Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Pyridoxine

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 47 kali

Pyridoxine adalah sebutan lain untuk vitamin B6. Vitamin ini berperan dalam proses pembuatan senyawa kimia yang bertugas mengantarkan sinyal dari otak, yaitu hormon serotonin dan norepinephrine. Vitamin B6 juga berperan dalam pembuatan lapisan protein yang melindungi jaringan saraf bernama myelin.

Pyridoxine membantu tubuh berkembang dan berfungsi dengan baik sehingga kekurangan vitamin ini dapat berpengaruh terutama pada kulit, saraf, membran mukosa dan sistem peredaran darah. Pada anak, kekurangan vitamin ini dapat memengaruhi sistem saraf.

Defisiensi pyridoxine dapat terjadi pada penderita dengan gangguan penyerapan makanan. Penderita yang mengonsumsi isoniazid, salah satu jenis obat tuberculosis, juga dapat kekurangan senyawa ini. Selain itu, tidak jarang pyridoxine, dengan campuran bahan lainnya, diberikan sebagai suplemen pada orang yang menderita gangguan pencernaan dan anemia jenis tertentu.

Selain sebagai suplemen, pyridoxine juga bisa ditemukan pada makanan-makanan, seperti daging, ikan, kentang, hati, wortel, bayam, kacang-kacangan, kacang polong, telur, keju, susu, dan sereal gandum. Pemberian suplemen pyridoxine diduga tidak bermanfaat pada orang-orang yang makan dengan diet seimbang.

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, menyusui dan bayi baru lahir harus berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen ini. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
  • Orang yang memiliki alergi vitamin B6 maupun bahan lain yang terkandung di dalam tablet ini.
  • Penderita yang sedang dalam perawatan penyakit lain pada waktu yang sama, terapi suplemen, pengobatan herba, atau pengobatan pelengkap lainnya.
  • Penderita yang sedang menggunakan isoniazid, penicillamine, dan obat-obatan kontrasepsi oral.
  • Penderita penyakit Parkinson yang mengonsumsi obat levodopa karena pyridoxine akan mengurangi efek pengobatan tersebut.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi buruk, kondisi memburuk, alergi atau overdosis saat menggunakan obat ini.

Menggunakan Pyridoxine dengan Benar

Pyridoxine sebaiknya dikonsumsi dengan makanan. Jangan berikan obat ini kepada orang lain tanpa resep dokter. Jangan konsumsi melebihi dosis yang telah ditentukan, serta perhatikan dengan teliti mengenai kadar obat, cara konsumsi, dan keterangan efek samping yang tertera pada kemasan.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Pyridoxine

Pyridoxine tidak menimbulkan efek samping selama dikonsumsi dengan dosis yang benar dan sesuai anjuran. Walau demikian pemberian dosis pyridoxine yang besar dan dalam waktu jangka panjang dapat menyebabkan kondisi neuritis perifer yang parah.

Beberapa gejala yang mengindikasikan adanya gangguan pada sistem saraf, yaitu rasa geli atau kesemutan, berkurangnya kemampuan merasakan sakit atau perubahan suhu, mati rasa, dan rasa sakit yang menusuk.

Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di atas atau efek samping yang Anda curigai berhubungan dengan obat ini.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT