Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Bronkodilator

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 54 kali

Bronkodilator adalah kelompok obat yang bisa digunakan untuk memperlancar pernapasan. Ada tiga jenis obat bronkodilator yang umum digunakan, di antaranya:

  • Antikolinergik (tiotropium, ipratropium, glycopyrronium, dan aclidinium)
  • Agonis beta-2 (salmeterol, salbutamol, dan formoterol)
  • Teofilin

Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua, yaitu reaksi cepat dan reaksi lambat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami gejala sesak napas secara tiba-tiba. Sedangkan bronkodilator reaksi lambat biasanya ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penderita penyakit paru-paru kronis atau asma.

Bronkodilator bekerja dengan cara memperluas bronkus (saluran pernapasan) dan merelaksasi otot-otot pada paru-paru sehingga proses bernapas menjadi lebih ringan dan lancar.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau menyusui, sesuaikan dosis bronkodilator dengan anjuran dokter.
  • Harap berhati-hati bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, epilepsi, dan hipertiroid.
  • Jangan menggunakan bronkodilator bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan. Beberapa contoh obat yang harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter adalah diuretik, obat penghambat monoamin oksidase, obat-obatan asma pada umumnya, obat penghambat beta, dan obat antidepresan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan bronkodilator, segera temui dokter.

Menggunakan Bronkodilator dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat-obatan bronkodilator sebelum menggunakannya.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan bronkodilator pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Bagi pasien yang lupa menggunakan bronkodilator, disarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada dokter. Jangan menggandakan dosis bronkodilator pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Bronkodilator

Sama seperti obat-obat lain, bronkodilator berisiko menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Mulut kering
  • Batuk-batuk
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Tangan gemetar
  • Kram otot
  • Jantung berdebar

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT