Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Phenytoin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 47 kali

Phenytoin adalah obat yang digunakan untuk mencegah serangan epilepsi. Terjadinya kejang pada penderita epilepsi disebabkan oleh gangguan pada aktivitas elektrik di dalam otak. Fenitonin bekerja dengan cara menstabilkan aktivitas elektrik tersebut sehingga kejang dapat dicegah.

Selain epilepsi, phenytoin juga dapat digunakan untuk mengobati trigeminal neuralgia, yaitu suatu jenis penyakit nyeri saraf yang menyebabkan penderitanya mengalami rasa sakit panas atau menusuk di bagian wajah.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil, sesuaikan dosis dengan anjuran dokter. Sedangkan bagi wanita yang sedang menyusui, disarankan untuk tidak mengonsumsi phenytoin.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati dan penderita suatu jenis gangguan darah yang disebut porfiria.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Mengonsumsi Phenytoin dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan phenytoin sebelum mulai mengonsumsinya.

Phenytoin dapat dikonsumsi sebelum makan. Namun agar dapat memberikan hasil yang lebih maksimal, sebaiknya konsumsi ketika atau sesudah makan.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi phenytoin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi phenytoin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis phenytoin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Jauhi minuman keras atau makanan yang mengandung alkohol selama menjalani pengobatan dengan phenytoin karena dapat mengubah kadar obat ini di dalam tubuh Anda.

Selain alkohol, beberapa jenis obat-obatan juga dapat mengubah kadar phenytoin di dalam tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan, terutama obat pencernaan. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat lain.

Jika Anda menderita epilepsi, sebaiknya jauhi aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan jiwa, misalnya mengemudi. Anda boleh melakukan aktivitas tersebut jika sudah diberikan izin oleh dokter, biasanya jika Anda tidak lagi mengalami kejang dalam waktu satu tahun terakhir.

Saat menjalani pengobatan dengan phenytoin, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter agar mereka dapat memonitor perkembangan kondisi Anda. Selain itu, dokter juga perlu melakukan pengecekan darah secara berkala untuk menentukan dosis yang tepat sesuai dengan perkembangan kondisi Anda tersebut.

Obat-obatan antiepilepsi sedikit berisiko menyebabkan perubahan suasana hati pada penggunanya. Segera temui dokter jika Anda mengalami depresi atau bahkan perasaan ingin melukai diri sendiri setelah mengonsumsi obat ini.

Pengobatan dengan phenytoin biasanya berlangsung secara jangka panjang. Jangan menghentikan penggunaan obat ini atau mengubah dosisnya tanpa bertanya terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Phenytoin

Penggunaan phenytoin berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat antiepilepsi ini adalah:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Penglihatan ganda
  • Mengantuk
  • Konstipasi
  • Gemetar
  • Konsentrasi berkurang
  • Kurang nafsu makan
  • Sulit tidur

Temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang berkepanjangan.

 

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT