Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Penyakit

Miokarditis

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 20 kali

Miokarditis adalah kondisi di mana lapisan dinding jantung bagian tengah (miokardium) mengalami peradangan atau inflamasi. Miokarditis bisa memengaruhi sel otot jantung dan sistem kelistrikan jantung. Akhirnya akan mengganggu kinerja jantung dalam memompa darah, serta detak jantung menjadi tidak beraturan.

Jika dibiarkan semakin parah, miokarditis bisa menimbulkan beberapa komplikasi seperti:

  • Gagal jantung. Miokarditis dapat merusak otot jantung sehingga tidak bisa lagi memompa darah secara efektif dan menyebabkan kegagalan fungsi jantung.
  • Aritmia dan kematian mendadak. Rusaknya otot jantung juga menyebabkan detak jantung yang tidak beraturan (aritmia). Jika aritmia semakin parah, penderita juga terancam mengalami kematian mendadak.
  • Serangan jantung dan/atau stroke. Darah yang tidak bisa dipompa keluar akan bergumpal dan menyumbat salah satu arteri jantung sehingga menyebabkan serangan jantung. Gumpalan darah tersebut juga bisa menyebabkan stroke.

Gejala Miokarditis

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Jika seseorang mengidap miokarditis ringan, biasanya ia tidak merasakan gejala apa pun.

Gejala yang dirasakan penderita miokarditis parah bermacam-macam, tergantung dari penyebabnya. Beberapa gejala yang umumnya muncul adalah:

  • Sakit pada dada.
  • Kelelahan.
  • Aritmia (detak jantung tidak normal).
  • Napas pendek saat beristirahat ataupun beraktivitas.
  • Tungkai kaki, pergelangan kaki, dan telapak kaki membengkak akibat penumpukan cairan.

Miokarditis juga bisa diidap oleh anak-anak, dengan beberapa gejala umum seperti:

  • Napas cepat.
  • Mudah pingsan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Demam.
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan.

Penyebab Miokarditis

Pada banyak kasus, penyebab miokarditis tidak diketahui. Namun ada beberapa penyebab miokarditis seperti:

  • Bakteri. Beberapa bakteri yang bisa menyebabkan miokarditis adalah staphylococcus, streptococcus, dan bakteri penyebab penyakit difteri serta penyakit lyme.
  • Jamur. Beberapa infeksi jamur kadang bisa menyebabkan miokarditis.
  • Virus. Banyak virus yang bisa menyebabkan miokarditis, yang paling umum adalah adenovirus dan Coxsackie B. Virus lain yang bisa menyebabkan miokarditis adalah echoviruses, influenza, Epstein-Barr, rubella, varicella, cacar, campak, dan lain-lain.
  • Parasit. Toksoplasma yang umumnya terdapat pada hewan peliharaan merupakan salah satu parasit penyebab miokarditis.
  • Obat-obatan. Obat yang termasuk dalam kelompok antibiotik dan obat-obatan terlarang bisa memicu reaksi alergi dan keracunan seperti miokarditis.
  • Bahan kimia atau radiasi. Paparan beberapa bahan kimia dan radiasi kadang bisa menyebabkan munculnya miokarditis.
  • Penyakit lainnya. Misalnya lupus, granulomatosis Wegener, arteritis sel raksasa dan arteritis Takayasu.

Diagnosis Miokarditis

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Selain pemeriksaan fisik, beberapa langkah yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis miokarditis adalah:

  • Elektrokardiogram (ECG). Prosedur ini akan menunjukkan pola kelistrikan jantung, mendeteksi detak jantung tidak normal, dan juga otot jantung yang lemah atau rusak.
  • Sinar-X bagian dada. Prosedur ini akan menunjukkan ukuran dan bentuk jantung, cairan di dalam dan di seputar jantung yang bisa mengindikasikan gagal jantung.
  • MRI. Selain menunjukkan ukuran dan bentuk jantung, pemeriksaan ini juga memberikan gambaran struktur jantung.
  • Ekokardiogram. Jenis pemeriksaan ini bisa mendeteksi pembesaran jantung, fungsi pemompaan jantung yang tidak normal, gangguan katup jantung, atau adanya cairan di sekitar jantung.
  • Tes darah. Tes ini untuk mendeteksi antibodi tubuh yang berhubungan dengan infeksi penyebab miokarditis.
  • Biopsi endomiokard. Dokter akan mengambil sampel jaringan otot jantung untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Kateterisasi jantung. Pada pemeriksaan ini, selang kecil dimasukkan ke pembuluh darah pada kaki atau leher, kemudian diarahkan ke jantung.

Pengobatan Miokarditis

Baik melalui pengobatan maupun tidak, banyak kasus miokarditis yang bisa sembuh sepenuhnya. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menangani penyebab awal munculnya miokarditis.

Untuk miokarditis ringan, dokter akan menyarankan penderita untuk beristirahat dan mengonsumsi obat-obatan yang membantu tubuh melawan infeksi penyebab miokarditis seperti antibiotik jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

Pasien akan dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit jika miokarditis sampai menimbulkan gejala gagal jantung atau detak jantung tidak beraturan. Apabila jantung pasien lemah, dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengurangi beban kerja jantung atau untuk menghilangkan cairan seperti:

  • ACE inhibitor atau Angiotensin II receptor blockers. Obat ini akan melemaskan pembuluh darah jantung dan membantu darah mengalir lebih mudah.
  • Beta blockers. Obat ini bekerja dalam beberapa cara untuk mengobati gagal jantung dan membantu mengontrol detak jantung tidak normal.
  • Diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan kadar sodium dan penumpukan cairan di dalam tubuh.

Untuk menangani miokarditis yang sudah parah, dokter biasanya meresepkan pengobatan yang lebih agresif seperti:

  • Obat-obatan intravena, untuk mengembalikan fungsi memompa jantung lebih cepat.
  • Alat bantu ventrikel, berfungsi membantu pemompaan darah dari dalam jantung ke seluruh tubuh.
  • Pompa balon intraaorta, prosedur ini berfungsi membantu darah mengalir lebih lancar serta mengurangi beban kerja jantung.
  • Mesin extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), jika penderita miokarditis sampai mengalami gagal jantung parah, alat ini akan membantu menyuplai oksigen ke tubuh pasien.
  • Transplantasi jantung. Dokter akan mempertimbangkan tindakan ini jika miokarditis yang dialami sudah sangat parah.

Pencegahan Miokarditis

Miokarditis bisa dihindari dengan mencegah serangan infeksi. Beberapa langkah pencegahan infeksi yang bisa dilakukan adalah:

  • Hindari orang yang sedang mengidap infeksi virus hingga mereka benar-benar sembuh.
  • Menjaga kebersihan. mencuci tangan secara rutin akan menurunkan risiko menyebarkan dan terkena infeksi.
  • Hindari kebiasaan berbahaya, untuk mengurangi risiko serangan virus HIV penyebab miokarditis, disarankan tidak melakukan seks bebas tanpa pengaman atau pemakaian obat-obatan terlarang.
  • Hindari serangan kutu.
  • Vaksinasi. Ikuti program vaksinasi secara rutin dan terkini untuk melindungi tubuh dari serangan beberapa virus yang bisa menyebabkan miokarditis.

Informasi Penyakit



BACA JUGA



BERITA TERKAIT