Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Estazolam

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 50 kali

Estazolam adalah salah satu jenis obat yang digunakan untuk menangani gangguan tidur atau insomnia. Misalnya bagi mereka yang sering terbangun pada malam hari, cepat terbangun kembali walau tidur larut, atau sulit tidur.

Obat ini bekerja dengan memperlambat kinerja sistem saraf. Fungsi itulah yang memiliki fungsi menenangkan sehingga Anda dapat tidur lebih cepat dan lebih lama tanpa terbangun sepanjang malam.

Estazolam dapat diberikan bagi orang dewasa maupun anak-anak dan harus dengan resep dokter. Obat ini juga hanya dianjurkan untuk penggunaan jangka pendek, yaitu satu minggu hingga maksimal 10 hari

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil dilarang mengonsumsi estazolam. Obat ini berpotensi memengaruhi perkembangan janin. Sementara ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Estazolam dapat memicu rasa kantuk. Karena itu, hindarilah mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi lansia (terutama yang berusia di atas 65 tahun) dan yang mengidap gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan pernapasan atau atau paru-paru, apnea tidur, gangguan mental (misalnya depresi), myasthenia gravis, kejang-kejang, serta pernah atau sedang mengalami ketergantungan minuman keras atau obat-obatan terlarang.
  • Beri tahukan pada dokter atau petugas medis bahwa Anda mengonsumsi estazolam sebelum menjalani penanganan medis apa pun.
  • Hindari merokok selama Anda menggunakan estazolam.
  • Jangan mengonsumsi minuman keras selama mengonsumsi estazolam.
  • Diskusikan dengan dokter jika insomnia masih berlanjut setelah penggunaan estazolam selama 10 hari.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Estazolam

Penyebab dan tingkat keparahan insomnia yang dialami oleh pasien merupakan faktor utama bagi dokter dalam menentukan dosis estazolam. Di samping itu, kondisi kesehatan fisik dan mental, riwayat kesehatan, serta respons tubuh pasien terhadap obat juga akan dipertimbangkan.

Obat tidur ini hanya boleh digunakan untuk jangka pendek, yaitu tidak lebih dari 10 hari.

Mengonsumsi Estazolam dengan Benar

Gunakan estazolam sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Estazolam dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Jangan lupa untuk menghindari konsumsi minuman keras selama menggunakan obat ini. Kandungan alkohol dapat meningkatkan pengaruh serta efek samping estazolam.

Jika ingin berhenti mengonsumsi estazolam, diskusikanlah terlebih dulu dengan dokter. Obat ini berpotensi memicu gejala putus obat.

Demikian pula dengan penambahan atau pengurangan dosis estazolam. Proses ini harus dilakukan berdasarkan anjuran dokter karena obat ini bisa memicu ketergantungan.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi estazolam, disarankan untuk meminumnya segera jika jadwal minum berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis estazolam pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Estazolam

Tiap obat memiliki risiko untuk menyebabkan efek samping. Begitu juga dengan estazolam. Sejumlah efek samping yang berpotensi terjadi saat mengonsumsi obat tidur ini meliputi:

  • Pusing.
  • Gangguan koordinasi tubuh.
  • Limbung.
  • Mulut kering.
  • Lemas.
  • Konstipasi.
  • Mengantuk seharian.

Pada orang tua, terutama mereka yang di atas 65 tahun, yang mengonsumsi obat ini akan lebih sensitif dalam mengalami efek sampingnya. Antara lain berupa pusing, kebingunan, ketidakseimbangan tubuh, dan mengantuk yang berlebihan. Efek samping ini kadang membuat orang tua terjatuh.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami alergi atau efek samping yang serius seperti ruam, demam, gangguan pernapasan, halusinasi, serta gangguan pada ingatan.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT