Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Tumor Wilms

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Tumor Wilms atau nefroblastoma adalah tumor ginjal yang jarang terjadi dan biasanya menyerang anak-anak berusia 3-4 tahun, terutama anak laki-laki. Risiko untuk terkena penyakit ini akan menurun setelah anak memasuki usia 5 tahun. Pada umumnya, tumor ini hanya menyerang 1 bagian ginjal saja, namun tidak menutup kemungkinan dapat menyerang kedua ginjal dalam tubuh. Walau termasuk dalam kategori jarang, tumor Wilms adalah tumor ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak dibanding jenis tumor lainnya.

Penyebab tumor Wilms belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seorang anak untuk mengalami kondisi ini, di antaranya adalah obat-obatan, bahan kimia yang dikonsumsi, dan ras. Selain ketiga faktor tersebut, risiko tumor Wilms juga bisa meningkat karena:

  • Faktor genetika. Meskipun faktor genetika tertentu dapat meningkatkan risiko seorang anak untuk terkena tumor Wilms, kondisi ini tidak diturunkan langsung dari orang tua ke anak. Hanya 1-2 persen anak penderita tumor Wilms yang memiliki sanak keluarga dengan kondisi sama, dan itu pun bukan orang tuanya.
  • Kelainan sejak lahir. Diperkirakan 10 persen kasus tumor Wilms terjadi akibat kelainan yang dialami sejak lahir, seperti aniridia (kondisi selaput mata yang tidak lengkap), hemihypertrophy (kondisi salah satu bagian tubuh lebih besar dibanding lainnya), kriptorkismus (undescended testicles atau testis yang tidak turun pada kantung pelir) atau hipospadia (lubang saluran kemih pada penis berada tidak pada posisi yang seharusnya).
  • Penyakit atau sindrom. Beberapa penyakit atau sindrom juga dapat memicu, diantaranya adalah sindrom WAGR (gabungan berbagai kondisi mulai dari anirida, kelainan pada genital, sistem urin, dan keterbelakangan mental), sindrom Denys-Drash (gabungan penyakit ginjal dan kelainan pada testikel pria) atau sindrom Beckwith-Wiedemann (meliputi organ perut yang menonjol pada dasar tali pusar, macroglossia dan organ internal yang membesar). Selain itu, beberapa sindrom seperti sindrom Frasier, Perlman, Sotos, Simpson-Golabi-Behmel, Bloom, Li-Fraumeni dan sindrom Edward juga bisa menjadi pemicu penyakit ini.

Gejala Tumor Wilms

Pada umumnya, penderita Tumor Wilms tidak memperlihatkan gejala yang jelas, namun tidak menutup kemungkinan timbulnya beberapa gejala seperti:

  • Rasa sakit, tidak nyaman, atau pembengkakan pada bagian perut.
  • Demam
  • Perubahan warna pada urine atau adanya darah pada urine.
  • Konstipasi.
  • Mual dan muntah.
  • Merasa lemas dan cepat lelah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Tekanan darah tinggi hingga mengakibatkan pusing, dada sakit, dan napas pendek.
  • Pertumbuhan tubuh yang tidak seimbang.

Segera temui dokter jika merasakan gejala tumor Wilms agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Diagnosis Tumor Wilms

Pada tahap awal, dokter biasanya akan melakukan tes fisik dan menanyakan beberapa pertanyaan terkait seperti gejala yang dialami, lamanya gejala tersebut bermunculan dan sejarah medis keluarga jika ada yang mengindap penyakit kanker atau kelainan saat lahir.

Jika dokter mencurigai adanya tumor Wilms dalam tubuh pasien, kemungkinan dokter akan menyarankan untuk dilakukannya tes darah dan urine untuk melihat kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Jika ditemukan keganjalan lebih lanjut, dokter mungkin akan melakukan tes seperti CT (Computerized Tomography) Scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging), dan ultrasound untuk mendukung hasil diagnosa.

Terkadang, jika dokter mendiagnosa adanya tumor Wilms dalam ginjal pasien, dokter mungkin akan melakukan operasi. Operasi berfungsi sebagai penegak diagnosis, di mana hasil jaringan yang diambil akan diperiksa di laboratorium untuk diteliti apakah tumor tersebut bersifat jinak atau ganas.

Dalam diagnosa dokter, terdapat 5 tahapan tumor Wilms yang dapat mengindikasikan tingkat keparahan penyakit tersebut, yaitu:

  • Tahap 1. Sekitar 40-45 persen kasus tumor Wilms yang terdiagnosa masih berada di tahap ini. Dalam tahap 1, tumor masih bersarang di dalam salah satu ginjal pasien dan dapat disembuhkan melalui operasi.
  • Tahap 2. Sekitar 20 persen kasus tumor Wilms yang terdiagnosa sudah memasuki tahap ini. Dalam tahap 2, tumor sudah menyebar hingga ke dalam jaringan sekitar ginjal, termasuk pembuluh darah. Operasi masih dapat menjadi pilihan pada tahap ini.
  • Tahap 3. Sekitar 20-25 kasus tumor Wilms yang terdiagnosa sudah ada di tahap ini. Dalam tahap 3, penyebaran tumor sudah meluas dan mulai mencapai kelenjar limfonodi di sekitar ginjal, di mana tidak semua jaringan tumor bisa dihilangkan dengan operasi.
  • Tahap 4. Sekitar 10 persen kasus tumor Wilms yang terdiagnosa sudah ada di tahap ini. Dalam tahap 4, tumor tidak hanya ada di ginjal, namun sudah tersebar ke beberapa organ lainnya seperti paru-paru, hati, atau otak.
  • Tahap 5. Sekitar lima persen kasus tumor Wilms yang terdiagnosa sudah masuk di tahap akhir ini. Dalam tahap 5, penderita memiliki tumor pada kedua ginjalnya.

Pengobatan Tumor Wilms

Pengobatan untuk tumor Wilms biasanya adalah kombinasi dari operasi dan kemoterapi. Namun, pilihan pengobatan bisa berbeda untuk masing-masing orang, tergantung dari kondisi dan derajat keparahan penyakitnya. Berikut sejumlah metode pengobatan yang umumnya dilakukan oleh dokter untuk mengobati tumor Wilms:

  • Operasi. Terdapat dua pilihan pembedahan yang dokter mungkin akan lakukan untuk mengangkat tumor, yakni partial nephrectomy dan radical nephrectomy. Dalam partial nephrectomy, dokter akan mengangkat seluruh tumor dan sebagian jaringan di sekitar tumor. Operasi ini dipilih jika tumor tersebut masih berukuran kecil atau jika ginjal kedua pasien masih berfungsi dengan baik. Sedangkan dalam radical nephrectomy, dokter akan mengangkat seluruh ginjal dan jaringan di sekitarnya, termasuk saluran kemih, kelenjar adrenal, atau kelenjar getah bening. Namun, jika tumor tersebut menyerang kedua ginjal, dokter mungkin akan mengangkat kedua ginjal pasien. Ginjal yang diangkat kemudian akan diganti dengan ginjal donor, atau pasien akan membutuhkan bantuan dialisa seumur hidupnya.
  • Kemoterapi. Jika tumor Wilms tidak dapat diangkat saat operasi atau memiliki ukuran yang cukup besar, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukannya kemoterapi. Dengan mengombinasikan sejumlah obat, terapi ini berfungsi untuk membunuh sel kanker. Kadang-kadang kemoterapi dipadukan dengan operasi, yaitu untuk menyusutkan tumor sebelum operasi atau membunuh sisa-sisa sel kanker pasca operasi. Kemoterapi biasanya dilakukan dengan dua cara, yaitu suntikan melalui pembuluh darah atau diminum dalam bentuk pil.
  • Terapi Radiasi. Selain kemoterapi, terapi radiasi juga bisa menjadi pilihan khususnya bagi pasien dengan tumor yang sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Terapi ini menggunakan sinar radiasi yang cukup tinggi dan diarahkan pada bagian tubuh yang terinfeksi agar dapat membunuh sel kanker yang ada, baik sebelum atau setelah operasi.

Pada umumnya, tumor Wilms dapat disembuhkan secara tuntas, namun hal ini tetap tergantung dari tingkat keparahan tumor, usia dan kondisi tubuh pasien itu sendiri. Jangan lupa untuk selalu menyemangati pasien, khususnya pasien anak-anak, saat proses pengobatan agar tidak merasa putus asa atau takut melalui proses tersebut. Selain itu, beberapa hal seperti menjaga kebersihan, mengatur diet dan membiarkannya hidup normal juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui cara yang tepat dalam menjaga dan mendukung pasien tumor Wilms.

Komplikasi Tumor Wilms

Pada umumnya, komplikasi pasien kanker dan tumor adalah ketika tumor menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya (metastasis). Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi yang cukup serius dan harus diobati lebih lanjut agar dapat diredakan.

Selain komplikasi akibat tumor, pasien yang sedang dalam proses pengobatan kemoterapi juga dapat mengalami efek samping seperti kerontokan rambut, mual, muntah, merasa lelah, diare, anemia, nafsu makan dan berat badan menurun, rasa sakit pada tubuh, gangguan neutropenia (kondisi kelainan darah), sariawan, memar, kesulitan tidur, masalah pada kandung kemih, hipertensi, perubahan warna pada kulit dan kuku, dan risiko terkena infeksi.

Segera temui dokter jika mengalami komplikasi, efek samping, atau merasakan hal yang tidak biasa.

Pencegahan Tumor Wilms

Pada umumnya, tumor Wilms tidak dapat dicegah. Namun, apabila bayi lahir dengan kelainan bawaan tertentu atau menderita sindrom yang terkait dengan tumor Wilms, maka sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ultrasound ginjal secara berkala agar tumor dapat terdeteksi secara dini.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT