Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Testosterone

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 48 kali

Testosterone adalah obat yang diberikan sebagai terapi pengganti hormon, saat kadar testosteron dalam tubuh sangat rendah. Salah satu contoh penggunaan obat ini adalah pada kasus hipogonadisme pada pria, di mana tubuh tidak memproduksi hormon  testosteron secara cukup. Kekurangan testosteron dapat menyebabkan gangguan kesuburan, gangguan ereksi, serta terhambatnya pubertas dan pertumbuhan organ reproduksi pada pria.

Testosterone adalah hormon seksual pada pria yang dihasilkan oleh testis secara alami. Hormon ini memiliki beberapa fungsi dalam tubuh pria, seperti:

  • Mendorong pertumbuhan rambut pada muka dan tubuh.
  • Membuat suara makin berat.
  • Membantu perkembangan organ kelamin
  • Membantu produksi sel darah merah.
  • Membantu produksi sperma.
  • Memelihara kepadatan tulang.
  • Mempertahankan gairah seksual.
  • Mempertahankan kesuburan.

Dalam kondisi normal, kadar hormon testosteron tertinggi terjadi pada masa remaja dan dewasa muda. Setelah itu, menurun secara bertahap seiring pertambahan usia.

Merek Dagang: Android Testocaps, Nebido, Tostrex

Peringatan:

  • Harap berhati-hati dalam menggunakan obat ini bagi penderita gangguan ginjal, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, gangguan hati, diabetes, epilepsi, migrain, dan kanker.
  • Jika Anda terlalu sering mengalami ereksi, beri tahu dokter. Hentikanlah pengobatan untuk menghindari cedera.
  • Informasikan pada dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen atau obat herbal.
  • Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani pemeriksaan medis tertentu karena penggunaan obat ini dapat mempengaruhi hasil tes (misalnya dalam tes antidoping).
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Testosterone

Dosis akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, tingkat keparahan defisiensi testosterone dan respons tubuh seiring dengan berjalannya pengobatan.

Dosis awal untuk mengatasi hipogonadisme pada pria dewasa biasanya adalah 120-160 mg per hari, sedangkan dosis pemeliharaan adalah sebesar 40-120 mg per hari.

Mengonsumsi Testosterone dengan Benar

Pastikan untuk membaca informasi pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan testosterone. Tablet dan kapsul testosterone sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Sedangkan suntikan testosteron akan diberikan dokter secara teratur.

Pemakaian dalam bentuk gel dapat membuat orang lain terkena testosteron jika terjadi kontak kulit. Sebaiknya tutupi atau lindungi bagian yang diolesi gel untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan pada orang lain ketika terjadi kontak kulit.

Sangat penting, terutama bagi wanita, hamil untuk terhindari paparan gel testosterone.

Selama pemakaian obat testosterone, periksakan diri ke dokter secara berkala agar kadar hormon tubuh dan perkembangan kondisi bisa dipantau.

Jika lupa menggunakan testosterone, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal penggunaan berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat

Berhati-hatilah jika menggunakan obat testosreon bersama dengan:

  • Ciclosporine, antidiabetes, antikoagulan, atau tiroksin, karena dapat meningkatkan kerja obat-obatan ini dan memicu overdosis.
  • Kortikosteroid, karena dapat meningkatkan penumpukan cairan.
  • Obat penghambat neuromuskular. Penggunaan testosterone dalam waktu lama dapat menyebabkan terjadinya resistensi terhadap efek obat penghambat neuromuskular.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Obat Testosterone

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang umumnya terjadi saat menggunakan testosterone adalah:

  • Sakit kepala dan pusing.
  • Perubahan suasana hati.
  • Mual.
  • Diare.
  • Perubahan beberapa hasil tes darah.
  • Susah buang air kecil.
  • Tekanan darah naik.
  • Tangan atau kaki membengkak.
  • Bulu tubuh bertambah.
  • Berat badan naik.
  • Kebotakan pada kepala.
  • Payudara membesar.

Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan atau Anda mengalami reaksi alergi setelah menggunakan testosterone. segera temui dokter.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT