Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Asam Mefenamat

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 65 kali

Asam mefenamat adalah salah satu jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs). Obat ini berfungsi meredakan rasa sakit tingkat ringan hingga menengah, serta mengurangi peradangan.

Contoh rasa sakit akibat peradangan yang umumnya dapat diatasi dengan asam mefanamat adalah arthritis, nyeri menstruasi, serta nyeri setelah operasi. Selain mengatasi nyeri menstruasi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi volume perdarahan yang parah saat menstruasi.

Asam mefenamat berfungsi menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin. Prostaglandin adalah senyawa yang dilepas tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta reaksi peradangan.

Merk dagang: Allogon, Asimat, Datan, Dogesic, Femisic, Lapistan, Maxstan, Mefinal,  Pehastan, Poncofen

Peringatan:

  • Obat ini bisa mengurangi kesuburan seseorang sehingga sebaiknya dihindari bagi mereka yang sedang berencana untuk hamil.
  • Setelah mengonsumsi obat ini, sebaiknya tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menimbulkan rasa kantuk.
  • Harap berhati-hati jika menderita tukak lambung, peradangan usus, asma, anemia, edema, alergi terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya aspirin dan ibuprofen), gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, gangguan penggumpalan darah, hipertensi, epilepsi, lupus, porfiria, serta pernah menjalani operasi jantung.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis:

Asam mefenamat umumnya dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari dengan dosis maksimal 500 mg. Dosis obat ini bisa berubah, tergantung kepada kondisi pasien, tingkat keparahan rasa sakit, serta respons tubuh terhadap obat. Untuk anak-anak di atas enam bulan, dosisnya adalah 25 mg/kg, tiga kali sehari, dan dikonsumsi selama maksimal tujuh hari.

Mengonsumsi Asam Mefenamat dengan Benar

Gunakanlah asam mefenamat sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Asam mefenamat sebaiknya dikonsumsi sesudah makan atau dengan cemilan untuk mencegah efek samping.

Pasien juga dianjurkan untuk berhenti merokok dan mengonsumsi minuman keras selama mengonsumsi obat ini. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko efek samping berupa perdarahan pada lambung.

Untuk mengatasi nyeri menstruasi, dokter biasa menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat ini sejak hari pertama menstruasi atau saat nyeri menstruasi muncul. Pasien umumnya mengonsumsi obat ini selama 2-3 hari pertama menstruasi.

Obat ini umumnya hanya diberikan untuk konsumsi dalam waktu singkat. Pasien disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter, terutama jika membutuhkan konsumsi asam mefenamat untuk jangka panjang.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi asam mefenamat pada jam yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi asam mefenamat, disarankan segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat

Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan lain, asam mefenamat bisa menimbulkan reaksi yang berbahaya atau mengurangi efek obat tersebut. Berikut adalah beberapa obat-obatan yang sebaiknya dihindari saat menggunakan asam mefenamat:

  • Obat pengatur tekanan darah, seperti ACE inhibitor, obat golongan angiotensin receptor blockers (ARBs), dan beta-blockers.
  • Obat diuretik, yaitu obat untuk mempercepat pembentukan dan pengeluaran urine.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen.
  • Obat antikogulan dan pengencer darah, seperti warfarin dan obat-obatan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs).
  •  Obat antasida yang mengandung magnesium hidroksida.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Asam Mefenamat

Sama seperti obat-obat lain, asam mefenamat juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Nyeri ulu hati.
  • Gangguan pencernaan.
  • Hilang nafsu makan.
  • ual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk dan kelelahan.

Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika mengalami efek samping yang lebih serius seperti sariawan, diare, tinja berwarna hitam atau berdarah, dan muntah darah.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT