Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Vasopressin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 46 kali

Vasopressin adalah hormon antidiuretik yang berfungsi menahan cairan tetap berada di dalam tubuh dan menyempitkan pembuluh darah. Hormon ini digunakan sebagai obat yang berbentuk suntikan dalam mengobati diabetes insipidus dan mengendalikan perdarahan akibat ruptur varises, umumnya pada kondisi varises esofagus.

Pada penderita diabetes insipidus, vasopressin digunakan untuk mengendalikan frekuensi buang air kecil, rasa haus, dan kehilangan cairan. Obat ini diberikan dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah atau otot di balik kulit.

Peringatan:

  • Lansia, wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, menyusui, bayi maupun anak harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.
  • Seseorang yang memiliki alergi tertentu, baik pada makanan, obat, maupun bahan lain yang terkandung di dalam obat ini.
  • Penderita yang sedang dalam perawatan penyakit lain pada waktu yang sama, terapi suplemen, pengobatan herba, atau pengobatan pelengkap lainnya.
  • Penderita asma, epilepsi, migren.
  • Penderita penyakit yang berhubungan dengan jantung, pembuluh darah, dan ginjal.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi buruk, kondisi memburuk, alergi atau overdosis saat menggunakan obat ini.

Menggunakan Vasopressin dengan Benar

Vasopressin diberikan pada pasien diabetes insipidus yang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit atau klinik. Dokter atau perawat akan mengajari bagaimana menggunakan suntik vasopressin dan area apa yang harus dihindari ketika menyuntikkan obat ini.

Dokter akan mengamati terlebih dulu apakah obat bekerja dengan baik sesuai dengan perkiraan dokter dan memeriksa apakah dosis telah sesuai. Pemeriksaan darah dan urine kemungkinan perlu dilakukan juga untuk memastikan efek atau reaksi obat yang tidak diinginkan.

Selalu gunakan jarum dan alat yang baru, serta suntikkan obat pada area yang berbeda-beda untuk menghindari efek samping berupa gangguan kulit akibat suntikan. Buanglah jarum yang telah terpakai dengan menggunakan wadah yang tidak mudah robek atau tertusuk jarum. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Suntikkan obat sesuai instruksi yang diberikan, perhatikan selalu informasi yang tertera pada kemasan obat untuk keterangan mengenai tanggal kedaluarsa atau efek samping obat. Dokter mungkin akan membatasi jumlah cairan yang diminum atau dikonsumsi.

Jangan menggandakan dosis jika Anda melewatkan waktu menyuntik obat, terutama jika waktu yang terlewat tidak terlalu jauh jaraknya dengan dosis obat selanjutnya. Gunakanlah sesuai dengan dosis obat selanjutnya.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Vasopressin

Seperti halnya dengan obat-obatan lain, vasopressin juga bisa bisa menyebabkan reaksi efek samping dan anafilaksis (reaksi alergi yang parah). Beberapa reaksi yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Ruam
  • Gatal
  • Sesak napas
  • Sulit menelan
  • Pembengkakan di area wajah, mulut, atau tangan.
  • Sakit perut
  • Sakit punggung
  • Sakit dada
  • Konstipasi

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas ataupun gejala lain yang Anda curigai berhubungan dengan efek pemakaian obat ini.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT