Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Omeprazole

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 51 kali

Omeprazole adalah obat yang mampu menurunkan kadar asam yang diproduksi di dalam lambung.  Obat golongan pompa proton ini digunakan untuk mengobati beberapa kondisi, yaitu nyeri ulu hati, gastroesophageal reflux disease (GERD), dan tukak lambung akibat infeksi bakteri H. pylori. Selain itu, omeprazole juga dapat digunakan untuk mengobati sindrom Zollinger-Ellison.

Merek Dagang: Conprazole, Inhipump, Lokev, Omed, Prilos, Pumpitor / Pumpitor DI, Rindopump, Zepral, Zollocid, Gatrofer, Lanacer, Meisec, Ozid / Ozid IV, Promezol, Redusec, Ulpraz, Zolacap.

Peringatan:

  • Harap berhati-hati menggunakan omeprazole jika menderita penyakit hati, penyakit jantung, mempunyai kadar kalsium tubuh yang rendah atau gangguan tulang.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi omeprazole jika mengalami kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, mual, dan per
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Bagi pasien anak-anak, selain kondisi, dokter akan mempertimbangkan usia serta berat badan mereka dalam menentukan dosis omeprazole. Untuk informasi lebih lengkap mengenai dosis omeprazole untuk anak, tanyakan pada dokter.

Mengonsumsi Omeprazole dengan Benar

Sebelum menggunakan omeprazole, perhatikan informasi yang diberikan oleh dokter terkait obat ini atau baca informasi yang tertera di dalam kemasan agar Anda bisa mengetahui aturan pakai serta efek samping obat ini. Hindari pemakaian omeprazole lebih dari 4 minggu tanpa berkonsultasi dahulu dengan dokter.

Omeprazole dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tapi lebih baik untuk dikonsumsi sebelum makan.

Telanlah tablet dan kapsul omeprazole dengan air dan jangan mengunyahnya. Hal ini bertujuan agar omeprazole dapat terserap secara optimal oleh tubuh. Jika Anda termasuk orang yang kesulitan menelan, tersedia omeprazole dalam bentuk obat larut.

Konsumsilah omeprazole sesuai takaran dosis dan frekuensi yang ditetapkan oleh dokter. Jika Anda tanpa sengaja melewatkan satu dosis konsumsi, segera konsumsi dosis yang tertinggal tersebut begitu Anda ingat. Tapi jika sudah sangat mendekati jadwal minum obat berikutnya, jangan mengonsumsi dua dosis sekaligus.

Konsumsilah makanan dalam porsi-porsi kecil. Porsi terlalu besar dapat meregang lambung sehingga meningkatkan produksi asam lambung. Hindarilah makanan atau minuman yang dapat memperburuk gejala penyakit lambung Anda, seperti cokelat, tomat, daun mint, kopi, dan alkohol. Menurunkan berat badan juga dapat membantu mencegah naiknya asam lambung sehingga meringankan gejala gangguan pencernaan.

Berhenti atau batasi kebiasaan merokok, karena merokok juga meningkatkan produksi asam lambung.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan omeprazole bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Penurunan kadar dan efek obat-obatan HIV/AIDS, yaitu rilpivirine, nelfinavir, dan atazanavir. Hal tersebut dapat berakibat fatal, karena menyebabkan kegagalan pengobatan.
  • Apabila dikonsumsi dengan diuretik, dapat menyebabkan kekurangan magnesium.
  • Menyebabkan gangguan pembekuan darah, apabila digunakan bersama dengan warfarin.
  • Berisiko meningkatkan efek kardiotoksik yang dipicu oleh digoxin.
  • Berpotensi meningkatkan kadar benzodiazepine (misalnya diazepam), clarithromycin, dan methotrexate.
  • Menurunkan daya serap dari itraconazole, ketoconazole, posaconazole, dasatinib, dan garam besi
  • Dapat memperlambat eliminasi dari diazepam, cilostazol, phenytoin, dan ciclosporin.
  • Dapat menurunkan efek antiplatelet (efek untuk mencegah penggumpalan darah) dari clopidogrel.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Omeprazole

Omeprazole jarang menyebabkan efek samping pada penggunanya. Jika pun ada, biasanya efek samping akan membaik setelah penyesuaian tubuh terhadap obat ini.

Efek samping omeprazole yang berpotensi terjadi adalah:

  • Sakit kepala.
  • Sembelit atau konstipasi.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Nyeri sendi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kram otot.
  • Hilang selera makan.

Segera temui dokter jika efek samping yang dialami tidak kunjung hilang atau bahkan makin parah.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT