Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Metildopa

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 49 kali

Metildopa termasuk kelompok obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi, atau yang biasa disebut hipertensi, bisa merusak pembuluh darah. Selain itu, hipertensi juga bisa membebani kerja jantung. Obat ini bekerja untuk mengurangi tekanan darah dengan cara melemaskan dan melebarkan pembuluh darah, akibatnya darah dan oksigen bisa bersirkulasi lebih bebas dalam tubuh. Menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat menurunkan risiko gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Metildopa adalah obat pilihan untuk mengatasi hipertensi saat kehamilan, karena tidak berbahaya bagi perkembangan janin. Namun, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat.

Peringatan:

  • Wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi metildopa.
  • Sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat, karena obat ini bisa menyebabkan kantuk.
  • Harap berhati-hati bagi yang memiliki gangguan hati dan ginjal, phaeochromocytoma (tumor yang berasal dari sel-sel kromafin kelenjar adrenal), porfiria (salah satu jenis kelainan darah), depresi, atau sedang mengonsumsi obat lain.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Metildopa

Dosis awal metildopa umumnya adalah 500 - 750 mg per hari. Dalam sehari, dosis maksimal metildopa adalah 3 gram. Dokter bisa menambahkan dosis tersebut untuk disesuaikan dengan respons pasien terhadap obat.

Dosis untuk anak-anak akan disesuaikan dengan berat badan mereka. Sedangkan untuk lansia, biasanya dosis metildopa yang diberikan adalah 125 - 250 mg dalam sehari. Sedangkan dosis maksimal untuk lansia adalah 2 gram per hari.

Mengonsumsi Metildopa dengan benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter.Biasanya obat ini akan diberikan dengan dosis rendah pada awal pengobatan, sebelum kemudian disesuaikan dengan respon tubuh dan kebutuhan Anda.

Obat antihipertensi ini bisa dikonsumsi sebelum dan sesudah makan dan jangan dikonsumsi bersamaan dengan minuman keras karena bisa menggandakan efek samping yang dirasakan penderita.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi Metildopa pada jam yang sama setiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi metildopa, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis metildopa pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Metildopa

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi adalah:

  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Hidung tersumbat.
  • Mengantuk.

Segera temui dokter jika Anda mengalami:

  • Pembengkakan pergelangan kaki.
  • Sakit atau gangguan pada otot.
  • Pingsan.
  • Penambahan berat badan yang tidak direncanakan.
  • Haid tidak teratur atau tidak haid.
  • Sakit perut berat.

Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan, mengganggu aktivitas, atau Anda mengalami reaksi alergi, temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT