Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Piracetam

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 46 kali

Piracetam adalah kelompok obat nootropik. Obat ini berfungsi mengobati kondisi mioklonus, gejala involusi pada lansia, mengatasi alkoholisme kronik dan kecanduan, serta membantu dalam memulihkan gejala pasca trauma.

Mioklonus adalah kelainan kontraksi otot yang terjadi tanpa disadari, misalnya cegukan, tremor dan kedutan. Mioklonus bisa disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf (misalnya epilepsi, stroke dan tumor otak), penyakit metabolism, gagal ginjal, gagal hati, kondisi autoimun, keracunan dan reaksi terhadap obat-obatan.

Involusi yang terjadi pada orang lanjut usia adalah penurunan daya pikir, penurunan daya ingat, gangguan adaptasi, astenia, dan kemunduran perilaku psikomotor. Sedangkan gejala pasca trauma yang bisa diatasi dengan obat ini adalah sakit kepala, vertigo, dan perasaan cemas atau gelisah.

Obat ini memengaruhi otak dan sistem saraf. Piracetam melindungi bagian otak yang bernama korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen. Korteks serebri bertanggung jawab dalam proses berpikir, persepsi, daya ingat, serta memiliki peran dalam fungsi motorik (gerakan), kemampuan sosial, bahasa, dan penyelesaian masalah.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan, tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
    Bagi wanita yang menyusui jangan mengonsumsi obat ini.
  • Hindari mengemudi atau mengoperasikan alat berat ketika mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita tukak lambung, penderita penyakit Huntington’s chorea, gangguan ginjal, gangguan hati, masalah dengan penggumpalan darah, dan yang pernah mengalami pendarahan pada otak.
  • Harap berhati-hati bagi pasien yang sedang melakukan diet sodium karena obat ini memiliki kandungan sodium di dalamnya.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Piracetam

Dosis dan jangka waktu penggunaan piracetam akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi yang ingin ditangani, tingkat keparahannya, dan kondisi kesehatan pasien. Dosis akan direvisi oleh dokter dan disesuaikan menurut perkembangan kondisi. Dosis umum pemakaian tablet piracetam untuk mioklonus adalah 7,2 gram sampai dengan maksimum 24 gram per hari.

Untuk kondisi lain, dosis umumnya adalah 1,2-4,8 gram per hari, yang dibagi dalam 2-3 kali minum. Jangan menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan oleh dokter Anda. Dosis untuk anak-anak juga akan ditentukan oleh dokter.

Mengonsumsi Piracetam dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi piracetam. Obat ini biasanya dibagi menjadi dua hingga tiga dosis dalam sehari.

Selama mengonsumsi obat ini, temui dokter Anda secara teratur agar kondisi Anda bisa dipantau. Jangan menghentikan atau menambah dosis obat tanpa anjuran dari dokter. Menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba dapat memunculkan gejala putus obat atau menyebabkan penyakit awal Anda muncul kembali.

Jangan mengunyah atau menghancurkan piracetam karena obat ini memiliki rasa yang pahit. Sebaiknya obat ini dikonsumsi dengan air putih. Selain tablet, Anda bisa diberikan obat cair apabila kesulitan menelan tablet.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi piracetam, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis piracetam pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Piracetam

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Dokter meresepkan piracetam karena percaya manfaat obat ini lebih tinggi daripada risiko efek sampingnya. Beberapa efek samping yang bisa terjadi, seperti:

  • Merasa gugup atau cemas.
  • Berat badan bertambah.
  • Mudah mengantuk atau merasa lelah.

Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan, mengganggu atau Anda mengalami reaksi alergi, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT