Selamat Datang di Web Portal Komunitas Donor Darah Indonesia Daftarkan alamat email anda dan dapatkan update berita terbaru melalui newsletter kami




Informasi Obat

Acyclovir Oral

Editor : Rr. Anne Marie Heidija

Dibaca 87 kali

Acyclovir oral adalah obat yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti Varicella zoster dan Herpes simplex. Obat ini umumnya dikonsumsi guna mengatasi luka melepuh pada mulut (cold sore), penyakit herpes genital, cacar air, serta cacar api (herpes zoster).

Acyclovir oral tidak bisa mematikan virus sepenuhnya dari tubuh. Obat ini hanya berfungsi untuk mengurangi risiko perkembangan dan penyebaran virus ke bagian  tubuh lain, serta meminimalisir kemungkinan virus kembali menginfeksi di masa mendatang.

Acyclovir oral juga berfungsi untuk mencegah infeksi virus pada orang-orang dengan sistem kekabalan tubuh yang rendah. Dari fungsinya tersebut, obat ini dapat mengurangi tingkat keparahan dan lamanya infeksi, mempercepat penyembuhan luka, mencegah pembentukan luka baru, serta mengurangi nyeri atau rasa gatal akibat infeksi.

Merek dagang: Acifar, Matrovir, Zovirax Tablet

Peringatan:

  • Bicarakan pada dokter jika memiliki alergi pada obat atau bahan tertentu.
  • Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan acyclovir jika memiliki masalah pada ginjal atau kondisi yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh (misalnya menderita HIV/AIDS atau baru menjalani transplantasi ginjal).
  • Informasikan kepada dokter sebelum menggunakan acyclovir jika akan menjalani vaksinasi atau suatu prosedur medis, termasuk operasi.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obat lain, termasuk obat bebas, suplemen, atau
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

 

Mengonsumsi Acyclovir dengan Benar

Bacalah petunjuk pada kemasan obat dan ikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi acyclovir.

Pastikan untuk menghabiskan dosis yang sudah diresepkan meski kondisi dirasa membaik agar infeksi tidak kambuh kembali. Jika infeksi tidak membaik setelah menyelesaikan dosis yang diresepkan, temuilah dokter kembali.

Jangan berbagi obat ini dengan orang lain meski memiliki gejala yang sama.

Disarankan untuk tidak menunda-nunda waktu dalam mengonsumsi obat ini, karena hasil pengobatan akan lebih efektif jika dimulai sejak awal gejala timbul.

Hindari sinar matahari terik dan senantiasa memakai tabir surya ketika akan beraktivitas di luar rumah, karena acyclovir dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Selain itu, obat ini juga dapat menyebabkan kantuk. Karena itu, jangan berkendara, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan selama menggunakan acyclovir.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup dan teratur antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi acyclovir pada jam yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi acyclovir, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat

Berhati-hatilah saat mengonsumsi acyclovir oral dengan:

  • Probenecid, cimetidine, mycophenolate mofetil; karena berisiko meningkatkan kadar acyclovir dalam darah.
  • Ciclosporin, tacrolimus, atau obat lainnya yang mempengaruhi kerja ginjal; karena dapat meningkatkan toksisitas pada ginjal.

Kenali Efek Samping  dan Bahaya Acyclovir

Beberapa efek samping yang bisa saja terjadi setelah mengonsumsi acyclovir adalah:

  • Diare.
  • Sakit perut, mual, atau kembung.
  • Sakit kepala atau pusing.
  • Demam
  • Ruam gatal.
  • Lelah.
  • Mengantuk.
  • Perubahan jumlah urine.
  • Nyeri punggung atau pinggang.
  • Perubahan suasana hati.

Jika Anda mengalami efek samping yang berkepanjangan atau reaksi alergi serius, segera temui dokter.

Informasi Obat



BACA JUGA



BERITA TERKAIT