Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Cefazolin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 55 kali

Cefazolin adalah antibiotik golongan cephalosporin yang digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi bakteri dengan cara membunuh bakteri. Tidak jarang juga antibiotik ini diberikan kepada pasien sebelum, saat atau setelah melalui prosedur operasi tertentu untuk mencegah terjadinya infeksi.

Cefazolin adalah antibiotik yang bisa diberikan kepada penderita yang memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik jenis penisilin, meski penggunaannya tetap harus dimonitor karena tetap berisiko menimbulkan reaksi alergi.

Infeksi saluran pernapasan, saluran kemih, kulit, kemaluan, darah, tulang dan sendi, saluran empedu, dan jantung adalah beberapa kondisi yang bisa diobati dengan cefazolin. Obat ini juga aman digunakan untuk mengantisipasi infeksi pada wanita sebelum dan sesudah persalinan.

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, wanita sedang hamil, wanita menyusui, serta bayi dan anak-anak harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.
  • Penderita yang sedang dalam perawatan penyakit lain pada waktu yang sama, terapi suplemen, pengobatan herba, atau pengobatan pelengkap lainnya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dulu.
  • Penderita yang sedang mengonsumsi warfarin atau sejenisnya.
  • Penderita yang memiliki alergi tertentu, baik pada makanan, obat, maupun bahan lain yang terkandung di dalam obat ini patut mewaspadai munculnya reaksi alergi atau efek samping.
  • Penderita yang alergi terhadap penisilin, beta laktam maupun golongan cephalosporin lainnya.
  • Penderita berbagai jenis gangguan yang berhubungan dengan ginjal, hati, saluran pencernaan, kekurangan nutrisi, dan kejang dilarang menggunakan obat ini tanpa pengawasan dokter.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi buruk, kondisi memburuk, alergi atau overdosis saat menggunakan obat ini.

Dosis cefazolin dapat berubah sewaktu-waktu disesuaikan dengan usia, berat badan, kondisi fisik, serta kesehatan pasien.

Menggunakan Cefazolin dengan Benar

Cefazolin diberikan dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah atau otot oleh seorang tenaga medis profesional yang terlatih.

Selama mengonsumsi cefazolin, hindari mengonsumsi obat lain tanpa sepengetahuan dokter, termasuk jenis obat-obatan kimia, herba, atau suplemen yang mengandung kalsium yang diperoleh secara bebas atau dengan resep.

Antibiotik juga dapat berpengaruh kepada hasil pemeriksaan kesehatan sehingga sebaiknya memberi tahu tenaga medis yang bertugas bahwa Anda sedang mengonsumsi cefazolin maupun obat-obatan lain jika ada.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Cefazolin

Sama seperti obat-obatan lain, cefazolin bisa menyebabkan reaksi efek samping. Beberapa reaksi yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Ruam
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Gatal-gatal
  • Hepatitis yang bersifat sementara

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas ataupun gejala lain yang Anda curigai berhubungan dengan obat ini. Meminum obat diare dapat memperburuk kondisi sehingga harus didiskusikan terlebih dahulu.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT