Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Sulfanilamide

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 49 kali

Sulfanilamide adalah antibakteri yang berasal dari golongan sulfonamide dan paling umum digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada daerah kemaluan wanita yaitu vulvovaginal candidiasis.

Peringatan:

  • Penderita diabetes
  • Penderita anemia, atau penyakit yang berhubungan dengan darah lainnya
  • Penderita penyakit ginjal, hati, dan porfiria
  • Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, akan melahirkan, menyusui, dan anak-anak berusia di bawah dua bulan tidak direkomendasikan untuk menggunakan obat ini.
  • Remaja berusia di bawah 18 tahun.
  • Orang yang memiliki alergi sulfanilamide, obat lain dari golongan sulfonamide, maupun bahan lain yang terkandung
  • Seseorang yang sedang menjalani perawatan penyakit lain pada waktu yang sama menggunakan terapi suplemen, pengobatan herba, atau pengobatan pelengkap lain.
  • Pasien yang sedang mengonsumsi dofetilide, levomethadyl, atau methenamine.
  • Hindari melakukan hubungan seksual untuk mencegah penularan infeksi kepada pasangan Anda.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi buruk, kondisi memburuk, alergi, atau overdosis saat menggunakan obat ini.

Dosis Sulfanilamide

Sulfanilamide dalam bentuk krim dioleskan pada area kemaluan wanita dengan menggunakan kuas khusus atau aplikator yang biasa tersedia bersamaan dengan obat, sebanyak 6 gr atau satu aplikator penuh. Krim dioleskan sebanyak 1-2 kali sehari selama 30 hari.

Sulfanilamide juga tersedia dalam bentuk obat yang dimasukkan ke vagina. Gunakan satu obat sebanyak dua kali sehari selama satu minggu dengan tiap dosis mengandung sulfanilamide sebesar 1,05 gr.

Menggunakan Sulfanilamide dengan Benar

Sulfanilamide sebaiknya digunakan hingga periode pengobatan berakhir untuk mencegah gejala muncul kembali. Jangan lewatkan dosis yang telah ditentukan. Anda bisa menentukan waktu penggunaan yang sama tiap hari untuk menjamin dosis tetap terpenuhi sehingga obat dapat bekerja dengan lebih baik. Segera aplikasikan obat jika dosis yang tertinggal masih belum terlewat terlalu jauh. Jangan gandakan dosis jika Anda melewatkan atau melupakan dosis, melainkan kembalilah ke jadwal semula.

Ikuti dan perhatikan keterangan yang ada pada kemasan obat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti overdosis atau efek samping dari penggunaan obat ini. Sulfanilamide biasanya digunakan hingga 30 hari atau sesuai dengan dosis dan instruksi dokter. Cucilah tangan sebelum mengoleskan obat ini ke area infeksi. Untuk menjadikannya lebih aman, gunakan alat yang disediakan di dalam kemasan. Sulfanilamide bisa digunakan selama periode menstruasi, namun disarankan untuk menggunakan pembalut dibandingkan tampon.

Jangan gunakan sulfanilamide jika sedang mengalami demam, sakit perut, atau kelainan pada vagina yang menjadikannya mengeluarkan aroma tidak sedap. Untuk sementara, hindari menggunakan cairan pembersih vagina atau produk pembersih alat kelamin lainnya selama menggunakan obat ini.

Pakaian yang terlalu ketat dan berbahan sintetis, seperti spandeks atau nilon, dapat menghambat sirkulasi udara sehingga sebaiknya dihindari. Disarankan untuk mengenakan pakaian berbahan ringan dan nyaman, seperti katun, hingga kondisi infeksi membaik.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Sulfanilamide

Sama seperti obat-obat lain, sulfanilamide juga berpotensi menyebabkan reaksi efek samping. Beberapa reaksi yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit
  • Kulit menjadi lebih sensitif terhadap cahaya matahari
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Diare
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Sesak napas
  • Merasa sakit secara tiba-tiba
  • Demam atau meriang
  • Sariawan
  • Radang tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Sakit kepala
  • Keringat berlebihan
  • Detak jantung bertambah cepat
  • Sensasi terbakar setelah menggunakan obat

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas ataupun gejala lain yang Anda curigai berhubungan dengan obat ini. Hentikan pemakaian jika gejala yang muncul di area kemaluan bertambah buruk, seperti gatal atau rasa terbakar.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT