Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Kanamycin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 53 kali

Kanamycin adalah golongan obat antibiotik aminiglikosida yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri serius pada berbagai bagian tubuh. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri. Selain itu, obat ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mengikat sintesa protein dalam sel bakteri. Karena merupakan obat antibiotik, maka kanamycin tidak bisa digunakan untuk infeksi akibat virus, termasuk flu.

Merek Dagang: Kanamycin Capsule Meiji dan Kanamycin Sulphate Meiji

Kanamycin hanya diberikan berdasarkan resep dokter dan biasanya digunakan untuk jangka waktu pendek, yaitu sekitar tujuh hingga sepuluh hari.

Peringatan:

  • Kanamycin tidak boleh dikonsumsi ketika Anda hamil atau diduga hamil karena dapat menyebabkan kelainan  pada janin. Begitu pun pada wanita yang sedang menyusui, obat ini berisiko mengganggu kesehatan bayi. Pemberian kanamycin pada wanita hamil dapat dilakukan jika mereka menderita penyakit yang sangat serius.
  • Belum ada studi yang menunjukkan masalah pada anak-anak yang menggunakan obat ini. Namun dokter harus berhati-hati saat memberikannya pada bayi yang baru lahir atau bayi prematur.
  • Konsultasikan pada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap satu jenis obat, makanan, atau bahan pengawet tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, obat tanpa resep, suplemen, atau obat herbal.
  • Bicarakan pada dokter jika Anda menderita penyakit ginjal, gangguan pendengaran, penyakit Parkinson, myasthenia gravis, asma, gangguan pernapasan, masalah pada otot, atau gangguan saraf.

Mengonsumsi Kanamycin dengan Benar

Gunakan obat ini sesuai anjuran dan dosis yang ditetapkan oleh dokter hingga infeksi hilang. Jangan hentikan pemakaian ketika sudah merasa lebih baik setelah beberapa kali menggunakan obat ini. Patuhi juga jadwal pemberian obat secara teratur untuk mempertahankan jumlah darah yang konstan sehingga obat dapat bekerja dengan baik.

Selama pemakaian obat ini, dokter akan memantau perkembangan Anda untuk memastikan obat bekerja dengan baik. Selain itu, pemeriksaan darah, urine, pedengaran, dan saraf juga diperlukan untuk mencegah efek yang tidak diinginkan. Minumlah lebih banyak cairan saat mengunakan obat ini agar urine keluar lebih banyak sehingga kerja ginjal tetap baik dan masalah ginjal dapat dicegah.

Hentikan penggunaan obat dan segera periksakan diri pada dokter jika pendengaran menurun, pusing, telinga berdenging. Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan pendengaran atau keseimbangan. Demikian halnya jika mengalami kesulitan bernapas serta perubahan warna dan frekuensi urine yang menandakan kemungkinan masalah pada ginjal.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah sejumlah reaksi yang mungkin timbul jika kanamycin digunakan bersama dengan obat-obatan lainnya:

  • Efek nefrotoksik dan neurotoksik, jika digunakan dengan polimiksin B, bacitracin, colistin, amfoterisin B, cisplatin, vankomisin, dan antibiotik aminoglikosida lainnya (misalnya paromomycin).
  • Peningkatan toksisitas, jika digunakan dengan diuretik kuat (misalnya asam ethacrynic, furosemide, meralluride Na, Na mercaptomerin, atau manitol).
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas, jika digunakan dengan sefalosporin.
  • Peningkatan konsentrasi zat, jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs).

Kanamycin juga dapat meningkatkan risiko efek samping dari obat suksinilkolin dan relaksan otot nondepolarisasi (misalnya rocuronium), jika digunakan bersama dengan kedua jenis obat tersebut.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Kanamycin

Tidak semua efek samping berikut ini akan muncul. Ada beberapa efek samping yang tidak membutuhkan perhatian secara medis dan akan hilang ketika tubuh dapat menerima obat dengan baik.

Beberapa efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan kanamycin adalah:

  • Reaksi alergi, seperti gatal, wajah dan tangan bengkak, dada sesak, serta sulit bernapas.
  • Kejang atau otot menjadi lumpuh.
  • Rasa sakit di tempat yang disuntik.
  • Kulit kebas atau kesemutan.
  • Pergerakan mata tidak terkendali.
  • Kulit dan bibir berwarna biru.
  • Pandangan kabur.
  • Telinga berdenging terus-menerus.
  • Pedengaran hilang atau terganggu.
  • Berat badan naik dengan cepat.
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa.
  • Rasa lelah yang tidak biasa.

Jika Anda merasakan salah satu efek samping yang diduga akibat penggunaan kanamycin, temui dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT