Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Tennis Elbow

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 19 kali

Tennis elbow adalah istilah untuk rasa sakit yang muncul pada siku bagian luar. Meski berpotensi menyebar ke lengan bagian bawah hingga pergelangan tangan, rasa sakit ini cenderung terjadi pada tempat di mana tendon-tendon dari otot-otot lengan bawah melekat ke tulang yang menonjol di bagian luar siku. Tendon adalah jaringan ikat yang melekatkan otot ke tulang.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah lateral epicondylitis dan umumnya terjadi akibat penggunaan siku secara berlebih. Hal ini akan menyebabkan otot-otot siku mengalami penegangan berlebihan sehingga terjadi robekan serta peradangan.

Gejala-gejala Tennis Elbow

Rasa sakit merupakan gejala utama pada tennis elbow. Jenis rasa sakit yang umumnya menandakan kondisi ini berupa nyeri yang muncul:

  • Pada sisi luar lengan bagian tengah (tepatnya berada di bawah siku) yang terkadang menyebar hingga ke pergelangan tangan.
  • Ketika mengangkat sesuatu.
  • Saat menekuk tangan.
  • Ketika berjabat tangan , menulis, atau menggenggam benda kecil, seperti pensil.
  • Saat melakukan gerakan memutar, misalnya saat memutar kenop pintu atau membuka tutup stoples.
  • Ketika meluruskan tangan.

Terkadang tennis elbow juga disertai gejala-gejala seperti rasa kaku pada siku saat bangun tidur atau tonjolan tulang pada siku yang terasa sakit ketika disentuh.

Kondisi ini jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Namun, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang bertambah parah atau tidak kunjung membaik.

Penyebab dan Faktor Risiko Tennis Elbow

Secara umum, penyebab tennis elbow adalah penggunaan siku yang berlebihan dengan gerakan memuntir lengan berulang-ulang. Aktivitas tersebut akan membebani tendon-tendon yang melekat pada siku. Bermula pada robekan kecil hingga mencetuskan peradangan di sisi luar siku.

Sesuai namanya, atlet tenis atau mereka yang sering bermain tenis mempunyai risiko untuk mendapatkan tennis elbow. Biasanya dialami oleh orang yang berusia 40 tahun atau lebih. Tennis elbow ini dapat juga diderita oleh orang-orang yang melakukan pekerjaan atau aktifitas dengan peralatan dan penggunaannya yang tidak tepat seperti: pelukis, tukang kebun, atau pertukangan yang menggunakan obeng.

Diagnosis Tennis Elbow

Kondisi tennis elbow umumnya dapat dideteksi dengan menanyakan gejala-gejala, riwayat kesehatan, serta pemeriksaan fisik pasien. Kondisi siku pasien akan dievaluasi secara seksama melalui serangkaian gerakan.

Apabila pemeriksaan kondisi fisik saja tidak cukup atau mencurigai adanya penyebab lain, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan yang lebih mendetail untuk memastikan diagnosis. Misalnya melalui prosedur X-ray, CT scan, serta MRI scan.

Pengobatan dan Pencegahan Tennis Elbow

Tennis elbow termasuk penyakit yang perlahan-lahan akan membaik dengan sendirinya dan tanpa penanganan medis yang khusus. Durasi pemulihan untuk tennis elbow umumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Sejumlah langkah yang umumnya bisa dilakukan meliputi:

  • Menghindari kegiatan yang akan membebani otot-otot siku. Khususnya aktivitas yang memicu tennis elbow, seperti mengangkat beban dan olahraga yang menggunakan tangan yang menderita secara berlebihan.
  • Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit (analgesik), seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Mengurangi tekanan pada otot-otot siku dengan membungkusnya menggunakan kain penahan khusus yang bisa dibeli bebas di toko-toko perlengkapan olahraga.

Apabila penanganan di rumah kurang efektif dan pasien tetap mengalami gejala-gejala tennis elbow, dokter mungkin akan menganjurkan langkah-langkah penanganan sebagai berikut:

  • Melakukan fisioterapi dengan bimbingan ahli terapi. Prosedur ini hanya dianjurkan bagi pasien dengan gejala yang parah atau tidak kunjung membaik meski sudah ditangani sendiri di rumah.
  • Menerima suntikan kortikosteroid guna mengurangi rasa sakit. Namun, prosedur ini hanya dianjurkan untuk jangka pendek.
  • Menjalani terapi gelombang kejut untuk menurunkan tingkat keparahan pada rasa sakit dan merangsang gerakan otot yang sakit.
  • Menjalani operasi untuk mengangkat otot yang rusak. Ini merupakan alternatif penanganan terakhir yang dianjurkan oleh dokter.

Tennis elbow merupakan kondisi yang sulit dicegah karena siku termasuk salah satu bagian tubuh yang paling sering kita gunakan. Meski demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pengidap kondisi ini agar gejala-gejalanya tidak bertambah parah serta mencegah kekambuhannya. Langkah-langkah tersebut dapat berupa:

  • Menghindari penggunaan siku secara berlebihan yang mengalami tennis elbow.
  • Memilih raket atau alat-alat kerja yang ringan sehingga tidak terlalu membebani siku.
  • Menggunakan kain penahan khusus untuk mencegah tennis elbow saat berolahraga (khususnya tenis atau badminton).
  • Meningkatkan kekuatan otot lengan bawah dengan bantuan ahli fisioterapi.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT