Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Cefadroxil

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 54 kali

Cefadroxil adalah antibiotik dengan spektrum luas. Obat ini digunakan untuk mengatasi sejumlah infeksi akibat bakteri, seperti infeksi saluran kemih, kulit, pernapasan, atau tenggorokan. Cefadroxil bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak dapat bertahan hidup.

Karena cefadroxil merupakan golongan antibiotik yang hanya diperuntukan bagi infeksi bakteri, maka obat ini tidak bisa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti pilek, flu.

Merek dagang: Ancefa, Cefat, Droxal, Droxefa, Lapicef, Lostacef, Netfad 500, Maxcef, Opicef, Opicef Forte, Pyricef, Renasistin, Roksicap, Staforin, Valos, Vocefa, Vocefa Forte, Vroxil, Yaricef.

Peringatan:

  • Beri tahu dokter dan harap berhati-hati menggunakan cefadroxil jika sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi terhadap antibiotik lainnya.
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan cefadroxil jika menderita gangguan ginjal.
  • Apabila terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Cefadroxil

Dosis dan lama penggunaan cefadroxil akan tergantung pada jenis infeksi yang sedang diobati, tingkat keparahannya, dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Biasanya, dosis yang dianjurkan oleh dokter adalah 1-2 gram per hari selama 5-10 hari. Dosis maksimum adalah 4 gram per hari. Bagi pasien anak-anak, dosis akan ditentukan berdasarkan berat badan.

Mengonsumsi Cefadroxil dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi cefadroxil. Jangan mengubah dosis cefadroxil kecuali disarankan oleh dokter Anda.

Sangat disarankan untuk menghabiskan semua dosis yang sudah diberikan oleh dokter, walau Anda sudah merasa sehat. Hal ini dilakukan untuk mencegah kambuhnya infeksi.

Minumlah cefadroxil dengan air putih dan jangan mengunyah atau membuka terlebih dahulu kapsulnya. Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan.

Agar pengobatan efektif, konsumsilah cefadroxil tiap hari pada jam yang sama. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Ketika tidak sengaja melewatkan dosis cefadroxil, segera minum jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Namun, jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis.

Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain. Obat yang Anda konsumsi belum tentu cocok dengan orang lain dan bahkan bisa membahayakan kesehatan mereka.

Interaksi Obat

Jika Anda akan menjalani vaksinasi apa pun, pastikan untuk memberi tahu dokter terlebih dahulu bahwa Anda sedang mengonsumsi cefadroxil, karena obat ini dapat menghambat keefektifan vaksin tifus dan BCG.

Jangan mengonsumsi cefadroxil bersamaan dengan antibiotik jenis lainnya, karena keefektifan obat ini bisa terganggu.

Cefadroxil dapat mengganggu kinerja pil KB pada wanita yang menggunakannya. Jika Anda mengonsumsi pil KB sebagai metode kontrasepsi dan mengalami muntah-muntah akibat cefadroxil, gunakan pengaman tambahan seperti kondom untuk mencegah kehamilan.

Kadar cefadroxil dalam darah akan meningkat bila dikonsumsi bersamaan dengan probenecid. Cholestyramine dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap cefadroxil.

Kenali Efek Samping  dan Bahaya Cefadroxil

Terlepas dari manfaatnya, cefadroxil berpotensi menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, meski hal ini tidak dialami oleh semua orang. Jelaskan pada dokter jika Anda mengalami efek samping yang berkepanjangan dan beri tahu obat-obatan lain yang Anda konsumsi. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain:

  • Diare
  • Sakit perut atau gangguan pencernaan
  • Peradangan pada lidah
  • Mual dan muntah

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT