Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Indomethacin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 47 kali

Indomethacin merupakan salah satu jenis obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) yang berfungsi meredakan rasa sakit yang ringan hingga menengah yang akut serta mengurangi inflamasi atau peradangan. Contoh rasa sakit yang umumnya dapat diatasi dengan indomethacin adalah keseleo, sendi dan otot yang kaku, artritis reumatoid, nyeri punggung, nyeri menstruasi, serta rematik akibat asam urat yang tinggi.

Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin. Senyawa yang dilepas oleh tubuh tersebut akan menyebabkan rasa sakit dan inflamasi. Dengan menghalangi produksi prostaglandin, indomethacin akan mengurangi rasa sakit serta inflamasi.

Indomethacin umumnya diberikan untuk konsumsi dalam waktu singkat dengan dosis efektif yang paling rendah. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan jangka panjang, misalnya pada pasien reumatoid artritis. Untuk beberapa kondisi, dibutuhkan durasi konsumsi selama empat minggu sebelum manfaatnya terasa.

Peringatan:

  • Wanita yang sedang hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi indomethacin. Obat ini dapat membahayakan bayi dalam kandungan dan bayi yang mengonsumsi ASI.
  • Indomethacin tidak boleh diberikan kepada anak-anak.
  • Obat ini dapat mengurangi kesuburan sehingga wanita yang berencana untuk hamil disarankan untuk menghindari konsumsi indomethacin.
  • Dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan.
  • Jika mengonsumsi indomethacin, sebaiknya tidak mengemudikan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing pada beberapa orang.
  • Hentikan konsumsi setelah gejala-gejala reda.
  • Harap berhati-hati bagi yang berusia di atas 65 tahun, yang menderita tukak lambung, inflamasi usus, asma, gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, hipertensi, epilepsi, penyakit Parkinson, gangguan mental, alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid lain (misalnya aspirin dan ibuprofen), gangguan penggumpalan darah, serta lupus.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Indomethacin

Dosis obat ini akan diberikan dengan dosis paling ringan sebelum disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta respons tubuh pasien terhadap obat.

Takaran indomethacin yang umum dianjurkan oleh dokter adalah 50-200 mg per hari. Dosis tersebut dibagi untuk beberapa kali minum per hari.

Mengonsumsi Indomethacin dengan Benar

Gunakanlah indomethacin sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Segera hentikan penggunaan obat ini setelah gejala-gejala reda kecuali untuk disarankan berbeda oleh dokter untuk kondisi kronis.

Indomethacin sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan untuk mencegah potensi efek samping gangguan pencernaan. Pasien juga dianjurkan berhenti merokok dan mengonsumsi minuman keras selama menggunakan obat ini agar dapat mengurangi risiko pendarahan pada lambung.

Obat ini umumnya hanya diberikan untuk konsumsi dalam waktu singkat dengan dosis serendah mungkin. Pasien juga disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter, terutama jika membutuhkan konsumsi indomethacin untuk jangka panjang.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi indomethacin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi indomethacin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis obat pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Indomethacin

Semua obat pasti memiliki efek samping, begitu juga dengan indomethacin. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Nyeri ulu hati.
  • Gangguan pencernaan.
  • Pusing.
  • Diare atau konstipasi.
  • Mual dan muntah.

Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti tinja berwarna hitam atau mengandung darah, muntah darah, sakit perut yang parah, dan kesulitan bernapas.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT