Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Diazepam

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 51 kali

Diazepam adalah salah satu jenis obat benzodiazepine yang dapat memengaruhi sistem saraf otak dan memberikan efek penenang. Diazepam bekerja dengan cara mempengaruhi neurotransmiter, yang berfungsi memancarkan sinyal ke sel otak. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, insomnia, kejang-kejang, gejala putus alkohol akut, serta digunakan sebagai obat bius sebelum operasi.

Diazepam tidak disarankan untuk digunakan secara jangka panjang, dan maksimal umumnya hanya sekitar 4 minggu. Efek obat ini bisa bertahan selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah dikonsumsi.

Merek dagang: Prozepam, Valdimex, Trazep, Valisanbe

Peringatan:

  • Jangan menggunakan diazepam dalam jangka panjang untuk menghindari ketagihan, kecanduan, dan juga efek kebal terhadap obat ini.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama pengobatan karena berpotensi meningkatkan efek sedatif dari obat.
  • Diazepam dapat mengakibatkan rasa kantuk, pusing, dan penglihatan kabur. Usahakan jangan mengemudi atau mengoperasikan alat berat saat mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi pecandu narkoba dan alkohol, penderita gangguan pernapasan, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan mental, kelainan pada darah, glaukoma, dan myasthenia gravis.
  • Temui dokter jika mengalami perubahan pola pikir atau perilaku. Obat ini bisa menyebabkan kebingungan, halusinasi, dan bahkan keinginan untuk bunuh diri.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Diazepam

Taatilah selalu anjuran dari dokter dalam menggunakan diazepam.

Bagi lansia, dosis akan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan penyakit yang dialami. Umumnya, dosis untuk mereka adalah setengah dari dosis orang dewasa.

Untuk diazepam dalam bentuk suntik atau supositoria rektal, dokter akan menyesuaikannya dengan kondisi pasien di rumah sakit.

Menggunakan Diazepam dengan Benar

Diazepam dalam bentuk oral dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jika Anda mengonsumsi diazepam untuk mengatasi insomnia, konsumsilah obat ini sebelum tidur.

Dosis diazepam biasanya akan diturunkan oleh dokter secara perlahan-lahan sebelum dihentikan total. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gejala putus obat.

Jika Anda yang lupa mengonsumsi diazepam, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Hindari konsumsi grapefruit untuk menghindari potensi terjadinya efek samping saat dalam pengobatan menggunakan diazepam.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan diazepam bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Dapat meningkatkan efek depresan terhadap sistem saraf pusat dengan penggunaan bersama obat antiviral (seperti amprenavir dan ritonavir), obat anestesi, narkotika analgesik, antidepresan, antipsikotik, ansiolitik, antiepileptik, antihistamine, antihipertensi, obat relaksan otot (misalnya tizanidine atau baclofen) dan nabilone.
  • Pengeluaran obat diazepam dari dalam tubuh akan menurun apabila dikonsumsi dengan antibiotik yang dapat mempengaruhi kerja enzim hati (misalnya isoniazid dan erythromycin), kontrasepsi oral, cimetidine, dan omeprazole. Di sisi lain, obat antibiotik yang dikenal sebagai perangsang enzim hati (misalnya rifampicin) dapat meningkatkan pengeluaran obat dari dalam tubuh.
  • Dapat menekan pengeluaran obat digoxin dari dalam tubuh.
  • Meningkatkan kadar obat dalam darah jika dikonsumsi bersamaan dengan disulfiram.
  • Berpotensi menyebabkan perburukan yang bersifat sementara pada penyakit Parkinson jika dikonsumsi bersamaan dengan levodopa.
  • Dapat mengurangi efek terapi dari teofilin.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Diazepam

Reaksi seseorang terhadap sebuah obat dapat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang umum terjadi dalam penggunaan diazepam adalah:

  • Mengantuk atau pusing.
  • Lemas.
  • Gangguan fungsi koordinasi atau keseimbangan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Mudah lupa dan merasa bingung.
  • Bersikap agresif.

Jika terjadi efek samping secara berkepanjangan atau Anda mengalami efek samping yang parah setelah menggunakan diazepam, seperti reaksi alergi, gejala infeksi, berhalusinasi, kesulitan berbicara atau menggerakan tubuh, tubuh menguning atau kesulitan berkemih, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat agar cepat ditangani. Jangan mengonsumsi diazepam lebih dari yang dianjurkan karena overdosis yang ditimbulkannya dapat berakibat fatal.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT