Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Pregabalin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 50 kali

Pregabalin adalah obat yang untuk mengendalikan kejang-kejang akibat epilepsi. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat-obatan lain dan bekerja dengan menstabilkan keseimbangan aktivitas saraf dalam otak sehingga menurunkan risiko kejang.

Selain epilepsi, obat antikonvulsan ini juga bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit serta mengendalikan masalah kecemasan.

Pregabalin tersedia dalam beberapa merek dan harus digunakan dengan resep dokter.

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan pregabalin. Sedangkan ibu menyusui sebaiknya tidak konsumsi pregabalin.
  • Pasien yang mengalami kantuk atau pusing setelah menggunakan pregabalin sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat.
  • Hindari konsumsi minuman keras selama menggunakan pregabalin.
  • Jangan berhenti menggunakan pregabalin secara tiba-tiba dan tanpa konsultasi dengan dokter.
  • Pregabalin berisiko memicu keinginan menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri pada sebagian orang. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan dorongan tersebut.
  • Harap berhati-hati bagi lansia, yang menderita gangguan ginjal, gangguan jantung, gangguan pada otak atau sistem saraf pusat, merasakan dorongan untuk bunuh diri, menjalani hemodialisis, serta yang pernah mengalami ketergantungan minuman keras atau obat-obatan terlarang.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Pregabalin

Beda pasien bisa membutuhkan pregabalin dengan takaran yang berbeda-beda. Dosis ini ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis kondisi yang ditangani, kondisi kesehatan pasien, dan respons tubuh pasien terhadap obat.

Pada konsumsi awal, dosis pregabalin yang dianjurkan adalah 150 mg per hari. Dosis ini kemudian bisa ditambah secara bertahap hingga maksimal 600 mg per hari berdasarkan respons tubuh pasien. Penambahan dosis biasanya dilakukan sebanyak 150 mg per minggu, contohnya dosis menjadi 300 mg setelah minggu pertama dan 450 mg setelah minggu kedua.

Mengonsumsi Pregabalin dengan Benar

Gunakan pregabalin sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Obat ini biasanya diberikan dengan dosis rendah pada awal pemakaian sebelum kemudian ditingkatkan sesuai respons tubuh dan kebutuhan pasien terhadap obat.

Harap diingat bahwa konsumsi pregabalin tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Jika ingin menghentikan konsumsi, proses ini harus dilakukan secara bertahap dan dengan anjuran dokter. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya gejala atau gejala putus obat.

Pregabalin berpotensi menyebabkan sebagian penggunanya untuk merasakan keinginan menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Oleh karena itu, pengawasan secara saksama sangat dibutuhkan. Segera hubungi dokter jika Anda merasakan dorongan tersebut.

Antikonvulsan ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dan pastikan Anda menghindari konsumsi minuman keras selama meminum obat ini. Pregabalin berpotensi meningkatkan efek alkohol dari minuman keras.

Jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan secara rutin selama menjalani pengobatan dengan pregabalin. Langkah ini akan membantu dokter untuk memantau perkembangan kondisi Anda, reaksi tubuh terhadap obat, serta memantau keefektifan obat.

Konsumsi pregabalin bisa membuat kulit pasien lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu, hindari pajanan matahari sebisa mungkin dan jangan lupa menggunakan tabir surya atau pakaian tertutup saat bepergian.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi pregabalin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi pregabalin, disarankan untuk meminumnya segera jika jadwal minum berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis pregabalin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Pregabalin

Pregabalin juga berpotensi menyebabkan efek samping, sama seperti obat-obatan lain. Efek samping obat ini umumnya muncul pada awal pemakaian dan kemudian berkurang seiring proses adaptasi tubuh terhadap obat. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat mengonsumsi antikonvulsan ini meliputi:

  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan kabur.
  • Mulut kering.
  • Konstipasi atau diare.
  • Mual.
  • Kembung.
  • Perubahan pada emosi.
  • Sulit tidur.
  • Penurunan gairah seksual.
  • Disfungsi ereksi.
  • Bertambahnya nafsu makan dan berat badan.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.

Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping berupa miopati yang merupakan gangguan otot yang serius. Gejala-gejalanya dapat berupa demam serta nyeri atau lemas otot tanpa penyebab yang jelas.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT