Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Torsio Testis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Torsio testis adalah kondisi ketika funikulus spermatikus terpelintir akibat perputaran testis sehingga mengakibatkan suplai darah menuju skrotum (kantung zakar) terhambat.

Funikulus spermatikus adalah untaian serat dan jaringan seperti tali yang berasal dari perut bagian bawah ke testis pada pria. Untaian ini terdiri dari pembuluh darah yang membawa suplai darah dari dan ke testis. Funikulus spermatikus juga berfungsi untuk membawa sperma dari testis ke penis.

Gejala Torsio Testis

Torsio testis bisa dialami oleh laki-laki pada segala usia, namun kebanyakan kasus terjadi di kalangan usia 12-16 tahun. Pada kasus yang jarang terjadi, torsio testis dapat dialami oleh bayi laki-laki yang masih berada dalam rahim.

Penderita torsio testis bisa merasakan gejala berupa:

  • Pembengkakan dan nyeri hebat pada skrotum
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Posisi testis yang meninggi secara tidak normal
  • Pusing
  • Demam
  • Mual
  • Nyeri perut
  • Muntah
  • Darah pada air mani

Jika perputaran testis terjadi cukup sering, maka seluruh aliran darah berisiko mengalami penyumbatan dan bisa mengarah kepada kerusakan organ.

Penyebab Torsio Testis

Penyebab pasti berputarnya testis di dalam skrotum pada kasus torsio testis masih belum diketahui secara jelas. Meskipun begitu, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko laki-laki untuk terkena kondisi ini, di antaranya:

  • Berusia antara 12-16 tahun.
  • Memiliki orang tua atau keluarga dekat berpenyakit torsio testis.
  • Memiliki riwayat torsio testis (sebelumnya pernah terkena kondisi ini).
  • Memiliki jaringan ikat yang lemah di dalam skrotum (jaringan ini berfungsi menyangga testis).
  • Cedera pada area alat vital (misalnya akibat kecelakaan atau saat berolahraga)

Diagnosis Torsio Testis

Dokter bisa mengenali torsio testis melalui pembengkakan yang terjadi pada bagian skrotum. Selain itu, dokter juga mungkin akan menguji refleks testis dengan mencubit paha bagian dalam. Jika testis tidak mengalami kontraksi, maka kuat dugaan bahwa pasien mengalami torsio testis.

Namun untuk lebih memperkuat diagnosis, dokter bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu metode pemeriksaan yang paling umum dilakukan dalam kasus torsio testis adalah USG untuk melihat tingkat kelancaran aliran darah menuju testis. Selain USG, terkadang pemeriksaan urine dilakukan dokter untuk melihat adanya infeksi.

Pengobatan Torsio Testis

Makin cepat torsio testis terdiagnosis dan tertangani, maka makin besar peluang testis untuk masih bisa berfungsi. Dokter akan memperbaiki funikulus spermatikus yang melilit melalui operasi.

Jika torsio testis terlambat terdiagnosis dan tertangani (misalnya karena penderita malas memeriksakan kondisinya ke dokter atau menganggap remeh gejala yang dirasakan) maka risiko kerusakan pada testis makin besar. Kerusakan ini nantinya dapat mengurangi fungsi testis (salah satunya produksi sperma).

Jika kerusakan sudah parah atau sudah menjadi permanen, maka pasien terpaksa menjalani operasi pengangkatan testis.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT