Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Ketotifen

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 47 kali

Ketotifen adalah obat yang dapat meredakan gejala bersin, pilek, dan hidung tersumbat pada penyakit rhinitis (radang pada membran mukosa di dalam hidung) yang disebabkan oleh alergi. Gejala alergi sendiri disebabkan oleh zat histamin yang dilepaskan oleh sel mast yang terdapat di lapisan hidung ketika terpapar debu atau bulu binatang. Dalam hal ini, ketotifen berfungsi mencegah efek histamin tersebut.

Selain meredakan gejala rhinitis, ketotifen juga bisa digunakan untuk mengurangi frekuensi, durasi, dan tingkat keparahan asma apabila dikombinasikan dengan obat-obatan asma lainnya.

Sedangkan dalam kemasan obat tetes mata, ketotifen bisa digunakan untuk mengobati konjungtivitis atau radang selaput mata oleh karena alergi.

Peringatan:

  • Bagi wanita yang sedang hamil, jangan menggunakan ketotifen secara oral (minum) kecuali atas petunjuk dokter. Ibu menyusui tidak boleh mengonsumsi ketotifen secara oral (minum). Obat tetes ketotifen dapat digunakan oleh ibu hamil dan menyusui sesuai dengan petunjuk dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan prostat, penyakit glaukoma, porfiria, epilepsi, dan penyumbatan pada usus halus.
  • Khusus untuk ketotifen tetes mata, jangan memasang kontak lensa kurang dari 15 menit setelah pemberian obat.
  • Konsultasikan kepada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat apa pun. Jangan menggunakan ketotifen bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.
  • Ketotifen bisa saja menimbulkan efek samping berupa kemunculan rasa kantuk. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin-mesin berbahaya selama menjalani pengobatan dengan ketotifen.
  • Kemungkinan ketotifen bisa menyebabkan kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari. Apabila Anda mengalami hal ini, gunakan tabir surya apabila akan beraktivitas di luar rumah.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Menggunakan Ketotifen Dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan ketotifen sebelum mulai menggunakannya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan ketotifen pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa menggunakan ketotifen, disarankan segera melakukannya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis ketotifen pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Pengobatan biasanya berlangsung dalam jangka pendek. Hentikan penggunaan ketotifen jika gejala sudah reda.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Ketotifen

Sama seperti obat-obat lain, ketotifen juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang bisa saja terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Gugup
  • Uring-uringan
  • Mulut kering
  • Gangguan tidur
  • Sensitivitas sinar matahari (obat tetes)

 

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT