Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Pranziquantel

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 45 kali

Pranziquantel adalah obat golongan antelmintik yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi parasit, seperti cacing Schistosoma dan cacing Fasciola hepatica (cacing hati). Obat ini bekerja dengan cara melumpuhkan parasit dan mengeluarkannya secara alami melalui tinja.

Pranziquantel biasanya disarankan oleh dokter untuk mengobati hampir berbagai jenis infeksi cacing. Meski demikian, obat ini tidak dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh cacing kremi dan cacing gelang.

Peringatan:

  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, ginjal, jantung, sistiserkosis okular (pengerumunan cacing pita di dalam mata), dan benjolan sistiserkosis di bawah permukaan kulit.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat kejang dan sistiserkosis otak.
  • Praziquantel dapat mengakibatkan rasa kantuk dan pusing. Disarankan untuk tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat saat atau sehari setelah mengonsumsi obat ini.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol untuk menekan risiko efek samping.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang dalam pengobatan lainnya agar dosis praziquantel dapat disesuaikan.
  • Praziquantel dapat mempengaruhi kandungan ASI. Ibu menyusui disarankan untuk tidak memberikan ASI pada bayi saat sedang dalam pengobatan hingga 72 jam setelah penggunaan obat dihentikan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Praziquantel

Dokter akan menyesuaikan dosis dengan kondisi yang dialami pasien. Umumnya, dosis akan berikan antara 20-40 mg per hari yang dapat dikonsumsi sekaligus atau dibagi ke dalam 3 jadwal konsumsi. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikan hingga 60 mg per hari.

Praziquantel biasanya tidak akan disarankan bagi anak usia di bawah 4 tahun, kecuali dokter melihatnya sebagai satu-satunya cara untuk mengobati infeksi.

Mengonsumsi Praziquantel dengan Benar

Praziquantel diminum saat makan, dengan jarak 4-6 jam antar jadwal konsumsi per hari atau sesuai saran dokter. Telan tablet secara langsung dengan menggunakan air putih. Jangan mengunyahnya karena dapat memicu mual dan muntah.

Konsumsi praziquantel sesuai dengan dosis yang diberikan dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu karena berpotensi memicu infeksi kembali lagi.

Dalam kasus tertentu, dokter mungkin akan menyarankan untuk membagi tablet sesuai berat badan dan kondisi pasien. Pastikan Anda memotong tablet sesuai ukuran agar tidak mengurangi efek obat.

Jika Anda lupa mengonsumsi praziquantel, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Hindari mengonsumsi grapefruit untuk menghindari potensi terjadinya efek samping saat dalam pengobatan menggunakan praziquantel.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan praziquantel bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Menyebabkan penurunan konsentrasi praziquantel di bawah dosis efektif, jika dikonsumsi bersama dengan rifampicin.
  • Obat perangsang enzim CYP, seperti carbamazepine, dexamethasone, phenobarbitan, dan phenytoin, dapat menurunkan efek pranziquantel dalam darah. Sedangkan obat penghambat enzim CYP, seperti cimetidine, erythromycin, itraconazole, dan ketoconazole, justru dapat meningkatkan efek obat dalam darah.     

Kenali Efek Samping dan Bahaya Praziquantel

Beberapa efek samping yang umumnya terjadi setelah menggunakan praziquantel adalah:

  • Pusing.
  • Mual.
  • Nyeri perut.
  • Nafsu makan menurun.
  • Badan pegal-pegal.
  • Mengeluarkan keringat berlebih.

Segera temui dokter jika Anda mengalami efek samping berat, seperti:

  • Reaksi alergi.
  • Demam.
  • Kejang.
  • Gangguan pernapasan.
  • Aritmia.
  • Tinja disertai darah.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT