Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Aminoglikosida

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 69 kali

Aminoglikosida adalah antibiotik bakteri yang bekerja dengan membuat celah (fisur) pada lapisan (membran) luar sel-sel bakteri. Obat-obat yang termasuk dalam kelompok aminoglikosida umumnya ampuh membasmi bakteri aerob dan gram negatif.

Biasanya obat-obat golongan aminoglikosida digunakan untuk menangani infeksi perut dan saluran kencing yang parah serta bakteremia dan endokarditis. Beberapa jenis antibiotik di Indonesia yang termasuk kelompok aminoglikosida adalah:

  • Amikacin.
  • Gentamicin.
  • Kanamycin.
  • Neomycin.
  • Netilmicin.
  • Tobramycin.
  • Dibekacin.
  • Isepamicin.
  • Kanamycin.
  • Paromomycin.
  • Ribostamycin.
  • Sisomicin.
  • Streptomycin.

Peringatan:

  • Wanita yang sedang  sedang hamil, atau menyusui, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi antibiotik aminoglikosida.
  • Harap berhati-hati bagi yang sedang menderita gangguan pendengaran, gangguan ginjal, gangguan otot, bayi prematur dan pada usia neonatal, myasthenia gravis, fibrosis kistik, penyakit Parkinson, diabetes, otitis media, hipokalsemia, obesitas, vertigo, dan hipotensi.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Aminoglikosida

Dosis obat kelompok aminoglikosida untuk tiap pasien berbeda-beda. Biasanya, dosis dan jenis obat ditentukan dokter berdasarkan beberapa faktor yaitu:

  • Jenis dan kondisi penyakit.
  • Tingkat keparahan penyakit.
  • Respons tubuh tiap pasien.

Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis bagi anak-anak, yang biasanya disesuaikan dengan berat badannya.

Mengonsumsi Aminoglikosida Dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat kelompok aminoglikosida. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat kelompok aminoglikosida, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis obat kelompok aminoglikosida pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Aminoglikosida

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping obat kelompok aminoglikosida yang umumnya terjadi adalah:

Obat tetes:

  • Rasa perih, sensasi terbakar, atau iritasi ringan pada mata atau telinga.
  • Pandangan kabur setelah ditetesi obat.

Obat suntik:

  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Kelelahan.
  • Kulit menjadi pucat.
  • Gangguan ginjal.
  • Gangguan otak dan fungsi saraf tulang belakang.
  • Gangguan pendengaran.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Iritasi atau kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik.
  • Vertigo

Tablet:

  • Mual dan muntah.
  • Diare.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT