Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Midazolam

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 46 kali

Midazolam adalah salah satu obat jenis sedativa. Obat ini umumnya digunakan pada sebelum dan selama prosedur operasi ringan. Misalnya, pada pasien yang menjalani endoskopi, gastroskopi, atau operasi gigi. Selain operasi ringan, pembiusan pada pasien selama perawatan intensif juga terkadang memanfaatkan obat ini.

Sedativa ini berfungsi menenangkan otak dan sistem saraf kita. Karena itu, midazolam akan memicu rasa kantuk dan rileks, sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan sebelum seseorang menjalani operasi.

Midazolam tersedia dalam bentuk obat suntik, sehingga pemberiannya hanya boleh dari dokter atau petugas medis. Obat ini juga hanya dianjurkan untuk penggunaan jangka pendek.

Peringatan:

  • Wanita yang sedang hamil atau menyusui disarankan untuk menghindari penggunaan midazolam. Obat ini berpotensi memengaruhi perkembangan janin.
  • Ibu yang sedang menjalani persalinan dilarang menggunakan midazolam. Obat ini dapat memicu efek samping pada bayi yang baru lahir, seperti hipotermia, detak jantung yang tidak teratur, serta gangguan pernapasan.
  • Harap berhati-hati bagi lansia (khususnya yang berusia di atas 60 tahun) atau yang mengidap gangguan pernapasan, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan jantung, obesitas atau pun kelebihan berat badan, myasthenia gravis, serta gangguan saraf.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol sebelum pengaruh midazolam hilang sepenuhnya. Kandungan alkoholnya dapat meningkatkan efek sedatif dari obat ini.
  • Midazolam berpotensi memicu rasa kantuk, lelah atau lemas setelah penggunaan. Karena itu, hindarilah mengemudi atau mengoperasikan alat berat sampai mendapat izin dari dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Midazolam

Hanya dokter atau petugas medis yang diizinkan untuk memberikan midazolam pada pasien. Terdapat sejumlah faktor yang akan menjadi pertimbangan dokter sebelum menentukan dosis midazolam yang sesuai bagi pasien. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Jenis operasi yang akan dijalani.
  • Usia.
  • Berat badan.
  • Kondisi kesehatan.
  • Obat-obatan yang sudah atau akan diterima oleh pasien selama prosedur operasi.
  • Respons tubuh pasien terhadap obat.

Mengonsumsi Midazolam dengan Benar

Midazolam hanya boleh diberikan oleh dokter atau petugas medis.

Jangan lupa untuk memperhatikan isi kemasan midazolam sebelum digunakan. Cairan midazolam harus bening dan tanpa partikel. Jangan digunakan jika cairan telah berubah warna, berisi partikel, atau kemasannya bocor. Mintalah pada petugas medis untuk memberikan yang baru.

Midazolam berpotensi memicu rasa kantuk, lelah atau lemas selama 24 hingga 48 jam setelah penggunaan. Karena itu, Anda disarankan untuk tidak mengemudikan alat berat atau pun mengonsumsi minuman beralkohol.

Bagi pasien dalam perawatan intensif, penghentian penggunaan midazolam harus dikonsultasikan terlebih dulu dengan dokter. Obat ini berpotensi memicu gejala putus obat.

Sama halnya dengan penambahan atau pengurangan dosis midazolam. Proses ini harus dilakukan sesuai pertimbangan dan anjuran dokter.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Midazolam

Semua obat tentu memiliki risiko yang memicu efek samping. Demikian pula dengan midazolam. Sejumlah efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan sedativa ini adalah:

  • Linglung.
  • Angioedema.
  • Pusing.
  • Hipersensitivitas.
  • Hipotensi.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan koordinasi tubuh.
  • Mulut kering.
  • Konstipasi.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping berupa gangguan pernapasan yang serius seperti terengah-engah, atau napas yang terhenti untuk beberapa saat. Efek samping tersebut berpotensi mengancam jiwa, khususnya pada anak-anak.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT