Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Oxycodone

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 52 kali

Oxycodone adalah obat pereda rasa sakit yang masuk dalam kelompok obat opioid analgesik. Jenis obat ini digunakan untuk mengatasi rasa sakit dengan tingkat keparahan sedang hingga parah. Umumnya, oxycodone digunakan untuk mengobati rasa sakit yang muncul setelah operasi atau meredakan rasa sakit yang disebabkan oleh kanker. Obat ini bekerja di sistem saraf dan otak dengan mengubah respon tubuh terhadap sensasi nyeri.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul dan suntikan. Biasanya dokter akan memberikan resep oxycodone yang dikombinasikan dengan obat lain seperti naloxone. Naloxone berfungsi membantu mengurangi salah satu efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh oxycodone, yakni sembelit.

Peringatan:

  • Bagi Anda yang sedang hamil atau menyusui, disarankan untuk tidak menggunakan oxycodone. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Jika sedang menggunakan obat lain, Anda wajib memberitahukan dokter untuk menghindari terjadinya interaksi antar obat.
  • Bagi Anda yang memiliki asma atau gangguan pernapasan lainnya, serta masalah di perut atau usus tidak disarankan menggunakan obat ini.
  • Harap berhati-hati menggunakan oxycodone jika Anda memiliki gangguan pada jantung, hati, atau ginjal, serta memiliki ketergantungan terhadap alkohol.
  • Anda juga wajib berhati-hati jika memiliki gangguan pernapasan, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta tekanan darah rendah.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap obat, pernah mengalami cedera kepala, serta kelainan pada pankreas, kelenjar tiroid, dan adrenal.
  • Oxycodone bisa menimbulkan rasa kantuk dan pusing. Jangan mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin setelah menggunakan obat ini.

Dosis oxycodone

Pada pengobatan tahap awal, dokter kemungkinan akan meresepkan oxycodone oral untuk digunakan sebanyak 4-6 kali perhari (masing-masing 5 mg), maksimal 400 mg perhari. Dosis itu bisa meningkat jika diperlukan.

Untuk pengobatan melalui suntikan intravena, dokter akan memberikan dosis 1-10 mg dengan durasi penyuntikan 1-2 menit. Penyuntikan itu bisa dilakukan berulang dengan jeda minimal 4 jam. Jika pengobatan dilakukan melalui infus, dokter akan memberikan dosis 2 mg per jam dan dosisnya bisa bertambah jika diperlukan.

Obat ini termasuk jenis obat keras dan dapat menyebabkan ketergantungan obat. Oleh karenanya, pastikan untuk mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter tanpa melebihi atau mengurangi dosis.

Menggunakan oxycodone dengan benar

Pastikan Anda memahami penggunaan oxycodone sesuai dengan aturan, termasuk mengenai obat lain yang boleh atau tidak boleh digunakan secara bersamaan. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis atau lebih lama dari jangka waktu yang telah diresepkan oleh dokter karena bisa berdampak fatal. Satu hal lagi, jangan berbagi obat ini dengan orang lain meski memiliki kasus yang sama, kecuali atas saran dokter. Jika lupa menggunakan obat ini, jangan menggandakan obat ini dalam satu waktu.

Kenali efek samping dan bahaya oxycodone

Setelah menggunakan obat ini, Anda mungkin akan merasakan efek samping seperti mual, muntah, sembelit, pusing, atau mengantuk. Penambahan dosis obat ini bisa meningkatkan risiko kesulitan bernapas dan beberapa efek samping lain yang jarang terjadi. Biasanya efek samping ini akan berkurang seiring berjalannya pengobatan. Namun jika kondisi Anda justru memburuk, hubungi dokter secepatnya.

Khusus untuk ibu hamil, obat ini hanya bisa digunakan jika memang benar-benar dibutuhkan, sesuai dengan anjuran dokter. Sebab, penggunaan obat ini pada dua bulan pertama masa kehamilan bisa meningkatkan risiko kelainan pada bayi. Misalnya sang bayi memiliki ketergantungan terhadap obat, sehingga harus menjalani perawatan tambahan pasca kelahiran.  Beri tahu dokter jika Anda menemukan gejala abnormal pada bayi yang baru lahir. Untuk mengurangi risiko itu, dokter biasanya akan memberikan dosis terkecil kepada ibu hamil.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT