Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Fenofibrate

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 48 kali

Fenofibrate adalah obat untuk mengatasi hyperlipidaemia atau konsentrasi lemak (lipid) yang terlalu tinggi di dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan menumpuknya lemak di dinding pembuluh darah dan bisa berakibat kepada terganggunya sirkulasi darah dalam bentuk stroke dan serangan jantung.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau yang sedang berusaha memiliki anak, sesuaikan dengan anjuran dokter tentang pemakaian obat ini. Sedangkan ibu yang sedang menyusui, dilarang untuk mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal, tiroid, hati, pankreas dan kandung empedu.
  • Jika mengalami sakit pada otot tubuh saat mengonsumsi obat ini, hubungi dokter Anda.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Fenofibrate

Dosis fenofibrate yang umumnya diresepkan oleh dokter adalah 160-200 mg satu kali sehari. Dosis bisa disesuaikan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan kondisi dan respons tubuh terhadap obat.

Mengonsumsi Fenofibrate dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan fenofibrate sebelum mulai mengonsumsinya.

Fenofibrate harus dikonsumsi bersamaan atau sesaat setelah makan karena perut yang terisi makanan akan membuat obat ini lebih mudah untuk diserap oleh tubuh. Gunakan air putih untuk membantu menelan tablet atau kapsul fenofibrate.

Usahakan untuk mengonsumsi fenofibrate pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya dan untuk menghindari lupa.

Bagi pasien yang lupa mengonsumi fenofibrate, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis fenofibrate pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Jangan berhenti mengonsumsi fenofibrate secara tiba-tiba, kecuali atas anjuran dokter.

Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 jika ingin beraktivitas di bawah sinar matahari langsung karena fenofibrate bisa menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Terapkan pola makan yang sehat, berolahraga secara rutin, kurangi konsumsi garam, hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dan hentikan kebiasaan merokok untuk mengurangi risiko terkena penyakit gangguan pembuluh darah dan jantung.

Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama mengonsumsi fenofibrate agar dokter dapat memonitor perkembangan Anda. Pemeriksaan kesehatan organ hati dengan cara tes darah secara rutin juga diperlukan selama setahun pertama perawatan.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Fenofibrate

Sama seperti obat-obatan lainnya, fenofibrate berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping umumnya akan mereda. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umumnya terjadi:

  • Sakit kepala.
  • Muncul ruam kulit yang terasa gatal.
  • Masalah pencernaan.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Mual.
  • Diare.
  • Sakit perut.

Segera temui dokter jika mengalami nyeri otot, terutama pada otot kaki. Dan jika efek samping yang dialami tidak kunjung mereda atau bahkan bertambah parah, temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT