Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Kina

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 49 kali

Kina adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum. Ini merupakan salah satu jenis malaria yang umum terjadi di Indonesia sekaligus malaria yang paling serius sehingga langkah penanganannya sering kali dilakukan di rumah sakit.

Kina dapat digunakan secara individu atau tergabung dengan obat antimalaria lain. Obat ini berfungsi membunuh parasit yang masuk ke tubuh melalui gigitan nyamuk.

Di samping menangani malaria, kina juga dapat digunakan untuk meredakan kram kaki parah yang muncul pada malam hari. Tetapi antimalaria ini hanya akan diberikan jika kram kaki muncul secara rutin dan metode pengobatan lain tidak efektif.

Pemilihan merek dan penggunaan kina harus disesuaikan dengan resep dokter serta jenis penyakit yang diderita.

Peringatan:

  • Wanita hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan kina.
  • Penting bagi penderita malaria untuk menghabiskan obat ini sesuai resep dokter untuk memastikan kesembuhan dan mencegah kambuhnya gejala.
  • Hentikan penggunaan kina jika sama sekali tidak berdampak positif sedikitpun setelah satu bulan.
  • Harap berhati-hati jika menderita gangguan mata atau pendengaran, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan jantung, kencing darah, myastenia gravis,diabetes serta defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).
  • Pengguna kina sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat. Obat ini berpotensi memicu gangguan penglihatan dan vertigo pada sebagian orang.
  • Jika menggunakan kina, beri tahu dokter sebelum menjalani penanganan medis apa pun.
  • Hindari konsumsi minuman tonik serta minuman keras selama menggunakan kina.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Kina

Dosis penggunaan kina untuk tiap pasien umumnya berbeda-beda. Penentuan takaran ini tergantung pada jenis penyakit, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan pasien. Khusus untuk pasien anak-anak, dokter juga akan mempertimbangkan berat badan sebagai faktor utama penentu dosis.

Dosis kina untuk menangani kram kaki yang muncul pada malam hari tentu berbeda dengan pengobatan malaria. Dokter umumnya menganjurkan pasien dewasa serta lansia untuk mengonsumsi tablet kina 300 mg sebelum tidur.

Mengonsumsi Kina dengan Benar

Gunakanlah kina sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Pastikan penderita malaria mengonsumsi semua dosis yang diresepkan oleh dokter walau kondisinya terasa sudah membaik. Langkah ini bertujuan mencegah kambuhnya gejala-gejala malaria. Pasien juga disarankan untuk menjalani tes darah setelah menyelesaikan masa pengobatan untuk memastikan parasit malaria sudah lenyap dari tubuhnya.

Selama menggunakan kina, konsumsi minuman keras dan minuman tonik sebaiknya dihindari. Minuman tonik umumnya mengandung kina sehingga dapat memicu overdosis. Sementara minuman keras berpotensi memicu efek samping.

Keefektifan kina untuk mengatasi kram kaki umumnya baru akan terasa setelah penggunaan hingga satu bulan. Pasien dianjurkan untuk bersabar dan menjalani pemeriksaan rutin guna memantau perkembangan kondisinya. Dokter juga akan menyarankan penghentian konsumsi kina untuk sementara setelah bulan ketiga agar dapat meninjau ulang keefektifannya pada pasien.

Untuk mengatasi malaria, pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Bagi pasien yang lupa mengonsumsi kina, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Sedangkan bagi pengidap kram kaki yang lupa mengonsumsi kina, disarankan untuk meminumnya pada malam berikutnya. Jangan menggandakan dosis kina pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Kina

Semua obat berpotensi memicu efek samping, termasuk kina. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi antimalaria ini adalah:

  • Gangguan mata.
  • Gangguan pendengaran.
  • Sakit kepala atau vertigo.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Linglung.
  • Otot lemas.
  • Meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya.

Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang termasuk serius seperti gangguan pada mata dan telinga, sakit kepala, vertigo, serta gangguan pencernaan.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT