Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Tobramycin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 49 kali

Tobramycin adalah obat golongan antibiotik aminoglikosida yang digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri. Misalnya infeksi pada mata, infeksi saluran kemih, infeksi saluran gastrointestinal, infeksi tulang dan sendi, infeksi sistem saraf pusat, infeksi saluran pernapasan bawah, dan infeksi kulit.

Dalam mengobati infeksi, tobramycin bekerja dengan cara membunuh bakteri dan menekan pertumbuhannya agar tidak muncul kembali.

Karena tobramycin merupakan antibiotik, maka biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk menghabiskan obat ini meskipun gejala dirasa telah mereda. Tujuannya adalah untuk mencegah kambuhnya infeksi dan mencegah bakteri menjadi resisten terhadap obat.

Merek dagang: Bralifex

Peringatan:

  • Waspada bagi penderita kelainan neuromuskular, seperti myasthenia gravis dan penyakit Parkinson.
  • Bagi pengguna obat tetes dan salep mata, beri tahu dokter mengenai riwayat kesehatan mata Anda sebelum menggunakan obat ini.
  • Tobramycin dapat menyebabkan reaksi alergi, baik terhadap bahan aktifnya maupun bahan tambahan dalam obat, seperti benzalkonium chloride. Beritahu dokter jika Anda alergi terhadap kandungan bahan-bahan tersebut atau bahan sejenis lainnya.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan tobramycin, segera temui dokter.

Bagi pasien yang memerlukan perawatan menggunakan obat suntik, dosis akan disesuaikan oleh dokter di rumah di rumah sakit.

Jika ingin mengetahui dosis tobramycin untuk bayi, balita dan lansia, silakan bertanya kepada dokter.

Menggunakan Tobramycin dengan Benar

Baca aturan pakai dan ikuti anjuran dokter sebelum menggunakan obat dengan kandungan tobramycin.

Tobramycin, khususnya dalam bentuk obat tetes mata dan salep, berpotensi membuat penglihatan kabur untuk sementara. Hindari mengemudi atau mengoperasikan alat berat ketika proses pengobatan dilakukan.

Saat akan menggunakan obat tetes dan salep mata, lepaskan lensa kontak dan pastikan area mata serta tangan Anda bersih untuk menghindari kontaminasi.

Teteskan obat tepat pada bagian mata bawah dan tutup mata secara perlahan selama 1 hingga 2 menit. Tekan ujung mata (dekat hidung) secara perlahan untuk menghindari obat mengalir keluar. Jangan mengedip atau mengusap mata saat menggunakan tetes mata. Jika Anda menggunakan obat tetes atau salep mata lainnya, disarankan untuk memberikan jeda waktu 5-10 menit sebelum mengaplikasikan obat selanjutnya.

Bagi yang lupa menggunakan tobramycin, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal penggunaan berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Gunakan tobramycin sampai habis atau selama waktu yang telah ditetapkan oleh dokter meski gejala dirasa sudah sembuh, untuk memaksimalkan efek obat dan menghindari terjadinya resistensi bakteri. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Bagi yang menggunakan tobramycin dalam bentuk inhaler, pastikan alat inhaler masih dalam kondisi tersegel dalam plastik saat membelinya.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan tobramycin bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Meningkatkan efek neurotoksik dan nefrotoksik jika digunakan bersama dengan obat aminoglikosida lainnya (misalnya amikacin dan streptomycin), cefaloridine, viomycin, polymyxin B, colistin, cisplatin dan vancomycin. Selain itu, efek nefrotoksik juga dapat meningkat jika tobramycin digunakan bersama dengan ciclosporin dan antibiotik lain (misalnya cephalosporin).
  • Efek toksik meningkat jika digunakan bersama dengan diuretik keras, seperti asam etakrinat dan furosemide.
  • Apnea tidur sekunder berkepanjangan dapat terjadi jika tobramycin diberikan kepada pasien anestesi yang juga mengonsumsi obat penghambat neuromuskular, seperti succinylcholine, tubocurarine, dan decamethonium.
  • Menimbulkan efek yang saling bertolak belakang dengan neostigmine dan pyridostigmine.
  • Meningkatkan efek warfarin dan phenindione.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Tobramycin

Berikut adalah beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan tobramycin:

  • Iritasi mata.
  • Nyeri atau iritasi pada bagian yang disuntik.
  • Mata merah dan berair.
  • Kelopak mata terasa gatal.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri perut.
  • Hidung berair atau mampet.
  • Bersin-bersin.
  • Perubahan warna dahak.
  • Perubahan suara.

Terkadang, beberapa efek samping tersebut merupakan indikasi bahwa tubuh sedang menyesuaikan diri dengan kandungan tobramycin. Namun, apabila efek samping yang muncul semakin memburuk atau menimbulkan efek yang tidak wajar, seperti reaksi alergi, pusing hebat, kejang, atau sulit bernapas, segera temui dokter.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT