Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Vitamin K

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 46 kali

Vitamin K termasuk golongan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan, misalnya bayam, brokoli, kacang kedelai, daging, telur, stroberi, sereal, serta minyak sayur. Kecukupan asupan vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Kekurangan vitamin K jarang terjadi pada orang dewasa, melainkan sering dialami oleh bayi yang baru lahir. Defisiensi ini dapat memicu terjadinya perdarahan yang sulit dihentikan.

Merek dagang: Prohem, Vitadion, Vitka Infant

Vitamin K yang berfungsi sebagai suplemen dapat dibeli secara bebas. Sedangkan untuk jenis vitamin K yang digunakan di rumah sakit guna menangani perdarahan memerlukan pantauan dan resep dari dokter.

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, baru melahirkan, atau sedang menyusui sebaiknya bertanya pada dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin K. Sementara itu, ibu hamil hanya boleh mengonsumsinya dengan anjuran dokter.
  • Jangan mengonsumsi vitamin K melebihi durasi yang ditentukan oleh dokter.
  • Harap berhati-hati mengonsumsi suplemen vitamin K jika menggunakan Anda sedang menggunakan obat antikoagulan, menderita gangguan ginjal, serta menderita gangguan hati.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Vitamin K

Pada umumnya, dosis untuk mengobati defisiensi vitamin K pada orang dewasa adalah 10-40 mg per hari. Sedangkan pada anak-anak, silakan tanya kepada dokter. Penentuan dosis suplemen vitamin K tergantung pada tingkat keparahan defisiensi serta respons tubuh terhadap suplemen ini.

Sementara itu, untuk mengatasi perdarahan, dosis vitamin K akan ditentukan oleh dokter yang menangani kasus tersebut di rumah sakit.

Mengonsumsi Suplemen Vitamin K dengan Benar

Gunakanlah suplemen vitamin K sesuai keterangan pada kemasan. Jika Anda ragu, tanyakanlah pada dokter.

Suplemen vitamin K boleh dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Vitamin ini akan diserap oleh tubuh bersama dengan lemak dari makanan.

Selama menggunakan suplemen vitamin K, beri tahu dokter sebelum menjalani penanganan medis apa pun. Suplemen ini akan memengaruhi proses pembekuan darah Anda.

Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke dokter apabila mengalami defisiensi vitamin K. Ini dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi serta keefektifan suplemen ini.

Bagi yang lupa mengonsumsi suplemen vitamin K, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Vitamin K dan Obat Lain

Terdapat sejumlah obat yang berpotensi menimbulkan reaksi tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin K. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Antibiotik.
  • Antikoagulan.
  • Salisilat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Vitamin K

Beberapa efek samping yang mungkin saja terjadi setelah menggunakan suplemen vitamin K adalah:

  • Berkeringat.
  • Pusing.
  • Perubahan pada indera pengecap.
  • Kulit (terutama pada wajah dan leher) terasa merah, panas, atau kesemutan.

Segera ke rumah sakit terdekat atau temui dokter apabila muncul gejala:

  • Merasa seperti mau pingsan.
  • Sulit bernapas.
  • Bibir membiru.

Meski demikian, suplemen vitamin K umumnya tidak menyebabkan efek samping jika digunakan sesuai dengan takaran yang direkomendasikan.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT