Berikut adalah beberapa langkah pertolongan pertama di rumah untuk kasus sengatan lebah kecil pada tingkatan ringan dan menengah yang bisa diterapkan pada anak-anak.

  • Lebah yang menyengat tidak dapat mencabut kembali alat penyengatnya dari kulit objek sehingga harus segera dicabut dengan kuku ataupun penjepit. Racun/bisa lebah juga dapat masuk ke tubuh dalam hitungan detik.
  • Cuci area kulit yang tersengat dengan sabun.
  • Letakkan kompres dingin pada area yang tersengat.
  • Oleskan krim hidrokortison atau losion kalamin untuk meredakan kemerahan, gatal, atau bengkak.
  • Angkat dan letakkan kaki atau lengan yang terkena sengatan lebah di area yang lebih tinggi dibandingkan tubuh. Lakukan hal ini sambil duduk atau berbaring.
  • Gunakan obat pereda sakit yang dapat dibeli tanpa resep Pilih yang sesuai dengan kondisi usia penderita.
  • Jika gatal sangat mengganggu, minum obat antihistamin untuk meredakannya.
  • Jangan menggaruk area di sekitar sengatan karena dapat menambah rasa gatal, bengkak, serta menyebabkan luka yang terinfeksi.

Pencegahan Sengatan Lebah

Selain racun/bisa, lebah juga meninggalkan zat kimia yang dapat memancing lebah lain ketika menyengat, misalnya lebah madu. Mencegah sengatan lebah bisa dilakukan dengan cara tetap diam dan tenang ketika berada di sekitar lebah yang beterbangan. Tutuplah hidung dan mulut, lalu secara perlahan-lahan tinggalkan area tersebut menuju gedung terdekat atau kendaraan yang tertutup. Mengusir atau bahkan memukuli lebah atau sarang lebah justru akan meningkatkan risiko tersengat. Beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersengat lebah adalah:

  • Gunakan sepatu ketika berjalan di luar ruangan.
  • Hindari pakaian yang terlalu cerah atau bermotif bunga karena dapat memancing lebah.
  • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu longgar karena lebah dapat masuk dan terperangkap di antara baju dan kulit.
  • Tutuplah tempat sampah serta wadah makanan dan minuman dengan rapat, khususnya yang mengandung gula.
  • Perhatikan piring, wadah makanan, gelas, kaleng minuman, dan sedotan sebelum digunakan.
  • Bersihkan sisa-sisa makanan, sampah, buah, hingga kotoran hewan karena lalat dapat memancing lebah datang.
  • Berhati-hatilah ketika sedang memangkas rumput atau memanen sayuran karena aktivitas ini dapat memancing lebah untuk keluar dari sarangnya.
  • Jika memungkinkan, pindahkan sarang lebah yang ada di sekitar rumah ke lokasi lain yang berjauhan. Lakukan hal ini sambil menggunakan pakaian pelindung.
  • Hindari membuka jendela terlalu lebar ketika sedang berkendara.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT