Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Fenilbutazon

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 48 kali

Fenilbutazon adalah salah satu jenis obat anti inflamasi non-steroid yang berfungsi meredakan rasa sakit tingkat ringan hingga menengah. Secara umum, fenilbutazon diberikan untuk mengobati inflamasi dan nyeri dari berbagai jenis artritis seperti rheumatoid arthritis dan ankylosing spondylitis. Namun, nyeri saat haid atau karena cidera juga bisa ditangani dengan obat ini.

Penggunaan fenilbutazon hanya boleh dengan resep dan anjuran dokter karena berpotensi menyebabkan efek samping yang serius, seperti supresi sumsum tulang.

Efek samping tersebut memang jarang terjadi, namun dapat memicu penurunan drastis sel darah putih dalam tubuh. Oleh karena itu, fenilbutazon termasuk obat anti inflamasi yang jarang dianjurkan oleh dokter.

Peringatan:

  • Wanita yang sedang hamil atau menyusui dianjurkan untuk menghindari fenilbutazon.
  • Dikonsumsi dengan makanan atau segera setelah makan.
  • Harap berhati-hati jika menderita tukak lambung, asma, alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid lain (misalnya aspirin dan ibuprofen), gangguan ginjal, serta pengguna antikoagulan.
  • Beritahukan dokter Anda tentang pemakaian fenilbutazon sebelum tindakan operasi karena fenilbutazon dapat mempengaruhi proses pembekuan darah. Fenilbutazon harus dihentikan minimal 3 hari sebelum tindakan operasi.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Fenilbutazon

Fenilbutazon hanya boleh digunakan dengan resep dan anjuran dokter karena efek sampingnya yang berbahaya. Dosis obat ini akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi yang diobati, tingkat keparahan gejala, dan respons tubuh pasien terhadap obat.

Mengonsumsi Fenilbutazon dengan Benar

Gunakanlah fenilbutazon sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Dokter umumnya akan memberikan fenilbutazon dengan dosis terendah serta durasi konsumsi sesingkat mungkin. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dianjurkan guna memastikan perkembangan kondisi pasien serta keefektifan obat ini.

Fenilbutazon sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi fenilbutazon, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis fenilbutazon pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Fenilbutazon

Sama seperti obat-obat lainnya, fenilbutazon juga bisa memicu munculnya efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi saat mengonsumsi obat ini meliputi:

  • Sensasi panas seperti terbakar pada lambung.
  • Tukak lambung.
  • Kram.
  • Mual.
  • Kembung.
  • Gangguan hati.

Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping, seperti tinja berwarna hitam dan cair, lemas, serta pusing saat berdiri. Gejala-gejala tersebut kemungkinan mengindikasikan adanya perdarahan pada lambung.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT