Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Ondansetron

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 51 kali

Ondansetron adalah obat yang digunakan untuk mencegah serta mengobati mual dan muntah yang disebabkan oleh efek samping kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Terjadinya mual dan muntah disebabkan oleh senyawa alami tubuh yang bernama serotonin. Jumlah serotonin dalam tubuh akan meningkat ketika kita menjalani kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Seretonin akan bereaksi terhadap reseptor 5HT3 yang berada di usus kecil dan otak, dan membuat kita merasa mual. Ondansetron akan menghambat serotonin bereaksi pada reseptor 5HT3 sehingga membuat kita tidak mual dan berhenti muntah.

Merek dagang: Vomceran, Tronadex, Ondavell, Fudanton, Lametic, Narfoz, Odanostin/Odanostin Forte, ODR, Ondarin, Vometraz, Onetic 4/Onetic 8, Trovensis, Vometron, Mefoz, Onetic

Peringatan:

  • Bagi wanita yang sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, tidak disarankan untuk menggunakan obat ini.
  • Jika muncul rasa sakit atau pembengkakan pada bagian perut, segera temui dokter. Kemungkinan hal tersebut merupakan gejala gangguan pencernaan serius.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan pencernaan, konstipasi, gangguan hati, dan penyakit jantung dalam mengonsumsi obat ini.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Ondansetron juga dapat diberikan dalam bentuk supositoria melalui dubur dengan tujuan meredakan dan mencegah mual dan muntah yang terkait dengan kemoterapi kanker. Dosis ondansetron yang diberikan untuk pencegahan mual dan muntah adalah 16 mg 1-2 jam sebelum kemoterapi. Ondansetron juga dapat diberikan pasca kemoterapi untuk menghindari efek mual dan muntah yang muncul belakangan, dengan dosis 16 mg, maksimal hingga 5 hari pasca kemoterapi.

Menggunakan Ondansetron dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi ondansetron. Beritahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain karena beberapa obat-obatan bisa saling memengaruhi.

Untuk mencegah dan mengobati mual dan muntah akibat kemoterapi dan radioterapi, dokter akan meresepkan obat ini kurang lebih satu jam sebelum terapi dilakukan. Setelah itu, Anda perlu melanjutkan penggunaan ondansteron selama beberapa hari setelahnya sesuai dengan resep dokter.

Untuk mengatasi mual dan muntah pascaoperasi, Anda akan diresepkan obat ini kurang lebih satu jam sebelum pelaksanaan operasi. Obat ini akan bereaksi satu hingga dua jam setelah dikonsumsi.

Obat ini bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Biasanya dokter akan melarang makan sebelum kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Ondansetron bukan jenis obat yang dikunyah atau ditelan seperti tablet lainnya, melainkan larut di permukaan lidah. Bersihkan dan keringkan tangan Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi ondansetron, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat Lain dengan Ondansetron

Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan ondansetron adalah:

  • Tramadol. Ondansetron dapat mengurangi efek pereda nyeri (analgetik) dari tramadol.
  • Rifampicin dan obat golongan perangsang CYP3A4 lainnya; dapat menurunkan efek dan kadar ondansetron.
  • Obat-obatan yang dapat memperpanjang jarak QT, misalnya obat antiaritmia; menambah efek perpanjangan interval QT pada irama jantung.
  • Obat kardiotoksik, seperti anthrasiklin; dapat meningkatkan risiko aritmia.
  • Apomorfin; efek hipotensi dari apomorfin dapat meningkat, dan berpotensi menyebabkan kematian.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Ondansetron

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Meski ondansetron memiliki manfaat yang baik kepada tubuh, obat ini juga bisa menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi adalah:

  • Sakit kepala dan pusing.
  • Mudah mengantuk.
  • Kepanasan.
  • Pusing ketika berdiri.
  • Mudah lelah.
  • Konstipasi.
  • Sakit perut.

Jika efek samping terjadi secara berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan ondansetron, segera temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.

Tanda-tanda terjadinya overdosis akibat ondansetron adalah sebagai berikut:

  • Konstipasi berat.
  • Gangguan penglihatan.
  • Hipotensi.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT