Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Tinea Corporis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Tinea Corporis atau kurap tubuh adalah infeksi jamur yang bisa menimbulkan ruam melingkar kemerahan atau keperakan pada kulit. Penyakit kulit ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh, namun umumnya muncul pada lengan dan kaki. Biasanya, tinea corporis lebih mudah menyebar di daerah beriklim hangat dan lembap.

Tinea corporis memang bukan penyakit kulit serius dan mudah diobati, namun kondisi ini mudah sekali menyebar dan menular. Beberapa binatang, seperti anjing dan kucing, bisa menyebarkan jamur tinea corporis pada manusia jika terjadi kontak fisik.

Gejala Tinea Corporis

Gejala tinea corporis biasanya mulai muncul 10 hari setelah tubuh melakukan kontak dengan jamur. Beberapa tanda dan gejala umum tinea corporis adalah:

  • Munculnya ruam melingkar kemerahan atau keperakan pada kulit.
  • Kulit bersisik.
  • Terasa gatal dan terjadi peradangan.
  • Muncul luka melepuh dan berisi nanah di sekitar ruam.

Pada kasus yang cukup parah, ruam melingkar yang muncul akan berlipat ganda, tumbuh besar dan mungkin menyatu. Selain itu, luka melepuh dan bernanah bisa muncul di sekitar ruam melingkar. Kulit dengan ruam melingkat akan sedikit terangkat dan kulit di bawahnya terasa gatal.

Penyebab dan Faktor Risiko Tinea Corporis

Jamur bernama dermatophytes menjadi penyebab utama munculnya tinea corporis. Dermatophytes ini biasanya berkembang biak pada keratin (jaringan yang keras dan anti air pada kulit, rambut, dan kuku).

Ada beberapa cara penularan dan penyebaran jamur dermatophytes yaitu:

  • Kontak fisik antar manusia.
  • Kontak fisik manusia dengan hewan yang terinfeksi.
  • Kontak fisik manusia dengan benda. Spora jamur di permukaan benda bisa menempel pada kulit manusia.
  • Kontak fisik manusia dengan tanah. Walaupun jarang, namun manusia juga berisiko terinfeksi dari tanah yang mengandung spora jamur.

Beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena tinea corporis:

  • Sirkulasi darah buruk.
  • Usia masih sangat muda atau sangat tua.
  • Kondisi tempat tinggal lembap, basah, dan penuh sesak.
  • Mengalami obesitas akut.
  • Sering melakukan kontak fisik dengan orang atau hewan yang
  • Menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat-obatan steroid yang bisa melemahkan sistem imunitas.
  • Menderita penyakit yang membuat sistem imunitas tubuh melemah.
  • Mengidap diabetes tipe 1.
  • Pernah terinfeksi jamur sebelumnya.
  • Mengalami aterosklerosis atau penyempitan dinding arteri.

Diagnosis dan Pengobatan Tinea Corporis

Ada dua cara yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis tinea corporis pada pasien, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kulit yang terinfeksi serta menanyakan gejala-gelaja yang dirasakan pasien.
  • Pengambilan dan pemeriksaan sampel jaringan kulit. Dokter akan mengambil sampel kulit yang terinfeksi untuk diperiksa di laboratorium.

Untuk mengobati tinea corporis, biasanya penderita disarankan untuk menggunakan krim, gel, atau obat semprot anti jamur yang dijual bebas. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis, cara pemakaian, serta merek yang cocok bagi Anda.

Gunakanlah krim, gel, atau obat semprot anti jamur pada bagian kulit yang terinfeksi tinea corporis selama dua minggu, agar infeksi jamur tidak muncul kembali. Jika setelah dua minggu gejala belum membaik, segera temui kembali dokter. Biasanya dokter akan meminta Anda mengonsumsi tablet anti jamur.

Beberapa cara untuk membasmi serta menghentikan penyebaran infeksi jamur adalah:

  • Cucilah pakaian, handuk, serta seprai secara rutin.
  • Kenakan pakaian yang tidak sempit atau longgar.
  • Hindari untuk menggaruk bagian kulit yang terinfeksi jamur.
  • Bersihkan bagian kulit yang terinfeksi setiap hari dan keringkan seluruhnya.
  • Mengganti pakaian dalam dan kaus kaki setiap hari.
  • Pastikan hewan peliharaan Anda diperiksa secara rutin ke dokter hewan, terutama jika diduga terinfeksi jamur.
  • Jangan meminjamkan sisir, sikat kepala, atau topi kepada orang lain.
  • Cucilah tangan setelah kontak fisik dengan binatang.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT