Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Metronidazole

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 51 kali

Metronidazole adalah obat antimikroba yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme protozoa dan bakteri anaerob. Kedua jenis organisme ini dapat hidup dan berkembang biak tanpa bantuan oksigen. Mereka sering menyebabkan infeksi pada bagian tubuh seperti rongga perut, rongga panggul, dan gusi.

Metronidazole sering diresepkan dokter kepada pasien sebelum menjalani operasi usus dan operasi pada sistem reproduksi wanita. Metronidazole hanya dapat mengobati infeksi protozoa dan bakteri, dan tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus, seperti flu, pilek, atau cacar. Metronidazole aman dikonsumsi orang-orang yang alergi terhadap penisilin.

Merek Dagang: Supplin, Flagsol, Vagizol, Flagyl, Molazol, Metrolet, Metronidazole Fresenius, Progyl, Metrol, Rindozol, Grafazol, Sotroz, Dumozol, Trichodazol, Corsagyl, Vadazol, Trogyl, Anmerob, Tismazol, Dimedazol, Ronazol, Fladex, Promuba, Metrofusin, Metronidazole Ikapharmindo, Metronidazole Fima, Fortagyl, Metronidazole Ogb Dexa, Nidazole, Farnat, Velazol, Trogiar

Peringatan:

  • Bagi anak-anak, wanita hamil, atau wanita yang sedang menyusui, sesuaikan dosis dan pemakaian dengan anjuran dokter.
  • Beri tahu dokter sebelum menggunakan metronidazole apabila sedang menjalani pengobatan dengan obat lainnya.
  • Harap berhati-hati jika menderita gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan saraf, porfiria, epilepsi atau penyakit lainnya dengan gejala kejang.
  • Hindari konsumsi alkohol selama menggunakan metronidazole.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Mengonsumsi Metronidazole dengan Benar

Sebelum menggunakan metronidazole, perhatikan dan ikuti informasi yang diberikan dokter, serta baca informasi yang tertera pada kemasan. Konsumsi metronidazole dengan makanan dan telan tabletnya secara utuh dengan segelas air putih.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jika lupa meminum metronidazole, disarankan untuk segera meminumnnya apabila jeda dengan jadwal minum berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis.

Jangan minum alkohol selama masa pengobatan metronidazole, hingga dua hari setelah penggunaan obat yang terakhir. Kombinasi alkohol dan metronidazole dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala dan jantung berdebar-debar.

Interaksi Obat

Ada beberapa jenis obat yang mengandung metronidazole, tapi tidak 100 persen. Untuk menghindari interaksi antarobat dan overdosis, beri tahu dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan berikut ini:

  • Disulfiram. Dapat menimbulkan reaksi psikotik.
  • Obat antikoagulan (pengencer darah) oral. Metronidazol dapat meningkatkan efek obat tersebut.
  • Lithium. Efek toksik lithium dapat meningkat.
  • 5-fluorouracil. Metronidazol menurunkan pengeluaran obat ini dari ginjal, sehingga toksisitasnya meningkat.
  • Siklosporin dan busulfan. Meningkatkan kadar obat-obatan ini di dalam darah.
  • Phenobarbital dan phenytoin. Kedua obat ini menurunkan kadar metronidazole daam darah.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Metronidazole

Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk metronidazole. Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Warna urine menjadi gelap.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual.
  • Konstipasi.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Perubahan rasa pada lidah.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT