Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Trigeminal Neuralgia

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 48 kali

Trigeminal neuralgia adalah sebuah gangguan rasa sakit yang memengaruhi saraf trigeminal. Kondisi ini paling umum dialami oleh perempuan yang berusia 50 tahun ke atas dibandingkan pada pria dengan rentang usia yang sama. Saraf trigeminal adalah saraf yang mengantarkan sensasi dari wajah menuju otak, sekaligus mengontrol sebagian fungsi motorik wajah, seperti mengunyah dan menggigit.

Kondisi ini umumnya berdampak kepada satu sisi wajah saja. Pada sebagian besar kasus, Kedua sisi wajah dapat terkena, namun sangat jarang dan terjadi tidak dalam waktu yang bersamaan.

Penyebab Trigeminal Neuralgia

Trigeminal neuralgia disebabkan oleh terganggunya fungsi saraf trigeminal. Tekanan pembuluh darah terhadap saraf trigeminal pada area di bagian bawah otak adalah penyebab yang umumnya mendasari kondisi ini. Tekanan tersebut menimbulkan gangguan fungsi pada saraf trigerminal.

Trigeminal neuralgia pada beberapa kasus bisa disebabkan oleh kelainan pada otak akibat luka atau cedera, efek dari prosedur pembedahan, stroke, tumor yang menekan saraf trigeminal, atau trauma yang dialami oleh wajah. Trigeminal neuralgia juga terkait dengan kelainan yang menyebabkan rusaknya selaput pelindung saraf bernama mielin, seperti pada penyakit multiple sclerosis. Selain itu, kondisi ini pun dapat timbul seiring proses penuaan.

Trigeminal neuralgia mengakibatkan penderita menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan kecil sehingga merasakan sakit yang berlebihan. Beberapa pemicunya adalah menyentuh wajah, berbicara, tersenyum, berdandan atau mengenakan riasan wajah, bercukur, makan, minum, menyikat gigi, mencuci muka, bahkan terkena hembusan angin sekalipun.

Gejala Trigeminal Neuralgia

Rasa nyeri dapat terasa serupa dengan tersengat setrum, kejang atau keram, atau rasa terbakar yang terus menerus dengan intensitas rasa sakit yang lebih rendah. Penderita dapat merasakan sakit pada satu titik di area wajah atau seperti menyebar ke seluruh wajah, namun sakit jarang dirasakan pada kedua sisi wajah. Kondisi ini dapat dengan mudah terpicu oleh kegiatan lain, seperti menyikat gigi bahkan berbicara.

Area yang biasanya merasakan sakit akibat kondisi ini adalah pipi, rahang, bibir, gusi, gigi, rahang, dan pada kasus yang jarang dapat mengenai area mata dan dahi. Serangan rasa nyeri semacam ini secara tiba-tiba dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga beberapa menit dengan jeda tanpa rasa nyeri yang menyelingi tiap episode serangan. Serangan rasa sakit yang dibarengi rasa panas atau perih dapat berlangsung dan terjadi lebih sering serta lama. Kondisi ini dapat berlangsung hingga beberapa hari, minggu, bulan, atau lebih lama lagi. Adakalanya penderita trigeminal neuralgia tidak merasakan sakit selama beberapa waktu, walau masih memiliki kondisi ini.

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala yang menyerupai, atau rasa sakit pada area tersebut yang tidak hilang setelah penggunaan obat pereda sakit bebas. Walaupun sulit, berusaha melakukan aktivitas harian seperti biasanya adalah penting karena kondisi tubuh yang tidak terjaga atau mengalami dehidrasi dapat memperburuk keadaan ini.

Diagnosis Trigeminal Neuralgia

Pada pemeriksaan guna memperoleh diagnosis trigeminal neuralgia, dokter akan mengajukan pertanyaan, seperti waktu muncul, lokasi, frekuensi, pemicu, jenis dan tingkat keparahan gejala yang muncul. Dokter akan menanyakan sejarah penyakit turunan dan tindakan medis yang pernah dilakukan pada area wajah sebelumnya, misalnya sejarah multiple sclerosis, operasi akibat cedera pada wajah atau kondisi gigi. Selanjutnya dokter dapat menyarankan pemeriksaan fisik atau tes penunjang lainnya untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Pemeriksaan fisik, terutama tes neurologis, akan dilakukan dengan memeriksa bagian wajah untuk menemukan sumber rasa sakit dan memastikan diagnosis pada kondisi tersebut. Melalui tes ini juga dokter dapat mengetahui bagian saraf trigeminal mana yang mengalami gangguan. Selanjutnya, serangkaian tes refleks mungkin dilakukan untuk menentukan penyebab terganggunya fungsi saraf trigeminal, apakah berasal dari tekanan atau kondisi lain.

Untuk mengetahui penyebab terganggunya saraf trigeminal neuralgia, sebuah tes pencitraan MRI dan penyuntikan zat pewarna buatan ke dalam pembuluh darah dapat direkomendasikan oleh dokter. Dengan demikian, dokter dapat memastikan apakah tumor atau multiple sclerosis yang menyebabkan kondisi ini.

Pengobatan Trigeminal Neuralgia

Pengobatan trigeminal neuralgia memiliki beberapa pilihan perawatan yang dapat diberikan dan dikombinasikan sesuai dengan penyebab kondisinya. Pilihan berupa pengobatan, suntikan, maupun pembedahan dapat diterapkan kepada penderita kondisi ini untuk menangani sakit yang dirasakannya. Perawatan untuk kasus trigeminal neuralgia yang disebabkan oleh multiple sclerosis dapat dimulai dengan menangani kondisi penyebabnya terlebih dahulu.

Penanganan awal trigeminal neuralgia umumnya dimulai dengan pemberian obat-obatan. Penderita trigeminal neuralgia mungkin tidak membutuhkan perawatan tambahan selain obat-obatan, ataupun sebaliknya, obat-obatan yang diberikan dimaksudkan untuk mengurangi atau menghalangi sinyal rasa sakit yang dikirim ke otak. Beberapa jenis obat tersebut, antara lain:

  • Antikonvulsan, seperti carbamazepine, oxcarbazepine, lamotrigine, phenytoin, clonazepam, dan gabapentin. Dosis obat dapat ditingkatkan atau diganti sesuai dengan respons penyakit terhadap obat. Efek samping yang mungkin muncul adalah mual, pusing, linglung, dan kelelahan. Disarankan untuk melakukan uji genetik sebelum mengonsumsi obat-obatan ini untuk menghindari reaksi obat yang parah.
  • Suntikan botox atau onabotulinumtoxin diduga dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit yang tidak bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan. Bagaimanapun juga metode ini masih perlu diteliti kembali sebelum digunakan pada penderita trigeminal neuralgia.
  • Antispasmodic agent, yaitu golongan obat yang dapat melemaskan otot dan dapat digunakan berzama carbamazepine. Contoh golongan obat ini, yaitu baclofen. Efek samping yang mungkin muncul adalah mual, kelelahan, dan linglung.

Metode lain pada penanganan trigeminal neuralgia adalah prosedur pembedahan untuk mencegah terjadinya tekanan pada saraf trigeminal oleh pembuluh darah. Pembedahan juga dilakukan untuk menghancurkan saraf trigeminal yang mengalami gangguan fungsi.

Adapun beberapa jenis prosedur pembedahannya, antara lain:

  • Microvascular decompression. Melalui prosedur ini, pembuluh darah yang berhubungan dengan saraf trigeminal diangkat atau dipindahkan kemudian sebuah bantalan ditempatkan di antaranya. Pada kasus tertentu, dokter dapat memotong pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal jika memang diperlukan. Beberapa risiko yang dimiliki prosedur ini, yaitu rasa sakit pada sebagian pasien, pendengaran menurun, kelumpuhan, baal pada wajah, atau stroke.
  • Gamma knife radiosurgery. Melalui prosedur ini, dokter akan memaparkan radiasi dalam dosis tertentu ke akar saraf trigeminal untuk merusaknya dan mengurangi rasa sakit. Prosedur ini dapat diulang jika rasa sakit menyerang kembali.

Terdapat beberapa prosedur lain yang mungkin digunakan untuk mengobati trigeminal neuralgia, yaitu dengan menghancurkan serat saraf atau disebut juga rhizotomy. Prosedur ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan pada wajah dan memiliki beberapa jenis, yaitu glycerol injection, balloon compression, dan radiofrequency thermal lesioning.

Walau umumnya minim studi kasus atau bukti nyata yang mendukung, sebagian penderita trigeminal neuralgia turut melakukan pengobatan alternatif untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa pengobatan alternatif yang umumnya digunakan, antara lain akupuntur, chiropractic, terapi vitamin, terapi nutrisi, dan biofeedback. Konsultasi dokter sangat disarankan sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan pengobatan alternatif sebagai pilihan tambahan.

Menghindari pemicu rasa sakit selama Anda melakukan pengobatan dapat membantu kondisi ini menjadi bertambah buruk, misalnya menjaga kondisi tubuh dengan tetap mengonsumsi makanan, namun hindari makanan yang pedas atau minuman dingin yang tidak terlalu penting bagi tubuh Anda. Gunakan sedotan untuk minum dan pilihlah makanan yang lunak untuk memudahkan proses makan dan menghindari rasa sakit di dalam mulut.

Dukungan dan pengertian adalah hal yang sangat penting bagi penderita trigeminal neuralgia. Selain berbagi pengalaman, dukungan dalam bentuk kelompok, terutama berguna dalam membantu penderita mendapatkan informasi perawatan terbaru.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT