Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Metamfetamin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 50 kali

Metamfetamin adalah kelompok obat stimulan sistem saraf pusat yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif (ADHD) atau suatu kondisi yang ditandai dengan gejala perilaku hiperaktif dan impulsif, mudah terganggu, sulit berkonsentrasi. Metamfetamin bekerja dengan cara meningkatkan perhatian dan menurunkan tingkat kegelisahan pada penderita (ADHD).

Selain digunakan untuk menangani ADHD, metamfetamin juga digunakan untuk membantu menurunkan berat badan penderita obesitas. Pada kondisi ini, metamfetamin bekerja dengan cara menurunkan nafsu makan.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau sedang menyusui, konsultasikan pengunaan obat ini dengan dokter.
  • Harap berhati-hati jika Anda menderita aritmia, gagal jantung, penyakit jantung koroner, angina, penyakit katup jantung, riwayat serangan jantung, hipertensi, stroke, gangguan pada pembuluh darah dan jantung lainnya
  • Harap berhati-hati juga jika Anda memiliki, diabetes, sindrom Tourette, hipertiroidisme, glaukoma, riwayat penyalahgunaan obat-obat terlarang, riwayat kejang.
  • Harap berhati-hati jika Anda memiliki agitasi (kegelisahan) parah, depresi, gangguan bipolar gangguan psikotik dan gangguan mood dan psikologis lainnya.
  • Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin-mesin berat yang berbahaya selama menjalani pengobatan dengan metamfetamin karena obat ini bisa menimbulkan efek samping berupa pusing dan berkurangnya kewaspadaan dibandingkan keadaan normal. Hindari mengonsumsi zat alkohol karena dapat memperparah efek samping penggunaan obat ini.
  • Jangan menggunakan metamfetamin bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan reaksi membahayakan. Sebagai contoh, efek serius atau bahkan membahayakan nyawa bisa terjadi apabila Anda mengonsumsi metamfetamin bersamaan dengan obat penghambat monoamin oksidase (MAO inhibitors), seperti linezolid, tranylcypromine, isocarboxazid, moclobemide, selegiline, methylene blue, rasagiline, phenelzine, dan procarbazine.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan metamfetamin, segera temui dokter.

Menggunakan Metamfetamin dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan metamfetamin sebelum menggunakannya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan metamfetamin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Bagi pasien yang lupa menggunakan metamfetamin, disarankan untuk segera meminumnya jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis metamfetamin pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Metamfetamin

Sama seperti obat-obat yang lain, metamfetamin juga berisiko menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin saja terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Sakit Perut
  • Mual
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Mulut kering
  • Sulit tidur

Segera temui dokter bila timbul halusinasi, delusi, maupun merasa resah (agitasi).

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT