Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Meloxicam

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 52 kali

Meloxicam adalah salah satu obat antiinflamasi nonsteroid. Obat ini umumnya digunakan untuk meredakan gejala-gejala arthritis, misalnya peradangan, pembengkakan, serta kaku dan nyeri otot. Contoh penyakit radang persendian yang biasanya ditangani dengan meloxicam adalah osteoartritis, rheumatoid arthritis, dan ankylosing spondylitis.

Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin, yaitu senyawa yang dilepas tubuh yang menyebabkan rasa sakit serta reaksi radang. Dengan menghalangi prostaglandin, obat ini akan mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Meloxicam hanya dapat mengurangi gejala, namun tidak menyembuhkan arthritis.

Merek dagang: Arimed, Atrocox 7,7 / Atrocox 15, Flamoxi, Flasicox, Futamel, Melet, Melogra, Meloxin, Movi-Cox, Movix, Moxam, Moxic / Moxic Forte, Ostelox, Relox, Velcox, X-Cam

Peringatan:

  • Bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau sedang menyusui, sebaiknya menghindari meloxicam atau tanyakan pada dokter bila benar-benar dibutuhkan.
  • Tanyakan mengenai dosis anak-anak pada dokter.
  • Dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan.
  • Jika mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini dapat menyebabkan pusing.
  • Harap berhati-hati bagi lansia atau jika menderita tukak lambung, polip hidung, gangguan pencernaan, diabetes, asma, alergi terhadap obat antiinflamasi nonsteroid lain (misalnya ibuprofen), gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, masalah penggumpalan darah, dehidrasi, kadar sodium yang rendah, serta hipertensi. Begitu juga dengan para perokok dan pengonsumsi minuman keras.
  • Selama menggunakan meloxicam, beri tahu dokter sebelum menjalani pengobatan medis apa pun.
  • Jangan mengonsumsi piroxicam melebihi dosis atau durasi yang dianjurkan dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis:

Takaran meloxicam akan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi yang diobati, tingkat keparahan gejala, usia, dan respons tubuh pasien. Khusus untuk pasien anak-anak, dosis juga akan disesuaikan dengan berat badannya.

Dosis meloxicam yang umumnya diberikan untuk dewasa adalah 7,5-15 mg per hari. Dosis maksimal obat ini adalah 15 mg per hari.

Mengonsumsi Meloxicam dengan Benar

Gunakanlah meloxicam sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Meloxicam sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Pasien dianjurkan banyak minum untuk menghindari dehidrasi serta mengurangi rokok dan konsumsi minuman keras selama meminum obat ini agar dapat menurunkan risiko perdarahan pada lambung.

Kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya juga mungkin terjadi selama menggunakan piroxicam. Karena itu, pasien disarankan untuk mengenakan topi atau pakaian tertutup saat bepergian.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga disarankan. Langkah ini akan membantu dokter untuk memastikan perkembangan kondisi pasien serta keefektifan meloxicam.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi meloxicam, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Piroxicam dan Obat Lain

Terdapat sejumlah obat yang berpotensi menimbulkan reaksi tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin A. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Antikoagulan, aspirin, clopidogrel, kortikosteroid, heparin, rivaroxaban, atau antidepresan penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI); meningkatkan risiko pendarahan lambung.
  • Probenecid; berpotensi meningkatkan risiko efek samping meloxicam.
  • Cholestyramine; dapat menurunkan keefektifan meloxicam.
  • Bisphosphonates, cyclosporine, hydantoin, lithium, methotrexate, kuinolon, sulfonamide, atau sulfonylurea; karena meloxicam berpotensi meningkatkan efek samping obat-obatan tersebut.
  • ACE inhibitor, penghambat reseptor angiotensin, atau diuretik; karena meloxicam dapat menurunkan keefektifannya obat-obatan tersebut dan dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Meloxicam

Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk meloxicam. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan, seperti konstipasi atau diare.
  • Nyeri ulu hati.
  • Sakit kepala.
  • Sulit tidur.
  • Perut kembung.

Efek samping ini biasanya akan berkurang seiring penyesuaian tubuh terhadap obat. Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti kesulitan bernapas, urine berwarna gelap, perubahan emosional, pembengkakan pada tangan, kaki, wajah, tenggorokan, lidah, pingsan, linglung, detak jantung tidak beraturan, tidak nafsu makan, kejang, nyeri dada, tinja berwarna hitam atau berdarah, muntah darah, kulit dan mata yang menguning, serta telinga yang berdenging.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT