Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Zolpidem

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 45 kali

Zolpidem adalah salah satu jenis obat tidur. Obat ini berfungsi menangani gangguan tidur atau insomnia. Contohnya, sulit tidur atau sering terbangun untuk waktu yang cukup lama pada malam hari.

Zolpidem akan memperlambat kinerja sistem saraf. Fungsi tersebut akan membuat Anda merasa lebih tenang sehingga bisa tidur lebih cepat dan tanpa terbangun sepanjang malam.

Obat tidur ini hanya boleh digunakan oleh orang dewasa dan umumnya diresepkan oleh dokter untuk penggunaan jangka pendek (selama 1-2 minggu, maksimal satu bulan).

Peringatan:

  • Wanita yang sedang hamil terutama di trimester akhir, atau menyusui dilarang mengonsumsi zolpidem. Obat ini akan memengaruhi perkembangan janin selama dalam kandungan maupun setelah lahir. Bila sedang merencanakan kehamilan, konsulltasikan dahulu pada dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Jangan mengonsumsi minuman keras selama mengonsumsi zolpidem. Kandungan alkohol dapat meningkatkan pengaruh zolpidem sehingga menyebabkan Anda berhenti bernapas akibat tidur terlalu nyenyak, kesulitan bangun tidur, atau mengigau hingga melakukan sesuatu saat tertidur tanpa bisa mengingatnya saat terbangun.
  • Sebagian orang yang mengonsumsi zolpidem berpotensi merasa mengantuk, pusing atau linglung. Karena itu, hindarilah mengemudi atau mengoperasikan alat berat selama mengonsumsi obat ini.
  • Minumlah zolpidem saat hendak tidur.
  • Harap berhati-hati bagi lansia dan yang mengidap defisiensi laktosa, gangguan pernapasan atau paru-paru, apnea tidur, myasthenia graivs, gangguan mental (misalnya depresi), gangguan hati, gangguan ginjal yang parah, serta ketergantungan obat-obatan terlarang atau minuman keras.
  • Jangan berhenti mengonsumsi zolpidem secara tiba-tiba dan tanpa konsultasi dengan dokter.
  • Diskusikan dengan dokter jika insomnia masih terjadi atau bahkan bertambah parah setelah penggunaan zolpidem selama satu minggu hingga 10 hari.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Zolpidem

Dosis zolpidem akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tingkat keparahan insomnia yang dialami oleh pasien. Kondisi kesehatan, riwayat kesehatan, serta respons tubuh pasien terhadap obat juga akan dipertimbangkan.

Dosis umum zolpidem yang dianjurkan adalah 10 mg per hari. Penggunaan obat tidur ini hanya untuk jangka pendek, yaitu tidak boleh lebih dari satu bulan.

Mengonsumsi Zolpidem dengan Benar

Gunakan zolpidem sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Zolpidem dianjurkan diminum saat perut kosong untuk memaksimalkan keefektifannya. Dan disarankan mengonsumsinya sesaat sebelum Anda tidur.

Obat ini bisa memicu gejala putus obat. Karena itu, jangan berhenti mengonsumsinya tanpa pengawasan dan anjuran dari dokter.

Insomnia mungkin akan kembali terjadi selama beberapa hari setelah Anda menghentikan konsumsi zolpidem. Tetapi jangan khawatir, karena gangguan tersebut umumnya akan hilang dalam satu hingga dua hari.

Jangan menggandakan dosis zolpidem pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat. Jangan berikan dosis Zolpidem Anda pada orang lain, meskipun kondisinya tampak mirip dengan kondisi Anda.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Zolpidem

Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping. Demikian pula dengan zolpidem. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat tidur ini meliputi:

  • Mengantuk.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Merasa lelah.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Infeksi pernapasan.
  • Gangguan tidur.
  • Mengalami halusinasi.
  • Mimpi buruk.
  • Uring-uringan.
  • Mudah lupa.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami alergi atau efek samping yang berkepanjangan.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT