Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Asetilkolin

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 56 kali

Asetilkolin adalah salah satu jenis neurotransmiter, sebuah senyawa kimia dalam sel-sel saraf yang dihasilkan tubuh untuk membantu komunikasi antar saraf dan otot. Asetilkolin termasuk dalam golongan parasimpatomimetik, sehingga menghasilkan beberapa efek seperti vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah, pengecilan pupil mata (miosis), penurunan tekanan dalam bola mata, serta penurunan kerja jantung.

Obat ini biasanya digunakan untuk pengobatan kondisi pada saraf mata seperti glaukoma dan miosis, dan kerap digunakan untuk keperluan operasi karena efek yang cukup cepat.

Asetilkolin adalah obat berbentuk cairan yang biasanya dilarutkan bersama dengan manitol, untuk kemudian disuntikkan ke bilik mata depan sebelum prosedur operasi mata. Obat ini hanya didapatkan melalui resep dokter.

Peringatan:

  • Bagi wanita hamil atau sedang menyusui, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan asetilkolin.
  • Harap berhati-hati bagi pengguna dengan kondisi sinekia anterior atau posterior, asma, penyakit paru-paru kronik (PPOK), kelainan kardiovaskular seperti bradikardia atau penyumbatan jantung, hipertensi, epilepsi, Parkinson, hipertiroidisme, tukak lambung, hingga infeksi saluran kemih.
  • Hindari penggunakan obat-obatan lain khususnya obat antiinfalamasi nonsteroid (NSAID), lensa mata, atau obat herbal bersama dengan asetilkolin tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping yang membahayakan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan asetilkolin, segera temui dokter.

Dosis Asetilkolin

Asetilkolin  biasanya diberikan sebagai larutan yang dicampur dengan manitol. Ikuti instruksi pada kemasan untuk membuat larutan berisi 1% asetilkolin dan 2.8% manitol.

Setelah larutan siap, dokter akan menyuntikkan 0.5-2 mL larutan ke bilik mata depan sebelum operasi dilakukan.

Obat ini harus diberikan dalam kondisi aseptik, sehingga pastikan penggunakan obat ini dalam pengawasan dokter untuk menghindari efek samping berbahaya atau overdosis.

Menggunakan Asetilkolin Dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan asetilkolin sebelum menggunakannya. Obat ini harus diberikan oleh seorang dokter atau petugas medis profesional.

Dalam operasi katarak, asetilkolin diberikan setelah lensa mata buatan selesai dipasang.

Pastikan cairan asetilkolin dalam kondisi tersegel, bening dan tidak bewarna sebelum digunakan.

Hindari membekukan cairan asetilkolin sebelum atau sesudah dibuka.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Asetilkolin

Sama seperti obat-obat lain, asetilkolin juga berisiko menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Produksi air liur, air mata, dan ingus berlebih
  • Bersendawa
  • Sering buang air seni
  • Pusing
  • Pelebaran pembuluh darah tepi
  • Pembengkakan, clouding, atau dekompensasi kornea
  • Keratopati bulosa persisten (penebalan kornea persisten)
  • Ablasi retina
  • Iritis pascaoperasi

Selain itu, ada juga beberapa efek samping berat yang dapat terjadi, meskipun jarang, di antaranya:

  • Bradikardia (perlambatan detak jantung)
  • Kulit kemerahan
  • Hipotensi
  • Keringat berlebih
  • Sesak nafas (dispnea)
  • Bronkokonstriksi(penyempitan cabang tenggorokan dikarenakan kontraksi otot jarang)

Segera temui dokter atau kunjungi rumah sakit terdekat jika mengalami efek samping, baik ringan maupun berat setelah menggunakan obat ini.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT