Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Antikoagulan

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 57 kali

Antikoagulan adalah golongan obat-obatan yang memiliki efek menghambat atau mencegah terjadinya pembekuan dalam darah. Dua jenis obat-obatan antikoagulan yang umumnya digunakan adalah warfarin dan heparin.

Antikoagulan digunakan untuk mengobati beberapa jenis penyakit jantung dan penyakit-penyakit yang memiliki risiko terbentuknya penggumpalan darah, seperti gangguan ritme jantung (fibrilasi atrial), trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), dan emboli paru.

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui memerlukan persetujuan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan jenis ini.
  • Pemberian pada anak-anak juga memerlukan persetujuan dokter.
  • Harap berhati-hati mengonsumsi obat jenis ini pada pasien yang memiliki gangguan ginjal atau kerusakan pada organ hati.
  • Penderita yang sedang dalam perawatan lain pada waktu yang sama, termasuk terapi suplemen, pengobatan herba, atau pengobatan pelengkap lainnya.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi atau overdosis saat menggunakan obat-obatan antikoagulan.

Pemberian dosis obat-obatan antikoagulan bersifat individual dan harus melalui persetujuan dan pengawasan dari dokter. Dosis antikoagulan dapat berubah-ubah disesuaikan dengan hasil tes rasio normalisasi internasional (INR) darah. INR yang terlalu tinggi menunjukkan pembekuan darah tidak dapat terbentuk cukup cepat yang meningkatkan risiko terjadinya memar dan pendarahan. Sebaliknya, INR yang terlalu rendah menunjukkan bekuan darah masih dapat terbentuk.

Dosis warfarin dapat diberikan satu kali sehari pada waktu yang sama, umumnya di malam hari.

Heparin dalam bentuk gel dapat dioleskan sebanyak 2 – 3 kali/hari di sekeliling area luka. Sediaan obat dalam bentuk gel biasanya digunakan untuk mencegah infeksi akibat bekuan darah setelah dilakukan suntikan pada pembuluh darah. Heparin gel juga bisa diberikan untuk mencegah pembekuan darah dan lebam pada lapisan permukaan kulit.

Mengonsumsi Antikoagulan dengan Benar

Selain memiliki interaksi dengan jenis obat tertentu, obat antikoagulan juga dapat bereaksi jika dikonsumsi dengan makanan atau minuman yang mengandung vitamin K, seperti bayam, brokoli, dan jus cranberi . Hindari juga mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dalam kurun waktu yang singkat karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan memar. Berhati-hatilah saat melakukan aktivitas fisik atau kegiatan olahraga yang rentan  menyebabkan cedera, seperti bercukur atau bermain bola.

Ikuti petunjuk penggunaan yang diberikan dokter dan perhatikan takaran serta informasi yang tertera pada kemasan sebelum mengonsumsi obat-obatan antikoagulan.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Antikoagulan

Sama seperti obat-obat lain, antikoagulan juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping utama dari obat ini adalah pendarahan pada organ tubuh. Termasuk di dalamnya: pendarahan saat berkemih atau buang air besar, memar, gusi berdarah, mimisan, pada wanita bisa disertai perdarahan banyak saat menstruasi atau pendarahan lainnya pada alat kelamin wanita. Efek samping lainnya dapat berupa: diare atau konstipasi, pusing, ruam dan gatal pada kulit.

Segera temui dokter jika Anda merasakan gejala-gejala di atas ataupun gejala lain yang Anda curigai berhubungan dengan antikoagulan.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT